Showing posts with label Unik. Show all posts
Showing posts with label Unik. Show all posts

Thursday, December 26, 2013

Pria berumur 137 tahun di Saudi

Apa yang dilakukan pria 137 tahun asal Arab Saudi ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita semua yang masih muda dan sehat. Meski sebagian besar waktunya digunakan untuk berbaring di rumahnya lantaran sudah renta, namun dia selalu bangun secara teratur untuk melaksanakan salat dengan bantuan dari anaknya.
Sebuah cuplikan video diunggah di YouTube tiga hari lalu memperlihatkan pria tidak disebutkan namanya itu tengah tertidur dan bahkan dalam keadaan bermimpi, ketika anaknya meletakkan tangannya di atas kepala ayahnya itu dan berkata kepada dia bahwa sudah waktunya untuk salat, seperti dilansir situs emirates247.com, Kamis (19/12).

Orang tua sudah tampak kurus itu, yang masih berbaring dan hampir tidak bisa menggerakkan badannya, kemudian mulai mengumandangkan azan (panggilan untuk melaksanakan salat) dengan suara rendah dan gemetar. Air matanya kemudian mulai bergulir di pipinya, yang mendorong anaknya untuk memberikan dia tisu.

"Kondisi ayah saya harus menjadi pelajaran bagi kita semua," kata anak pria itu, seperti dikutip surat kabar berbahasa Arab asal Kuwait Al-Anba, yang tidak menjelaskan di Arab Saudi bagian mana pria itu tinggal.

