Showing posts with label Santai. Show all posts
Showing posts with label Santai. Show all posts

Thursday, December 26, 2013

Sebotol Air Minum di Arab Saudi

Oleh Kuswantoro van Marco**
Negeri Arab Saudi yang sebagian besar merupakan padan pasir tandus dan bukit bebatuan.
Negeri Arab Saudi yang sebagian besar merupakan padang pasir tandus dan bukit bebatuan.
Arab Saudi (KSA) merupakan salah satu negara termiskin akan ketersediaan sumber daya airnya. Sebagian besar bentang alamnya berupa padang pasir yang tandus dan sebagian permukaan lainnya berupa batuan keras yang sulit ditembus oleh air maupun vegetasi. Iklimnya sangat kering (arid). Curah hujan rata-rata tahunannya hanya 90 mm dan jumlah hari hujannya kurang dari 20 hari dalam setahun [1]. Deskripsi itu menjelaskan bahwa sebegitu keringnya iklim dan cuaca di KSA, terlebih wilayah-wilayah di bagian tengah seperti Riyadh yang pada bulan-bulan musim panas (Juni - Agustus) suhu udaranya bisa mencapai 50 derajat Celcius. Kelembaban pun yang sangat rendah hanya 10%. Tak heran, teman-teman saya yang kuliah di Riyadh pernah bercerita bahwa kulit tangannya mengalami pecah-pecah dan iritasi, bahkan sampai ada yang mimisan. Saat musim panas memang luar biasa panasnya di siang hari. Begitu pula saat musim dingin, suhu malam hari dinginnya menusuk ke tulang. 
Nah, untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat KSA mengandalkan air tanah (groundwater). Tercatat bahwa sekitar 80-90% konsumsi airnya berasal dari air tanah, baik melalui sumur konvensional maupun pemompaan [2]. Selain itu pula tercatat bahwa cadangan air tanahnya sekitar 2259 miliar meter kubik [3], sedangkan volume air tanah yang dapat diperbaharukan (renewable) atau aquifer dangkal hanya berkisar antara 5000-8000 juta meter kubik [4]. Namun apabila masyarakat secara terus-menerus mengambil air dari dalam tanah, maka diprediksi akan habis dalam jangka waktu 25 tahun ke depan. Terlebih dengan semakin meningkatnya aktivitas pertanian yang telah berdampak pada semakin besarnya konsumsi air sekitar 84 % dari keseluruhan [5].
Sebelum ditemukan minyak bumi, kehidupan masyarakat KSA tak senikmat seperti sekarang ini. Pihak kerajaan hanya mengandalkan pendapatan dari kegiatan haji tahunan. Namun pada saat terjadinya kemunduran ekonomi global (Great Depression) sekitar tahun 1929 hingga 1940, jumlah jamaah haji mengalami penurunan secara drastis. Hal itu berimplikasi pada pendapatan kerajaan. Berbagai upaya dilakukan guna menemukan minyak bumi di tanah KSA. Hingga akhirnya pada tahun 1938 minyak bumi berhasil ditemukan pertama kalinya di Kota Dammam [6].
Pabrik desalinasi air laut Ras Al-Khair, Arab Saudi.
Pabrik desalinasi air laut Ras Al-Khair, Arab Saudi.
Kesejahteraan masyarakat KSA berangsur-angsur meningkat. Sarana dan prasarana mulai dibangun. Pendidikan generasi mudanya mulai diperhatikan bahkan kini sudah bertaraf internasional. Suplai listrik tak ada matinya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kebutuhan air bersihnya mampu dipenuhi.
