Friday, August 3, 2012

Saudi menangkap tokoh profokator syiah

saudiMenteri Dalam Negeri KSA Pangeran Ahmed bin Abdul Aziz mengatakan bahwa kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh ulama Syiah radikal al-Hujjah Namir Baqir al-Namir –yang memprofokasi massa untuk membunuh pangeran Saudi dll- menunjukan bahwa dia tidak waras atau “cacat mental” atau “gila.”


Foto Namir Baqir al-Namir, profokator syiah
Melalui konferensi pers, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menerima pelanggaran apapun yang mengancam keamanan negara.

Menteri Dalam Negeri mengisyaratkan bahwa istri Namir bekerja sebagai karyawati di kantor imigrasi , sementara anak-anaknya ditugaskan belajar ke luar negeri. lantas istrinya terkena penyakit serius, maka ia dikirim ke Amerika Serikat dengan anak-anaknya untuk pengobatan dan seluruh biaya ditanggung negara, Negara telah melakukan maksimal untuknya, dan segala sesuatu terbuka untuknya seperti yang lain.

Perlu dicatat bahwa Saudi Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa pasukan keamanan telah menangkap Namir Baqir al-Namir salah satu penghasutan (profokator) terjadinya fitnah di kota al-Awamiyyah- Qothif.

juru bicara kementerian, Jenderal Mansour bin Sultan Turki mengatakan: Yang bersangkutan mencoba untuk melarikan diri dan dia beserta orang-orang yang bersamanya mencoba melawan petugas keamanan dan memulai menembak dan menabrak salah satu patroli keamanan, lalu petugas membalas dan berhasil menangkapnya setelah ia terluka di paha, ia dibawa ke rumah sakit untuk perawatan dan penyelesaian proses hukum terhadap dia .

sumber : www.gensyiah.com

Arab Saudi Mulai Berlakukan Larangan Merokok

RIYADH - Arab Saudi mengumumkan, negaranya siap memberlakukan dekrit kerajaan untuk melarang merokok di tempat-tempat umum. Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Ahmed bin Abdulaziz menegaskan bahwa larangan ini akan berlaku secepatnya.

Selain rokok kretek, shisha juga dilarang di restoran, supermarket, dan pusat perbelanjaan. Remaja di bawah usia 18 tahun juga dilarang membeli rokok.

"Larangan ini merepresentasikan langkah penting bagi Kerajaan Arab Saudi dalam mengurangi perokok di Arab Saudi," ujar Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS) Adel bin Ahmed Al-Jubeir, seperti dikutip Arabian Business, Kamis (2/8/2012).

Arab Saudi sebelumnya sudah menggelar kampanye anti-rokok dalam beberapa tahun ini, termasuk melarang warganya merokok di bandara. Pada Mei lalu, rumah sakit di Arab Saudi melarang warga merokok di dalamnya dan di sekitar komplek rumah sakit.

Menurut media setempat, Rumah Sakit King Faisal siap mendenda siapapun yang melanggar larangan merokok. Denda itu sebesar USD53 atau sekira Rp501 ribu.

"Larangan ini muncul sebagai bagian dari standar internasional untuk membersihkan lingkungan di sekitar rumah sakit Jeddah dan Riyadh," ujar salah seorang pejabat di Jeddah, Hassan Al-Ghamdi.(AUL)
 
international.okezone.com

Taif, Tempat Paling Dingin di Arab Saudi

img

Taif (en.wikipedia.org)

gbgbTaif - Siapa bilang semua kawasan di Arab Saudi bersuhu panas? Negara Timur Tengah ini ternyata memiliki dataran tinggi yang bersuhu dingin, mirip seperti Puncak Pass di Jawa Barat.

Taif, itulah nama dataran tinggi di Arab Saudi yang terkenal sebagai kawasan dingin. Taif berada di pegunungan Arab Saudi, tepatnya di daerah Hijaz, sekitar 2 jam dari Jeddah.