Berikut cuplikan videonya:
dari merdeka.com

Sebotol Air Minum di Arab Saudi

Oleh Kuswantoro van Marco**
Negeri Arab Saudi yang sebagian besar merupakan padan pasir tandus dan bukit bebatuan.
Negeri Arab Saudi yang sebagian besar merupakan padang pasir tandus dan bukit bebatuan.
Arab Saudi (KSA) merupakan salah satu negara termiskin akan ketersediaan sumber daya airnya. Sebagian besar bentang alamnya berupa padang pasir yang tandus dan sebagian permukaan lainnya berupa batuan keras yang sulit ditembus oleh air maupun vegetasi. Iklimnya sangat kering (arid). Curah hujan rata-rata tahunannya hanya 90 mm dan jumlah hari hujannya kurang dari 20 hari dalam setahun [1]. Deskripsi itu menjelaskan bahwa sebegitu keringnya iklim dan cuaca di KSA, terlebih wilayah-wilayah di bagian tengah seperti Riyadh yang pada bulan-bulan musim panas (Juni - Agustus) suhu udaranya bisa mencapai 50 derajat Celcius. Kelembaban pun yang sangat rendah hanya 10%. Tak heran, teman-teman saya yang kuliah di Riyadh pernah bercerita bahwa kulit tangannya mengalami pecah-pecah dan iritasi, bahkan sampai ada yang mimisan. Saat musim panas memang luar biasa panasnya di siang hari. Begitu pula saat musim dingin, suhu malam hari dinginnya menusuk ke tulang. 
Nah, untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat KSA mengandalkan air tanah (groundwater). Tercatat bahwa sekitar 80-90% konsumsi airnya berasal dari air tanah, baik melalui sumur konvensional maupun pemompaan [2]. Selain itu pula tercatat bahwa cadangan air tanahnya sekitar 2259 miliar meter kubik [3], sedangkan volume air tanah yang dapat diperbaharukan (renewable) atau aquifer dangkal hanya berkisar antara 5000-8000 juta meter kubik [4]. Namun apabila masyarakat secara terus-menerus mengambil air dari dalam tanah, maka diprediksi akan habis dalam jangka waktu 25 tahun ke depan. Terlebih dengan semakin meningkatnya aktivitas pertanian yang telah berdampak pada semakin besarnya konsumsi air sekitar 84 % dari keseluruhan [5].
Sebelum ditemukan minyak bumi, kehidupan masyarakat KSA tak senikmat seperti sekarang ini. Pihak kerajaan hanya mengandalkan pendapatan dari kegiatan haji tahunan. Namun pada saat terjadinya kemunduran ekonomi global (Great Depression) sekitar tahun 1929 hingga 1940, jumlah jamaah haji mengalami penurunan secara drastis. Hal itu berimplikasi pada pendapatan kerajaan. Berbagai upaya dilakukan guna menemukan minyak bumi di tanah KSA. Hingga akhirnya pada tahun 1938 minyak bumi berhasil ditemukan pertama kalinya di Kota Dammam [6].
Pabrik desalinasi air laut Ras Al-Khair, Arab Saudi.
Pabrik desalinasi air laut Ras Al-Khair, Arab Saudi.
Kesejahteraan masyarakat KSA berangsur-angsur meningkat. Sarana dan prasarana mulai dibangun. Pendidikan generasi mudanya mulai diperhatikan bahkan kini sudah bertaraf internasional. Suplai listrik tak ada matinya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kebutuhan air bersihnya mampu dipenuhi.
Tak ada rotan akar pun jadi. Begitulah kata pepatah bahasa Indonesia. Ternyata Arab Saudi mampu menyulap air laut yang asin menjadi air yang bisa diminum. Tepat pada tahun 1969, stasiun penyulingan air laut (desalinasi) berhasil didirikan [7]. Kini jumlah stasiun desalinasi sudah sebanyak 36 stasiun, dimana stasiun Ras Al-Khair saat ini akan menjadi stasiun desalinasi terbesar di dunia. Stasiun tersebut akan mampu menghasilkan setengah dari air desalinasi KSA. Total produksi air desalinasi yang dihasilkan tiap harinya rata-rata sebesar 3.3 juta meter kubik, sehingga per tahun bisa mencapai 1.2 miliar meter kubik. Berdasarkan informasi terkini, target di tahun 2015 total produksi air desalinasi akan bisa mencapai 1.83 miliar meter kubik. Tentunya anggaran biaya yang mesti disiapkan semakin besar, diperkirakan bisa mencapai 86.5 milyar riyal atau setara dengan 324.3 milyar dolar AS atau sekitar 3,892.5 triliun rupiah [5]. Wow, angka yang fantastis!!
Salah satu contoh air minum botolan 600mL yang beredar di Arab Saudi.
Salah satu contoh air minum botolan 600mL yang beredar di Arab Saudi.
Dalam setiap produksi 20,000 meter kubik air, biaya per meter kubik-nya sebesar 12 riyal atau 3.2 dolar AS. Namun tarif yang dikenakan kepada masyarakat hanya sebesar 0.12 riyal atau 0.03 dolar AS tiap meter kubik air, atau sekitar 360 rupiah. Luar biasa murahnya, bukan!
Suatu ketika saya berbelanja di warung kecil pinggir jalan, lalu bertanya,
”a’tini moyah wahid ya habibi. Kam fulus?” (Berikan saya sebotol air minum, Mas. Berapa duit yaks?)
Penjualnya seraya menjawab,
“Biriyal ya sodik” (satu riyal aja bro)
Maka tak heran, kalau harga sebotol air minum 600 mL hanya satu riyal saja atau setara dengan 3000 rupiah. Begitu juga dengan air isi ulang galon. Saya pikir harganya akan lebih mahal. Tapi ternyata hanya tiga riyal saja atau sekitar 8000- 9000 rupiah.
“Hemm..Kok harganya hampir sama dengan di Jakarta yah??  Padahal Indonesia itu kaya sekali dengan sumber daya airnya. Coba kurang apalagi bila dibandingkan dengan KSA. Setidaknya selama enam bulan sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan tiap harinya. Sungai-sungai mengalir deras hingga ke pantai. Air sumur pun melimpah ruah. Belum lagi ada banyak danau dan waduk.
Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi buat kita untuk selalu berpikir dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan di sana-sini. Untuk itu, mari kita perhatikan firman Allah berikut ini:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96)
Semoga bermanfaat.
- Salam dari Jeddah-
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* Artikel ini diterbitkan di Majalah Geospasial.
** Penulis adalah Master lulusan Universitas King Abdulaziz (KAU) Jeddah, bidang Hydrologi dan Pengelolaan Sumber Daya Air (2013). 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi:
[1] http://www.riyadh.climatemps.com/precipitation.php diakses pada 9 Desember 2013
[2] Al-Salamah IS, Ghazaw YM, Ghumman AR. 2011. Groundwater modeling of Saq Aquifer in Buraydah, Al Qassim for better water management strategies. Environ. Monit. Assess., 173: 851–860
[3] Abderrahman WA, Al-Harazin  IM. 2008. Assessment of climate changes on water resources in the Kingdom of Saudi Arabia. GCC Environment and Sustainable Development Symposium, 28–30 January 2008, Dhahran, Saudi Arabia, D-1-1 – D-1-13
[4] JCC-Jeddah Regional Climate Center. 2012. Assessment of climate change on water resources in Kingdom of Saudi Arabia. First National Communication Water Resources. http://jrcc.sa/First_National_Communication_Water_Resources.php. Accessed on 1 Oct. 2012 Kingdom of Saudi Arabia Standard (KSA). 2003. General presidency of meteorology and environment
[5] http://www.aawsat.net/2013/07/article55308131 diakses pada 9 Desember 2013