Tak ada rotan akar pun jadi. Begitulah kata pepatah bahasa Indonesia. Ternyata Arab Saudi mampu menyulap air laut yang asin menjadi air yang bisa diminum. Tepat pada tahun 1969, stasiun penyulingan air laut (desalinasi) berhasil didirikan [7]. Kini jumlah stasiun desalinasi sudah sebanyak 36 stasiun, dimana stasiun Ras Al-Khair saat ini akan menjadi stasiun desalinasi terbesar di dunia. Stasiun tersebut akan mampu menghasilkan setengah dari air desalinasi KSA. Total produksi air desalinasi yang dihasilkan tiap harinya rata-rata sebesar 3.3 juta meter kubik, sehingga per tahun bisa mencapai 1.2 miliar meter kubik. Berdasarkan informasi terkini, target di tahun 2015 total produksi air desalinasi akan bisa mencapai 1.83 miliar meter kubik. Tentunya anggaran biaya yang mesti disiapkan semakin besar, diperkirakan bisa mencapai 86.5 milyar riyal atau setara dengan 324.3 milyar dolar AS atau sekitar 3,892.5 triliun rupiah [5]. Wow, angka yang fantastis!!
Salah satu contoh air minum botolan 600mL yang beredar di Arab Saudi.
Salah satu contoh air minum botolan 600mL yang beredar di Arab Saudi.
Dalam setiap produksi 20,000 meter kubik air, biaya per meter kubik-nya sebesar 12 riyal atau 3.2 dolar AS. Namun tarif yang dikenakan kepada masyarakat hanya sebesar 0.12 riyal atau 0.03 dolar AS tiap meter kubik air, atau sekitar 360 rupiah. Luar biasa murahnya, bukan!
Suatu ketika saya berbelanja di warung kecil pinggir jalan, lalu bertanya,
”a’tini moyah wahid ya habibi. Kam fulus?” (Berikan saya sebotol air minum, Mas. Berapa duit yaks?)
Penjualnya seraya menjawab,
“Biriyal ya sodik” (satu riyal aja bro)
Maka tak heran, kalau harga sebotol air minum 600 mL hanya satu riyal saja atau setara dengan 3000 rupiah. Begitu juga dengan air isi ulang galon. Saya pikir harganya akan lebih mahal. Tapi ternyata hanya tiga riyal saja atau sekitar 8000- 9000 rupiah.
“Hemm..Kok harganya hampir sama dengan di Jakarta yah??  Padahal Indonesia itu kaya sekali dengan sumber daya airnya. Coba kurang apalagi bila dibandingkan dengan KSA. Setidaknya selama enam bulan sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan tiap harinya. Sungai-sungai mengalir deras hingga ke pantai. Air sumur pun melimpah ruah. Belum lagi ada banyak danau dan waduk.
Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi buat kita untuk selalu berpikir dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan di sana-sini. Untuk itu, mari kita perhatikan firman Allah berikut ini:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96)
Semoga bermanfaat.
- Salam dari Jeddah-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* Artikel ini diterbitkan di Majalah Geospasial.
** Penulis adalah Master lulusan Universitas King Abdulaziz (KAU) Jeddah, bidang Hydrologi dan Pengelolaan Sumber Daya Air (2013). 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi:
[1] http://www.riyadh.climatemps.com/precipitation.php diakses pada 9 Desember 2013
[2] Al-Salamah IS, Ghazaw YM, Ghumman AR. 2011. Groundwater modeling of Saq Aquifer in Buraydah, Al Qassim for better water management strategies. Environ. Monit. Assess., 173: 851–860
[3] Abderrahman WA, Al-Harazin  IM. 2008. Assessment of climate changes on water resources in the Kingdom of Saudi Arabia. GCC Environment and Sustainable Development Symposium, 28–30 January 2008, Dhahran, Saudi Arabia, D-1-1 – D-1-13
[4] JCC-Jeddah Regional Climate Center. 2012. Assessment of climate change on water resources in Kingdom of Saudi Arabia. First National Communication Water Resources. http://jrcc.sa/First_National_Communication_Water_Resources.php. Accessed on 1 Oct. 2012 Kingdom of Saudi Arabia Standard (KSA). 2003. General presidency of meteorology and environment
[5] http://www.aawsat.net/2013/07/article55308131 diakses pada 9 Desember 2013