Karena berada di ketinggian 6.000 kaki atau sekitar 1.828 meter, Taif memiliki hawa yang jauh lebih sejuk dibandingkan dengan daerah lain di Arab Saudi, seperti yang ditulis situs Al Hada, Kamis (2/8/2012). Saat musim panas saja, suhu di Taif bisa dibilang cenderung sejuk, yaitu sekitar 26-32 derajat Celcius. Suhu ini jauh lebih sejuk dibandingkan kawasan Arab Saudi lain yang bisa mencapai 45 derajat Celcius.


gbPada musim dingin, suhu Taif semakin dingin dan berangin, yaitu mencapai 4 derajat Celcius. Wisatawan yang datang pun diharapkan mengenakan pakaian tebal agar tidak sakit dan kedinginan.

Biasanya Taif selalu ramai dikunjungi penduduk Arab Saudi yang akan berjalan-jalan menghabiskan akhir pekan. Waktu paling ramai adalah saat musim panas tiba. Mereka akan datang bersama keluarga atau kerabat untuk bersantai-santai dan menikmati udara sejuk.


Untuk mencapai Taif, wisatawan bisa membawa kendaraan pribadi yang disewakan. Hanya saja harus berhati-hati karena jalanan menuju dataran tinggi ini cukup berliku dan sedikit curam, terutama pada malam hari.


Turis harus melalui sekitar 93 tikungan yang cukup tajam. Meski trek yang dilalui cukup sulit, turis bisa menikmati perjalanan sambil memandang ke arah perkebunan yang banyak terhampar di Taif.

Ya, Taif tidak hanya dijadikan lokasi liburan, tetapi juga tempat untuk berkebun dan bertani. Ada banyak lahan pertanian di kawasan sejuk ini. Toko-toko yang menjual aneka sayuran dan buah-buahan, seperti buah delima dan anggur.


Tidak hanya itu, tempat wisata di Arab Saudi ini juga memiliki aneka toko menarik yang sayang jika tidak dikunjungi para wisatawan. Beberapa toko yang ramai dikunjungi adalah toko elektronik, toko emas, dan karpet. Untuk harga cukup relatif, jika ingin mendapat harga yang murah, keluarkan seluruh kemampuan menawar Anda.


Liburan di Taif, turis tidak hanya disuguhkan sebuah pemandangan indah dari atas pegunungan. Pelancong juga bisa jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di sana, seperti Taman Al Rudaf, Al Shafa dan Cagar Alam.


Taman Al Rudaf berada di selatan Taif. Ini adalah taman alam yang dipenuhi dengan banyak batu granit. Tidak hanya itu, Taman Al Rudaf juga memiliki kebun binatang mini. Cocok untuk dikunjungi bersama anak.


Tempat wisata kedua yang ada di Taif adalah Desa Al Shafa. Di sinilah tempat para turis yang ingin melihat berbagai produk pertanian Arab Saudi. Ada banyak lahan perkebunan dan pertanian di Al Shafa. Bahkan, Anda juga bisa mencicipi asyiknya menunggang unta.


Ada lagi tempat asyik di Taif yang cocok untuk turis pecinta alam, yaitu Cagar Alam. Pepohonan rimbun memenuhi tempat ini yang menciptakan hawa sejuk. Cagar Alam juga menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam di Taif.

travel.detik.com


Thursday, August 2, 2012

Berkunjung ke Tenda Ramadan di Arab Saudi

img

Tenda Ramadan

Riyadh - Traveling ke Arab Saudi di bulan Ramadan akan terasa sangat spesial. Wisatawan bisa berkunjung ke tenda-tenda Ramadan yang semarak dengan jualan aneka makanan berbuka puasa.