Tuesday, September 3, 2013

Arab Saudi Perbanyak Alquran Braille

RIYADH -- Organisasi amal Arab Saudi memperbanyak Alquran dengan huruf braille di wilayah setempat dan negara Arab Lain. Sebanyak 200 kopi Alquran didistribusikan untuk orang berkebutuhan khusus. Distribusi merupakan tahap kedua untuk memperbanyak alquran braille. Tahap pertama distribusi telah dilakukan pada akhir 2012.

"Sebagian besar orang dapat membacara Alquran dari braille, tapi mereka tidak punya cetakkannya, dan 20 persen Alquran cetak braille didistribusikan ke sekolah baik di dalam mau pun luar Saudi," ujar Sekjen Asosiai untuk Peningkatan Visual, Muhammad Tawfiq Bellow dikutip Arabnews, Selasa (3/9). 

Berdasarkan studi yang dikeluarkan asosiasi, sekitar 27 persen orang berkebutuhan khusus bisa membaca dan menulis dalam braille. Bahkan 60 persen di antaranya mahir dan profesional. Bellow mengatakan, sebagian besar orang berkebutuhan khusus penglihatan butuh Alquran braille. Namun, hanya sedikit cetakan Alquran braille yang dipublikasikan. 

Dia mengatakan, teknologi percetakan harus membuat mekanisme cetak dengan braille. Dia meyakinkan akan terus mendistribusikan Alquran Braille. Cetakan Alquran braille memiliki enam edisi. Setiap edisi memiliki 991 halaman dan dibagi dalam lima bagian. (Rep)

Friday, August 23, 2013

Peduli Berat Tas Sekolah

Anak sekolah sekarang sepertinya terlalu banyak membawa perlengkapan sekolah, sehingga menjadi beban yang ada pada ransel sekolahnya.

Karena itu, Departemen Pendidikan Arab Saudi mengeluarkan kampanye kesadaran akan berat ideal dan jenis tas sekolah yang baik untuk tiap tingkatan kelas.

Kampanye ini akan menargetkan siswa dan orang tua dengan slogan "The Less it Weight, The Better Your Health."

Juru bicara Kementrian Pendidikan Arab Saudi, Muhammad Al-Dakhini mengatakan berat ransel sekolah rata-rata tidak lebih dari sepuluh sampai 15 persen dari berat siswa.
.
"Berat buku untuk siswa kelas pertama adalah 2 kilo dan 100 gram, untuk tingkat menengah 5 kilo dan 100 gram, dan untuk tingkat menengah, kami sarankan enam kilo dan 60 gram," jelasnya dikutip Arabnews, Selasa (20/8/2013).

Dia mengatakan bahwa siswa tidak harus membawa buku pelajaran mereka sekaligus. Melalui kampanye ini, kementerian berupaya meningkatkan kesadaran tentang proses seleksi tas sekolah dalam pandangan berbagai ukuran dan model tas yang tersedia di pasar.