Monday, July 22, 2013

Arab Saudi Luncurkan Stasiun TV khusus Wanita

Arab Saudi membuat saluran televisi (TV) satelit khusus untuk perempuan guna menampilkan bakat dan kemampuan para perempuan di negeri itu.

Saluran TV khusus perempuan yang dioperasikan oleh Ideas Arabia Limited milik pengusaha Sheikh Yusuf bin Awad Al-Ahmadi itu juga ditujukan untuk meluruskan kesalahpahaman masyarakat internasional tentang perempuan Arab.

Ketua Dewan Abdullah Al-Nazawi mengatakan saluran TV itu akan menampilkan aspek positif tentang perempuan yang hidup di Arab Saudi untuk membantu mengubah stereotipe yang selama ini dilekatkan pada perempuan Arab dan Muslim.

"Tujuan saluran ini adalah untuk menyoroti keahlian, tradisi, budaya, pendidikan, pemikiran Islam dan masalah yang dihadapi para perempuan Arab secara umum dan perempuan Arab Saudi khususnya," kata dia.

"Saluran ini akan sepenuhnya disesuaikan dengan hukum Islam," katanya seperti dilansir laman Arab News, Senin.

Menurut Al-Nazawi, saluran itu juga akan mencakup program yang isinya meliputi tema luas termasuk ilmu pengetahuan, budaya, politik, sosial, psikologi, ekonomi, teknologi, pendidikan, kesehatan dan aspek lain yang berhubungan dengan perempuan.

"Kami sepenuhnya yakin TV ini akan membantu para perempuan memahami makna modernitas. Perempuan adalah bagian dari masyarakat dan kehidupan kita, kita tidak boleh mengabaikan mereka dan kebutuhan mereka," kata Al Nazawi. [ant/jy]

Friday, July 5, 2013

Renungan - Syirik di Balik Teknologi

candlestick-pay-telephone.jpgTEKNOLOGI. Sebagian kita, mungkin, perlu menjedakan diri atau barangkali menjaga jarak dengan kata yang satu ini. Tidak usah lama-lama, cukup sehari saja. Dan, marilah kita bertanya pada diri sendiri. Apakah makna teknologi buat saya? Atau sebaliknya, apa makna saya buat teknologi?

Pada tingkat yang lebih sederhana, pertanyaan tersebut bisa saja seperti ini: Apakah yang terjadi bila televisi yang biasa kita tonton tiba-tiba rusak seharian, atau Apakah yang terjadi jika HP kita tiba-tiba rusak?

Apakah yang anda rasakan bila pengalaman tersebut mengusik hidup anda? Stres, marah, kesal, atau tekanan psikologis lainnya? Tak bisa dipungkiri, di antara kita, tidak bisa menafikan sederet gangguan jiwa itu.

Uniknya, pada titik yang lain, kita seringkali terbuai dengan pernak-pernik teknologi baru yang kita miliki. Kita sangat senang punya HP baru, TV baru, komputer baru dan lainnya. Semua itu, membuat kita terlena. Kita puja dan sayangi mereka. Saat semua hilang, gangguan psikologis jawabannya.

Begitulah teknologi menguasai kita. Rupanya, kehadirannya bukan lagi sekedar mesin, melainkan kita menganggapnya sebagaimana layaknya manusia. Dan, diam-diam kita tuhankan dia dalam hati kita, dalam hidup kita. Kita begitu tergantung dengannya.

Padahal sejatinya, teknologi sendiri, konon, diciptakan untuk memudahkan manusia. Ia adalah seperangkat mesin yang akan melayani dan membantu kita. Namun, dalam catatan peradaban manusia, kaidah ini tidak berlaku. Justru manusia menjadi pelayan teknologi. Sesuatu yang tadinya kita kontrol malah terbalik mengontrol kita. Sampai titik ini timbul pertanyaan. Siapakah yang lebih berkuasa? Teknologi atau diri saya?

Teknologi menjadi semacam seperangkat barang yang telah dianggap memiliki ruh atau kekuatan tertentu hingga memiliki pengaruh magis dan daya pesona. Ia menjadi berhala modern tanpa kita sadari. Bukankah  Tuhan pernah berfirman,"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu . . . ." (QS. An-Nisa':48). Naudzubillah min dzalik.

Namun, kendati demikian, di abad modern ini, kita memang tidak bisa menegasikan kehadiran dan kebermanfaatannya. Kita tidak mungkin melepaskan teknologi dari kehidupkan sehari-hari. Pilihan paling aman, mungkin, kita mesti pandai memilah sebuah kemajuan tanpa menjadi budaknya. Dengan cara inilah, TV, HP, Komputer dan lain-lain tidak membuat pembodohan, kehampaan dan pemurtadan rohani kita. Semoga. Wallahu'alam bilshowab.

http://myspiritstreet.mywapblog.com

Tuesday, February 19, 2013

Barang yang Nggak Bakal Laku di Saudi Arabia

1.Sepeda Motor
Alasanya : selain Saudi mengalami 2 musim yaitu musim panas dan musim Dingin,Negri ini juga tidak memberlakukan pajak bagi warganya, pajak sama dengan Haram,jadi mereka lebih memilih mobil,karena harga mobil disini murah dikarenakan tidak adanya pajak, dan harga 2 liter bensin setara dengan 1 botol air mineral 500 ml atau 4 liter bensin setara dengan 1 kaleng soft drink 330ml ( ya Ampun ,coba di Indonesia seperti ini gan,kapan ya?? )jadi jangan heran kalau disini tidak pernah melihat motor jepang apalagi Cina.kalaupun ada biasanya motor gede sekelas Harley davidson atau Ducati.