Tenda khusus di bulan Ramadan ini sudah menjadi ciri utama di Arab Saudi ketika Bulan Suci tiba. Tenda-tenda ini sengaja dibuat hanya saat bulan Ramadan. Lokasi ini pun dibuat sebagai tempat berkumpul masyarakat Arab sebelum berbuka sampai matahari tenggelam.

Tidak hanya masyarakat Arab yang menunggu waktu berbuka di tenda ini. Banyak juga wisatawan dari berbagai belahan dunia yang ikut menikmati suasana lain saat berbuka puasa di negara Timur Tengah ini.

Popularitas tenda ini pun pertama kali terjadi di Kairo, Mesir. Kemudian menyebar ke daerah Arab dan dikembangkan sebagai destinasi khusus saat bulan Ramadan.

Awalnya, tenda ini dibangun sebagai tempat belasungkawa yang dikenal sebagai "Saradek" dalam bahasa Arab. Selain itu tempat ini juga digunakan sebagai tempat yang menyediakan makanan atau keperluan untuk orang yang membutuhkan. Namun, seiring perkembangannya, tenda ini berubah menjadi tempat bergaul, makan, minum dan menghisap shisa saat bulan Ramadan, dalam situs Al Arabiya News, yang detikTravel kutip, Rabu (1/7/2012).

Semua hal yang disajikan dalam tenda tersebut terlihat sangat mewah. Pelancong yang menghabiskan malam di tenda khusus ini bisa menikmati beragam menu baik khas Arab maupun internasional.

Meskipun beberapa sejarawan Islam menganggap tradisi ini terlalu mewah dan berlebihan, tenda Ramadan ini tetap ramai dikunjungi oleh penduduk Arab ataupun pelancong yang mengadakan iftar atau buka puasa bersama di Arab Saudi.

Karena pada Ramadan kali ini Arab Saudi memasuki musim panas, tenda-tenda ini tidak dibangun di pingir jalan. Akan tetapi, pelancong bisa menemukan tenda khusus ini di hotel ataupun restoran yang membangun tenda khusus ini.

travel.detik.com

Hadiri Bukber Atase Saudi, 500-an Napi Dihimbau Tobat

Napi perlu terus dibina hingga keluar penjara
Kurang lebih 500 narapidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas IIA Narkotika, Cipinang, Jakarta, mengikuti buka puasa bersama (bukber) dengan Atase Agama Arab Saudi.

Acara yang berlangsung di Masjid Daarusysyifa’ kompleks LP Cipinang, Rabu (01/08/2012) itu merupakan bentuk kepedulian Pelayan Dua Tanah Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz Alu Su’ud terhadap dakwah Islam di Indonesia, terkhusus para napi.

“Paling nggak ada pembinaan di dalam, dan setelah mereka keluar (dari penjara),” ujar Staf Atase Agama Saudi Ustadz Yunus kepada hidayatullah.com.

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota Dewan Syuro Hidayatullah Ustadz Aqib Junaid. Dalam ceramahnya, Ustadz Aqib mengajak para napi untuk memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Hal itu, menurutnya, sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah Subhanahu Wata'ala.

"Ramadhan adalah media, sarana untuk kita meratap, memohon ampunan kepada Allah,” katanya.
Ustadz Aqib pun mengajak para napi untuk segera bertobat dan memperbaiki diri.
“Orang beriman bukan orang yang tidak pernah melakukan dosa, tapi orang beriman adalah orang yang apabila melakukan dosa, segera tobat, istighfar, memohon ampun kepada Allah," terangnya.
Acara bukber itu sendiri akan terus dilakukan pada kesempatan selanjutnya.
“Ini kedua kalinya kami hadir. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa berlanjut terus,” kata Ustadz Yunus dalam sambutannya.
Pihak LP Narkotika Jakarta menyambut positif acara yang dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah dan makan malam tersebut.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus berjalan,” harap Benni Muhammad Saefullah dalam sambutannya mewakili pihak LP, sembari menyampaikan rasa terima kasihnya kepada atase agama Arab Saudi.*