"Kampanye ini juga menekankan kebutuhan untuk meringankan beban siswa, seperti pengaturan jadwal harian untuk kelas, dan menekankan pada cara yang tepat untuk membawa tas," tambahnya.
(Mia/Abd)

health.liputan6.com

Sunday, July 21, 2013

Masjid Bersejarah di Eropa Bantuan KSA

Masjid Lala Mustafa Pasha awalnya dikenal sebagai Katedral Saint Nicolas. Bangunan ini adalah bangunan abad pertengahan terbesar di Famagusta, Siprus Utara. Dibangun mulai tahun 1298 dan ditahbiskan sebagai katedral Kristen pada tahun  1328. Katedral diubaBanyak masjid megah berdiri di Benua Eropa. Beberapa di antaranya bahkan termasuk masjid bersejarah. Sebagian besar dibangun pada era 1980-an, tetapi ada pula yang telah ada sejak abad ke-13. Tak langsung menjadi masjid, beberapa awalnya merupakan gereja atau katedral yang karena di tinggalkan jamaahnya kemudian diambil alih kaum Muslim menjadi masjid.

Masjid Lala Mustafa Pasha
Sebelum menjadi Masjid Lala Mustafa Pasha, ba ngun an ini dikenal sebagai Katedral Saint Nicolas. Ini adalah bangunan abad pertengahan terbesar di Famagusta, Siprus Utara. Dibangun mulai 1298, kemudian difungsikan sebagai katedral Kristen pada 1328. Katedral diubah menjadi masjid setelah Kesultanan Turki Utsmani menguasai Famagusta pada 1571. Ayasofya, demikian nama indah yang disematkan pada masjid itu.

Karena ajaran Islam melarang penggambaran makh luk hidup, seperti manusia dan hewan, maka keberadaan patung dan lukisan makhluk hidup pada dinding dan kaca patri di interior bangunan ini dihapus. Pada 1954, nama masjid ini diganti menjadi Lala Mustafa Pasha.

Masjid Roma
Siapa bilang hanya ada gereja di Kota Roma? Di Ibu Kota Italia ini juga terdapat masjid megah, yakni Masjid Roma. Didesain oleh arsitek Italia, Paulo Porthogesi, masjid ini berdekatan dengan Kota Vatikan dan sinagoge Yahudi.

Berlokasi di area Pusat Budaya Islam di Roma, masjid ini merupakan yang terbesar di Italia dan Eropa Barat. Pembangunan Masjid Roma yang memakan waktu sekitar delapan tahun (1984-1992) terlaksana berkat dana bantuan dari beberapa negara Islam, secara khusus Kerajaan Arab Saudi yang menyumbang sebesar 50 juta dolar AS.

Ide untuk membangun masjid ini dicetuskan oleh Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Aziz pada sekitar 1970-an. Rencana itu kemudian dimatangkan pada 1974 ketika Presiden Italia Giovanni Leone berkunjung ke Arab Saudi. Saat pertemuan kedua pemimpin, Geovanni menyambut baik usulan Faisal. Bahkan, ia berjanji akan me nyediakan tanah untuk lokasi pembangunan masjid itu. Na mun, ia memberi syarat, antara lain, pihak Raja Faisal harus menyediakan seluruh dana pembangunannya. Faisal langsung menyetujui.

Masjid Wina
Dengan menara setinggi 30 meter dan kubah berdiameter 20 meter, masjid di Ibu Kota Austria ini boleh jadi tak tergolong megah. Meski demikian, masjid ini istimewa mengingat aktivitas keislaman yang berlangsung di dalamnya. Selama lebih dari 30 tahun, masjid ini menjadi pusat kajian dan pengembangan Islam di Austria.

Vienna Islamic Center dibangun mulai 1975 dan rampung pada 1979. Masjid ini menjadi pusat kegiatan amaliah selama Ramadhan bagi Muslim Austria dan mampu mengakomodasi delapan persen dari 430 ribu Muslim di negeri ini.

Masjid ini merupakan rujukan bagi mualaf ketika ingin menggali pemahaman tentang Islam. Setiap bulannya, rata-rata dua hingga tiga warga asli Austria berkunjung ke masjid untuk mendapat pencerahan mengenai Islam dan bersyahadat. (REP)









Monday, June 3, 2013

Buka Bersama di Masjidilharam Capai Rp 1,22 Miliar/Hari

BANDUNG, (PRLM).- Saat bulan Ramadan suasana lapangan luar maupun lorong-lorong di dalam Masjidilharam penuh dengan lautan manusia. Selama bulan Ramadan seluruh areal Masjidilharam menjadi tempat berbuka puasa terbesar di dunia.