2.Bintang iklan atau Model
Bermimpi ingin jadi model, Artis, atau bintang iklan??kalau ada keinginan seperti itu mending buang jauh jauh, karena di negara yang terkenal dengan Islamnya ini,akan melarangnya, jadi buat Agan yang kesini jangan kaget melihat model iklan baju mukanya Disensor alias dikaburkan seakan akan kita melihat orang memakai baju dengan muka Rata tanpa hidung, mata, apalagi bibir ( parah dah ) walau iklanya di pasang dikeramaian atau dipusat perbelanjaan.

3.Minuman Keras (wine,vbir, atau sejenisnya yang mengandung Alkohol)
untuk minuman keras pemerintah Saudi sangat melarang keras, kalau ada yang ketahuan mengkomsumsi atau dengan sengaja mengedarkanya, maka hukumanya setara dengan hukuman tindakan Asusila lainya ( mau, kalau pulang ke Indo tinggal badanya saja, sementara kepalanya Di museumkan disini, he he)

4.Payung atau Baju hujan
Alasanya : di Saudi jarang sekali menemui orang memakai payung, karena di sini Hujan merupakan sesuatu yang langka dan bahkan Ditungu tunggu, kalaupun ada hujan mereka memilih keluar rumah untuk menikmati air yang turun lansung dari langit, melihat hujan sama dengan melihat makanan ketika lapar ( kebayang ngak gan?? )

5.Minyak Angin atau jamu Tolak Angin
Selama saya disini belum pernah mendengar orang masuk Angin, atau mati karena Angin duduk apalagi orang Saudi,kalaupun ada biasanya orang kita yang sudah terbiasa masuk angin di kampungnya.ketika saya menanyakan ke Apotik tentang minyak angin selalu dibilang maffi ( tidak Ada)

sumber http://feehas.wordpress.com/2010/11/23/barang-yang-nggak-bakal-laku-di-saudi-arabia/

Thursday, February 14, 2013

Betapa Sangat Dihargainya Kaum Wanita di Arab Saudi

Catatan Perjalanan Wartawan Tribunnews.com, Dewi Agustina ke Kota Mekkah dan Madinah

TRIBUNNEWS.COM, MADINAH - Berada di Kota Mekkah dan Madinah Arab Saudi selama lebih dari sepekan memberi begitu banyak pengalaman berharga. Tidak saja karena kedua kota ini merupakan kota suci bagi umat Islam di seluruh dunia, tapi juga betapa warga Arab Saudi sangat menghargai kaum wanita dari negara manapun mereka berasal.

Tak seperti di tanah air ataupun di negara-negara lainnya, di Arab Saudi terutama di Mekkah dan Madinah kita tidak akan menemukan kaum wanita yang bekerja di luar rumah, misalnya di toko ataupun kantor-kantor pemerintahan. Kaum wanita di kedua kota ini lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak mereka. Para pria lah yang sepenuhnya mengambil alih tugas sebagai kepala keluarga dengan bekerja.

Namun demikian ada juga kaum wanita yang bekerja sebagai pedagang tapi bukan di toko-toko melainkan sebagai pedagang emperan (pedagang kaki lima) yang menggelar dagangannya di sekitar Masjid Nabawi Madinah maupun di sekitar Masjidil Haram Mekkah. Sebagian besar dari mereka adalah para pendatang dari luar Arab Saudi yang menggantungkan hidupnya dengan menjadi pedagang di kota suci.

Moidin, pedagang Toko Al-Rabia Shop di Kota Madinah saat berbincang dengan Tribunnews.com, akhir bulan Januari lalu mengatakan, kaum wanita di Arab Saudi terutama di Kota Madinah dan Mekkah tidak ada yang bekerja, kecuali sebagai perawat di rumah sakit.

"Mereka hanya bekerja sebagai perawat atau dokter di rumah sakit. Jadi tidak ada wanita yang bekerja disini," kata Moidin, warga India yang sudah bertahun-tahun menetap di Arab Saudi.

Penghargaan terhadap kaum wanita juga dialami langsung wartawan Tribunnews.com saat hendak membeli simcard Arab Saudi provider STC di counter STC di Kota Madinah. Ditemani mutawif (guide/pemandu) Ustad Fahmi, Tribunnews mendatangi counter STC. Saat itu antrean cukup banyak dipenuhi kaum pria yang sebagian besar adalah para pendatang yang kebetulan sedang melaksanakan ibadah umroh di tanah suci. Sama seperti Tribunnews, mereka pun hendak membeli simcard STC untuk digunakan sebagai alat komunikasi selama berada di tanah suci.

Ustad Fahmi kemudian menyarankan Tribunnews untuk maju kedepan antrean dan melewati para lelaki yang sedang mengantre. Menurut Ustad Fahmi, jika perempuan yang mengantre maka akan didahulukan oleh petugas provider.

Benar saja, begitu Tribunnews melewati para pengantre yang semuanya adalah para lelaki dan mengatakan "simcard please" kepada petugas counter sambil menunjukkan ID card umroh, sang petugas langsung memanggil dan mengambil ID card Tribunnews dan langsung melayani pembelian simcard dengan terlebih dahulu meregistrasi identitas Tribunnews.

Tak ada komplain ataupun protes dari para pengantre yang sudah terlebih dahulu mengantre di counter itu karena mereka juga menyadari bahwa di Arab Saudi, wanita selalu dihormati dan diprioritaskan dalam segala hal.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Wednesday, February 6, 2013

Manggis dan Rambutan Indonesia Dijual Mahal di Arab Saudi

Jakarta - finance.detik.com. Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia masih belum berkembang. Salah satu faktor penyebabnya adalah attitude atau kemauan masyarakat Indonesia untuk berkembang dalam bisnis UKM.

Hal itu dikatakan Ibnu Wahid, Perwakilan dari Central Enterpreneur Development (CED) Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta dalam acara Sharing Session Program Capacity Building Carrefour Bagi UKM, di Hotel iBis Tamarin, Jakarta, zselasa (5/2/13).

Dia mencontohkan, di Saudi Arabia buah asal Indonesia seperti rambutan dan manggis laku dijual dengan harga tinggi. Hal itu membuktikan jika produk lokal memiliki daya beli yang tinggi.

"Karakter mikro kita kaitannya dengan attitude, kemauan kita untuk berkembang. Kebetulan saya baru pulang umroh, nah di Saudi Arabia itu saya melihat ada rambutan dan manggis dari Indonesia. Manggis di sana dijual 12 real isinya 10 butir, 1 real itu Rp 2.500, kalau di sini Rp 2.500 itu sekilo," kata Ibnu.

Dia mengatakan, untuk itu perlu adanya konsep kemitraan yang baik. Bagaimana meningkatkan usaha untuk bisa kreatif dalam mengemas pola produksi.

"Produk Indonesia sebetulnya luar biasa. Jadi metodenya, bagaimana punya effort untuk itu, makanya kita harus cerdik. Intinya membuat konsep: kemitraan itu harus saling menguntungkan. Program ini bagaimana bisa sustaine secara bisnis," katanya.

Dia mencotohkan lagi, di Jogja terdapat sentra peyek yang seharinya bisa menghabiskan sedikitnya 54 ton kacang. "Contoh di Jogja ada sentra peyek, 54 ton kacang yang masuk 1 hari tapi enggak ada yang di Carrefour, nah itu bagaimana kita jadikan pola. Kelemahan mikro kadang-kadang bicara soal multiple. Mendampingi UKM itu seperti mendampingi anak, tahu dulu baru kita berdayakan. Misalkan rambutan bisa diekspor ke Timur Tengah, Abudabi : mereka mengemas secara menarik, harga kardus cuma Rp 3 ribu, tapi dijual satu kilo Rp 45 ribu kalau dirupiahkan yang kulakannya hanya Rp 5 ribu. Ini kan menguntungkan," tandasnya.

Saturday, February 2, 2013

Meski di Saudi Bisa, Tapi “Ngebut” 15Okm/Jam Sangat Berbahaya!

13594600821220487551
(Foto:koleksi dan pengalaman pribadi-Aang Suherman)
oleh : Aang Suherman

Melaju lebih dari 150km per jam,di Jalanan Gurun Saudi perkampungan bisa dilakukan.Tetapi di jalanan tanah air Indonesia,sebaiknya jangan dilakukan !Demi keselamatan kita semua.

Memacu mobil dengan kecepatan tinggi di jalan raya dan lalu lintas umum adalah berbahaya.Apalagi dipacu di jalanan tanah air ,Indonesia.Namun di jalanan perkampungan dan sekitar gurun Saudi,memacu di atas 150km/jam bisa kita coba.