"Lebih dari 12 ribu meter plastik laksana taplak meja panjang dibentangkan setiap hari di areal masjid tersebut untuk mereka yang ingin berbuka puasa saat Magrib tiba. Orang-orang yang bertugas menyediakan makanan berbuka di Masjidilharam mengatakan biaya setiap hari mencapai sekitar 50.000 Rriyal Arab Saudi atau sekitar Rp 1,22 miliar," kata pembimbing haji plus dan umrah Qiblat Tour, H. Sodik Mudjahid, di kantornya Jln. Taman Cibeunying Selatan 15 Bandung, Minggu (2/6).

Sebagian besar makanan yang disajikan dalam buka puasa berasal dari masyarakat maupun pengusaha Arab Saudi. Masyarakat biasanya membawa anak dan istrinya dengan membawa makanan dan minuman yang nantinya dibagikan kepada jemaah masjid maupun jemaah umrah dari seluruh dunia. Sedangkan pengusaha Arab Saudi bisa menyewa kontainer khusus yang membawa makanan di areal parkir dekat Masjidilharam.
Waktu untuk berbuka puasa tak lebih dari 15 menit, mulai dari petugas menggelar taplak sampai pembersihan sisa makanan. "Daerah tempat orang berbuka puasa dibersihkan secepat mungkin agar tersedia ruang untuk melaksanakan Salat Maghrib," ujarnya.

Santapan berbuka yang diberikan oleh para dermawan tersebut terdiri atas kurma, jus, susu dan kue maupun roti. Kurma dan Air Zam Zam dibagikan lebih dulu sebelum saat berbuka. "Jumlah kurma yang dikonsumsi setiap hari oleh orang yang berbuka puasa di Masjidil Haram diperkirakan berjumlah lebih dari lima juta buah. Dengan sebanyak 1,2 juta orang Muslim yang mengerjakan salat di Masjidilharam, jumlah itu berarti sama dengan tiga kurma untuk setiap orang," tambahnya.

Selain itu, lebih dari dua juta botol Air Zam Zam dikonsumsi oleh Muslim saat berbuka puasa. Kecepatan dalam menggelar plastik taplak, makanan, maupun cara membersihkannya perlu ditiru masjid-masjid di Indonesia. "Tak perlu waktu lama hanya 15 menit dalam menyajikan lalu membersihkan sampah bekas makanan maupun minuman. Lalu, kaum Muslimin bersiap melaksanakan salat Magrib," tuturnya.(A-71/A-147)***

Saturday, April 27, 2013

Deportasi Orang Ganteng Dalam Syariat Islam

deportasi karena wajah ganteng 

Deportasi Pemuda karena Terlalu Ganteng

Salam, Ustad mesti sudah dengar berita orang ganteng yang dideportasi dari Saudi ke Abu Dabi. Sebenarnya semacam ini melanggar hak tidak? Karena dia ganteng kan gak salah. Kenapa hrs dideportasi? Mohon tnggapannya… Trims
Dari: Imma

Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Bagian dari keistimewaan masyarakat kita, mudah memberikan komentar terhadap masalah yang sama sekali bukan menjadi kepentingannya. Bagi dunia pers, berita aneh adalah berita baik. Karena dengan ini dia bisa mendapatkan rating kunjungan pembaca yang lebih tinggi. Urusan mendidik dan tidak mendidik, bukan jadi soal. Yang penting bisa tetap laris.

Deportasi orang tampan yang dilakukan pemerintah saudi merupakan contoh dalam hal ini. Apa kepentingan masyarakat indonesia dengan kebijakan ini? Sampai mereka harus gempar, bahkan memberikan komentar tanpa arah. Meskipun setidaknya ada satu pelajaran yang bisa kita tangkap dari fenomena ini, bahwa komentar masyarakat kita terhadap kasus tersebut menunjukkan bagaimana tingkat pemahaman mereka terhadap syariat islam.

Berikut beberapa catatan yang bisa kita perhatikan terkait kasus deportasi tersebut,
Pertama, sejatinya kebijakan semacam ini pernah dilaksanakan di zaman khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu.