Resiko di-Tilang oleh Polisi bisa saja terjadi,atau kalau di perkotaan akan dijepret kamera satelite atau kamera bermobil dan segera dikejar polantas .Polantas sini rata-rata tidak bisa disuap,atau kalau kesalahannya tidak fatal,hanya diingatkan saja kemudian berlalu setelah “melantik’ memperingati bahwa kita jangan terlalu ngebut.Tetapi jika kena kamera,harga mati kita harus bayar melalui bank setelah itu diurus di kantor bagian lalulintas setempat.

Memacu mobil dengan kecepatan yang tinggi lebih dari 150km/jam di jalanan pedalaman Saudi,sepertinya sudah jadi kebiasaan umum.Padahal di marka kecepatan tetap tertulis kecepatan maksimum adalah 120km/jam.

Beberapa hal yang membuat hal ini bisa terjadi.Memacu mobil di atas 150km per jam,di perkampungan dan sekitar jalan raya gurun pasir, sbb:

1.Kondisi jalan yang mulus,jarang belokan tajam,kontur tanah yang umumnya datar dan bebas lobang-lobang kerusakan jalan yang berbahaya.

2.Lebar jalan di jalur one way sekalipun rata-rata tidak kurang dari 6 meter lebarnya.

3.Tidak ada pengendara yang bersepeda motor dan jarang khewan liar masuk ke area jalan raya.

4.Kondisi di sepanjang jalan gurun sepi,jarang ada perkampungan penduduk yang padat dan bisa dikatakan tidak ada manusia atau khewan yang melintas.

5.Rata-rata mobil yang dipakai oleh Warga Saudi yang melintas, mobil mahal,canggih dan dalam kondisi yang bagus,layak jalan.Jadi peluang tabrakan karena mobil di depan kita mogok mendadak,sangat kecil.Walaupun kasus tabrak mobil mogok suka terjadi,tetapi tidaklah sesering di tanah air.

6.Jarang macet karena padatnya lalu lintas,paling macet sesaat jika ada pekerjaan jalan atau kecelakaan lantas di depan kita.

7.Jarang ada tebing yang runtuh atau jalanan rusak berlubang jadi meskipun di jalanan kampung tetapi serasa di jalan tol saja.

8.Mereka memacu dengan kecepatan tinggi,didukung oleh performa mobil-mobil mereka yang rata-rata mobil mewah,mahal,canggih dan berumur masih di bawah lima tahun setelah keluar dari Dealer.Atau paling tidak bagi yang dipakai untuk jarak jauh mobil mereka berumur paling tua 10 tahun setelah kelar dari pabrik.

9.Saat ini sudah jarang ada perbaikan yang bersifat kecil-kecilan,mereka membangun jalan  satu kali jadi pada pertama kali pembangunannya dengan kualitas aspal jalan yang baik dan sudah di “cetak biru” dengan baik di awalnya.

Sehingga jarang ada proyek memasang isntalasi yang buka satu tutup satu,menggali jalan raya bergantian.Sehingga perbaikan dan pemasangan instalasi lintas proyek di jalan raya jadi seperti terjadi sepanjang hari.Beres proyek instansi yang satu lalu digali oleh proyek yang lain,seperti halnya sering terjadi di kota-kota di tanah air.

Di sini pada umumnya tidak terjadi demikian,cetak biru di awal pembangunan sebuah jalur jalan raya benar-benar dibuat matang,Terkoordinasi dengan baik dari sejak awal,cetak biru matang misalnya mulai dari instalasi listrik,air dan kemungkinan tata ruang masa depan.Koordinasi pemasangan instalasi umum sudah “dihitung” mendekati sempurna sebelumnya,demikianlah kira-kira istilahnya.(maaf saya bukan ahli teknik sipil, gan!).

Disarankan jika di tanah air untuk tidak banyak ngebut di jalan umum selain di sirkuit! Karena kondisi jalan dan lingkungan kita berbeda dengan jalanan di Gurun Saudi misalnya.

Jalan raya di kita Indonesia lain dengan si gurun.Di jalan raya tanah air banyak bercampur dengan aktivitas manusia yang ramai,banyak khewan masuk jalan raya,jalur lintasan Kereta Api,banyak belokan tajam,jalanan rusak atau sedang diperbaiki,jalanan sempit,tanjakan ,turunan tajam,curah hujan yang tinggi serta kepadatan lalu lintas yang padat dan sebagainya.Mengemudi di jalanan tanah air harus ekstra hati-hati.

Setiap kita menyetir mobil ,sangat bijaksana sekali jika selalu mengingat hal ini bahwa : Resiko mengemudi mobil itu adalah bisa membunuh diri kita dan orang lain dalam hitungan detik saja.Sengaja atau tidak sengaja,terlebih jika kita lalai mengemudinya.

***
Ini ada contoh beberapa gambar  jalan raya di gurun Saudi Arabia yang memungkinkan bisa sekali-kali “ngebut’ di atas 150km per jam.

Kondisi jalan raya yang mulus,tidak ada sepeda motor dan jenis transportasi lainnya (jarang),lintasan dan jarak tempuh yang panjang,frekuensi curah hujan yang sangat sedikit,jarang lalu lalang orang dan didukung oleh kondisi mobil yang masih prima dan masih layak jalan.Membuat bisa sesekali tancap gas di angka 150km per jam atau lebih.Wussssh…!

13594607072144946354
13594607711182381630
1359460831488461784
1359460881196423190
13594609721045165977
Kondisi Mobil yang dipacu dalam keadaan baik dan bagus,masih layak jalan,lulus uji layak jalan.

Semua koleksi foto adalah milik pribadi.Aang Suherman-Riyadh,KSA.
diambil dari http://www.kompasiana.com/wierodjampang

Friday, November 16, 2012

Picu Kontroversi, Game Tekken Modifikasi Stage 'Saudi Arabia'

detail berita
Stage Saudi Arabia (Foto: Justpushstart)
TOKYO - Game yang dikembangkan studio Namco Bandai, Tekken Tag Tournament 2 (TTT2) menuai kontroversi terkait menampilkan simbol agama tertentu di salah satu stage (arena bertarung) dalam permainan.

Katsuhiro Harada, produser game angkat bicara melalui kicauan twitter bahwa pihaknya akan segera mengganti desain pada bagian tertentu di stage Saudi Arabia. Hal ini penting guna menghindari terjadinya kontroversi yang memanjang.

"Kami tidak mengetahui hal itu. Kami akan ganti data desain stage secepat mungkin. Kami tidak bisa membaca hal itu," kata Harada, seperti dikutip situs Kotaku, Senin (29/10/2012).

Seperti diketahui, stage Saudi Arabia di game TTT2 menampilkan beberapa tulisan Arab di lantai arena bertarung. Tulisan arab tersebut merupakan lafadz Allah.

Situs Joystiq melaporkan, masalah ini kemudian mencuat lantaran tekstur lantai pada stage Saudi Arabia, menampilkan pola bintang-bintang yang di dalamnya berisi tulisan Arab (lafadz Allah). Harada mengungkapkan, elemen desain ini sepenuhnya merupakan "kecelakaan" atau tanpa unsur kesengajaan.

Akun twitter @DENGOJIN, sebelumnya pada 22 Oktober 2012 telah menegur akun @Harada_TEKKEN, ia mengungkap bahwa terdapat kesalahan besar dengan menempatkan simbol agama tertentu pada lantai dalam stage Saudi Arabia.

Selain itu, pada 23 Oktober 2012, akun @iSymbiox melontarkan permintaannya kepada akun Harada untuk menghapus simbol tersebut di stage Saudi Arabia, karena ini sangat menyinggung umat muslim.

Harada berjanji untuk memperbaiki kesalahan ini dan menghormati orang-orang yang telah menegur atau mengoreksi game TTT2. "Terima kasih atas jawaban. Kami sangat menghargai itu! Hidup Tekken," tulis akun @iSymbiox.

Kejadian serupa yang memicu kontroversi terkait agama juga pernah terjadi beberapa pekan lalu, situs Justpushstart melaporkan bahwa terdapat gambar yang menampilkan lafadz Allah, yang ditempatkan di atas toilet dalam peta Favela pada game bergaya first person shooter (FPS), Call of Duty: Modern Warfare 2.

Penerbit game, Activision dengan cepat merespon hal tersebut dan peta Favela kini sudah dapat dimainkan kembali. Hal ini juga perlu dilakukan pada game TTT2, pihak Namco Bandai Games diharapkan segera melakukan update dan menghapus simbol tersebut di lantai arena bertarung Saudi Arabia. (fmh)
Okezone

Monday, October 29, 2012

Keren! Bisa Melihat Ka'bah Dari 5 Hotel Ini

Jakarta - Jutaan umat Islam tengah menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. Melihat Ka'bah yang menjadi kiblat salat selalu menjadi momen mengharukan. Menginap di 5 hotel ini akan membuat Anda tak lepas pandangan dari Ka'bah.