Suatu ketika Umar radhiyallahu ‘anhu jalan-jalan di malam hari, melaksanakan tugas sebagai khalifah. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang memanggil-manggil nama Nashr bin Hajjaj. Dia berangan-angan untuk bertemu Nashr, sampai tidak bisa tidur. Wanita ini bersyair,

هل من سبيل إلى الخمر فأشربها ….. أو هل من سبيل إلى نصر بن الحجاج

Apakah ada jalan mendapatkan arak agar saya dapat meminumnya * * *
Atau apakah ada jalan untuk menemui Nashr bin Hajjaj.

Dia sedang mabuk kepayang, jatuh cinta dengan Nashr bin Hajjaj.

Pagi harinya, Umar mencari identitas Nashr bin Hajjaj. Ternyata dia berasal dari Bani Sulaim. Seketika Umar radhiyallahu ‘anhu menyuruh Nasrh untuk menghadap. Ternyata Nashr bin Hajjaj ialah orang yang pandai bersyair, sangat bagus rambutnya dan sangat tampan wajahnya.

Kemudian Umar memerintahkan agar rambutnya digundul. Dia pun menggundul  rambutnya. Tapi ternyata dia semakin tampan. Lantas Umar memerintahkan agar dia memakai surban. Setelah memakai surban, justru menambah ketampanananya dan menjadi hiasan baginya. Lalu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Tidak akan tenang bersamaku seorang laki-laki yang dipanggil-panggil oleh perempuan.” Kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu memberinya harta yang banyak dan dia mengutusnya ke Bashrah agar dia melakukan perdagangan yang dapat menyibukkan dirinya dari memikirkan perempuan dan menyibukkan perempuan dari dirinya.

Kisah ini disebutkan oleh sejumlah ulama. Diantaranya Syaikhul islam dalam kitab Istiqamah dan Majmu’ Fatawa, Ibnul Qoyim dalam Badai Al-Fawaid, Al-Alusi dalam Tafsirnya; Ruhul Ma’ani, dan As-Syinqithi dalam Adhwaul Bayan. Kisah ini dishahihkan Al-Hafidz Ibn Hajar dalam Al-Ishabah (6/485).

Kedua, bagi orang yang belum memahami rahasia dibalik kesempurnaan syariat, akan bertanya-tanya, apa urusan Umar dengan ketampanan Nashr bin Hajjaj?

Tentu saja yang dilakukan Umar bukan karena beliau iri dengan Nashr atau semata karena kurang kerjaan. Pemimpin sekelas Umar sangat jauh dari dugaan semacam ini.

Untuk bisa mengerti latar belakang keputusan Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, kita perlu memahami satu kata kunci bahwa syariat islam adalah syariat yang membuka setiap jalan kebaikan dan menutup semua celah keburukan.

Jika kita perhatikan aturan syariat, kita bisa menyimpulkan bahwa syariat islam sangat antusias untuk membuka setiap celah kebaikan dunia-akhirat dan menutup rapat setiap celah keburukan dunia-akhirat. Karena itulah, dalam urusan yang haram, islam tidak hanya melarang yang haram saja, tapi juga melarang semua celah yang bisa mengantarkan kepada yang haram. Islam mengharamkan zina, islam juga mengharamkan setiap celah menuju zina. Islam mengharamkan riba, islam juga mengharamkan setiap celah menuju riba, seperti jual beli ‘inah, dst. Semangat seperti inilah yang sering dikenal oleh para ulama ushul fiqih dengan istilah Saddud Dzari’ah : menutup celah setiap jalan yang bisa memicu timbulnya perbuatan yang terlarang.

Syaikhul Islam mengatakan,
إن الشريعة جاءت بتحصيل المصالح وتكميلها وتعطيل المفاسد وتقليلها فالقليل من الخير خير من تركه ودفع بعض الشر خير من تركه كله …
“Sesungguhnya syariat datang untuk mewujudkan semua bentuk kebaikan dan menyempurnakannya, serta menghilangkan semua bentuk kerusakan dan menguranginya. Menjaga kebaikan yang sedikit, itu lebih baik dibandikangkan mengabaikannya. Mengurangi keburukan yang seidkit, itu lebih baik dari pada membiarkan semuanya.” (Majmu’ Fatawa, 15/312).

Setalah menyebutkan prinsip penting di atas, selanjutnya Syaikhul islam menyebutkan kisah Nashr bin Hajaj bersama Umar,
ومما يدخل في هذا أن عمر بن الخطاب نفى نصر بن حجاج من المدينة ومن وطنه إلى البصرة لما سمع تشبيب النساء به..