Betapa indahnya melihat Masjidil Haram lengkap dengan Ka'bah di tengahnya saat Anda membuka jendela kamar. Pemandangan indah ini bisa Anda nikmati di beberapa hotel yang ada di sekeliling Ka'bah. Disusun detikTravel, Selasa (23/10/2012) berikut 5 hotel yang memiliki pemandangan indah Ka'bah langsung dari kamarnya:

1. Swiss Hotel Makkah
gb

Swiss Hotel Makkah (Swiss Hotel)

Inilah hotel paling besar di Arab Saudi sampai saat ini. Ditengok dari situs resminya, Swiss Hotel Makkah memiliki 1.487 kamar deluxe dan suite yang tentu akan memanjakan semua tamunya. Bangunan yang modern dan elegan sengaja dibuat menghadap Masjidil Haram agar banyak kamar yang menghadap Ka'bah.

Hotel ini dibuka awal Agustus 2012 lalu, namun sudah banyak wisawatan yang menginap di sini. Jika tak sempat turun ke Masjidil Haram, hotel ini memiliki ruang salat terbuka di lantai 8 yang mampu menampung hingga 800 orang. Salat di sini, para tamunya masih tetap bisa melihat Ka'bah di bawah sana.

2. Zam-zam Tower
gb

Zam-zam Tower (baggiatravel.com)

Zam-zam Tower menjadi hotel saingannya Swiss Hotel Makkah. Sampai saat ini, Zam-zam Tower adalah hotel yang paling dekat dengan Masjidil Haram. Hotel ini hanya berjarak 1-5 meter dari halaman depan Masjidil Haram.

Zam-zam Tower kerap menjadi tempat menginap jamaah Haji eksklusif. Letaknya yang dekat dengan Ka'bah dan pelayanannya yang baik membuatnya jadi pilihan yang sempurna bagi para jamaah. Saking dekatnya dengan Ka'bah, para tamu hotel bisa langsung melihat Ka'bah saat membuka jendela kamarnya.

3. Dar Al Tawhid Intercontinental
gb

Dar Al Tawhid Intercontinental (opentravel.com)

Meski bukan yang terdekat dari Masjidil Haram, namun Dar Al Tawhid Intercontinental didaulat menjadi hotel terbaik di Mekkah. Selain kamar-kamarnya memiliki pemandangan ke Masjidil Haram, restoran-restoran yang ada di hotel ini juga memiliki pemandangan yang sama.

Letaknya memang tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram, hanya butuh jalan kaki sekitar 1,5 menit saja. Jika Anda menginap di sini dan ingin menghadap ke Ka'bah, pilihlah kamar yang menghadap ke arah timur laut. Juga, jangan memilih kamar yang terlalu tinggi agar Ka'bah tidak tampak terlalu kecil.

4. Moevenpick Hajar Hotel
img

Moevenpick Hajar Hotel (Moevenpick Hajar Hotel)

Moevenpick Hajar Hotel disebut-sebut sebagai hotel terbaik ke-4 di Mekkah. Hotel yang berada di kompleks mewah Abraj Al Bait ini terletak di pelataran Masjidil Haram. Inilah yang membuat Moevenpick Hajar Hotel memiliki kamar dengan pemandangan Ka'bah. Selain itu, hotel ini juga menghadap ke gerbang King Abdul Aziz di Masjidil Haram.

Bangunan dengan 41 lantai ini menawarkan kamar yang elegan, modern serta nyaman. Mayoritas kamar yang ada di sini didesain khusus untuk para tamu yang ingin melaksanakan ibadah Haji atau Umrah. Semua kamar memiliki layanan wifi, TV LCD, dan servis tamu selama 24 jam.

5. Al Safwah Royale Orchid Hotel

Al Safwah Royale Orchid Hotel memiliki pemandangan yang tidak jauh berbeda dibanding hotel-hotel di atas. Hotel ini memiliki jarak sekitar 60 meter dari pelataran Masjidil Haram. Hotel mewah ini juga memiliki kamar-kamar yang memiliki panorama Ka'bah dan Masjidil Haram.

Selain memiliki pemandangan nan indah, Al Safwah Royale Orchid Hotel ternyata juga dikenal sebagai hotel yang menjadi surga belanja. Di hotel mewah ini, setidaknya tersedia 3 lantai khusus yang diisi oleh toko-toko suvenir dan makanan.