Termasuk upaya mewujudkan semangat ini adalah sikap Umar bin Khatab yang mendeportasi Nashr bin Hajjaj dari kota asalnya Madinah ke kota Bashrah. Karena beliau mendengar beberapa wanita menyanjung-nyanjung dirinya…

Ketiga, Apakah Ini Hukuman?
Jika kita perhatikan, sejatinya semacam ini bukan hukuman. Andaipun disebut hukuman, sejatinya hanya hukuman yang sangat ringan. Karena orang ini hanya dideportasi ke tempat lain, dan selanjutnya dia bisa beraktivitas sebagaimana umumnya masyarakat. Dia tetap mendapat hak kelayakan hidup.

Dan kebijakan pemerintah muslim dalam hal ini adalah menjaga timbulnya peluang maksiat yang lebih besar. Sehingga tujuan sejatinya adalah sebagai pendidikan bagi umat.

Ini sebagaimana dijelaskan Syaikahul islam dalam lanjutan fatwanya,
فهذا لم يصدر منه ذنب ولا فاحشة يعاقب عليها؛ لكن كان في النساء من يفتتن به فأمر بإزالة جماله الفاتن فإن انتقاله عن وطنه مما يضعف همته وبدنه ويعلم أنه معاقب وهذا من باب التفريق بين الذين يخاف عليهم الفاحشة والعشق قبل وقوعه وليس من باب المعاقبة

Dalam kasus ini, Nashr bin Hajaj sebenarnya tidak melakukan dosa maupun perbuatan keji, sehingga dia layak dihukum. Akan tetapi mengingat ada beberapa wanita yang tergila-gila dengannya maka beliau perintahkan untuk mengurangi kadar kegantengan pemicu fitnah. Dengan dia dideportasi dari negerinya akan mengurangi pikiran yang tidak karuan, fisiknya dan dia akan menyadari bahwa dia sedang dihukum. Semacam ini hakekatnya adalah menjauhkan orang dari kekhawatiran timbulnya perbuatan keji dan mabuk cinta, sebelum itu terjadi, dan bukan sebagai hukuman. (Majmu’ Fatawa, 15/313).

Keempat, Bukankah Ini Merugikan Satu Pihak?
Kita sepakat ini akan merugikan pihak yang dideportasi. Padahal dia tidak melakukan kesalahan. Tapi harus ada yang dikorbankan demi berlangsungnya pendidikan bagi umat. Dalam kajian fikih, semacam ini termasuk bentuk mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan individu. Para ulama meletakkan kaidah,

يتحمل الضرر الخاص لدفع ضرر عام
Diambil kerugian yang lingkupnya kecil untuk menghindari kerugian yang lingkupnya umum. (Al-Wajiz fi Idhah Qawaid Al-Fiqh Al-Kuliyah, hlm. 263).

Mengorbankan hak orang yang dideportasi, itu pasti. Tapi pengorbanan ini akan lebih ringan dibandingkan kemaslahatan yang bisa dinikmati banyak orang. Setelah memahami ini, berlebihan ketika ada orang yang menggugat fenomena tersebut atas nama HAM.

Kelima, Tak Kenal maka Tak Sayang
Demikian kata pepatah yang sering kita dengar. Para ulama juga menasehatkan hal yang sama,
الناس أعداء ما جهلوا
“Manusia akan menjadi musuh terhadap kebaikan yang tidak dia ketahui.”

Ketika yang dia benci tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran islam, mungkin masalahnya akan ringan. Namun ketika yang dibenci ajaran syariat, masalahnya menjadi runyam. Bisa dibayangkan ketika ada seorang muslim yang membenci aturan syariat agamanya karena dia tidak paham bahwa itu aturan syariat.
Apa yang dilakukan pemerintah Saudi dalam kasus ini tidak ubahnya sebagaimana keputusan Khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu. Dan itu sesuai dengan semangat yang diajarkan dalam islam. Sayangnya banyak muslim yang keburu buka mulut untuk komentar miring, padahal sejatinya itu sesuai dengan aturan agamanya.

Sekali lagi, hati-hati dengan komentar, karena semua akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah, Dzat yang Maha Mengetahui segalanya.

Allahu a’lam