Rep: Muh. Abdus Syakur
Red: Cholis Akbar
Hidayatullah.com- 

Bacaan Imam Masjidil Haram Larutkan Jamaah

Bacaan Imam Masjidil Haram Larutkan Jamaah
Suasana Masjidil Haram Makkah Arab Saudi, Rabu (1/8/2012).
Muhammad Nuruddin, pria kecil asal Lombok tampil bersahaja. Berkumis tipis dan jenggotnya tidak menjulur seperti kebanyakan pria Indonesia di Arab lainnya. Pada Ramadan 1433 Hijriyah ini, usianya 26 tahun. Tidak terasa dirinya sudah tinggal di Kota Mekkah (tanah suci umat Islam sedunia) Arab Saudi selama hampir 5 tahun lamanya.
 
Tahun 2005 lalu, niat awal pergi ke Mekah hanya untuk mengaji. Sesampainya di sini, keinginannya lebih dari itu, lalu dia memutuskan belajar di sebuah universitas. Seperti halnya mahasiswa yang menempuh kuliah di negara lain. Lima tahun tinggal di daerah yang sangat panas, tidak menghalanginya untuk berpuasa. Kenyataannya sungguh berbeda jika dibandingkan dengan melakukan puasa di Tanah Air.

Selain panas, aktivitas kerja dan ibadah di sini lebih disiplin tertib, teratur, dan aman. Saat pelaksanaan Ramadan, kondisi Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Makkah lebih bersih. Suasana bersih tidak hanya di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram saja, melainkan seluruh masjid-masjid di Arab Saudi melakukan hal yang sama.

"Selama belajar di sini, saya selalu berurusan dengan jemaah dari Tanah Air yang akan melaksanakan ibadah umrah dan haji. Alhamdulillah umat muslim dari Indonesia paling banyak jumlahnya yang ke sini," ujar pria bernama lengkap Muhammad Nuruddin Alawi, Rabu (1/8/2012).

Jika ditanya akan rasa rindu terhadap kampung halaman, ia hanya mengangguk dan manggut-manggut saja. Teringat ketika masa kecilnya di kampung, saat waktu sahur tiba anak-anak kecil beramai-ramai membawa kentongan. Kemudian memukul kentongan dan membuat bunyi-bunyian yang ramai sambil membangunkan warga muslim yang akan sahur.

Selama tinggal di sini, kata Nuruddin, dia tidak pernah mendengar lagi aktivitas yang terdengar di masa kecilnya. Termasuk seluruh masjid juga tidak pernah meneriakkan kata-kata seperti itu saat sahur tiba. Kendati demikian, khusus prosesi ibadah suasananya lebih syahdu, khusyuk, dan tidak akan pernah membosankan. Dari Ramadan ke Ramadan setiap tahunnya banyak kemudahan yang dia terima.

"Meski berbeda dengan kebiasaan di Tanah Air, rasa kangen saya terobati jika jemaah calon haji atau umrah datang ke sini. Obat kangen saya sama keluarga dan kampung halaman adalah datangnya jemaah dari Indonesia," ujarnya.

Lima tahun lalu ia menikmati Ramadan di Lombok, namun suasananya kurang bersahabat. Di kota, waktu siangnya tidak terlihat suasana puasa Ramadan sama sekali. Masih banyak orang yang makan, minum, atau merokok dis embarang tempat. Bahkan restoran atau kedai minuman berjualan seperti umumnya di luar puasa Ramadan.

Suatu saat di Tanah Air, dia pernah salat berjamaah di sebuah musala. Cukup mencenangkan sebab orangnya cuma satu. Dia yang melakukan azan dan iqamat serta dia sendiri yang menjadi imam. Sungguh sedih jika Nuruddin mengingat kejadian itu. Tetapi di tempat lain, rasa gembiranya terobati karena pelaksanaan tarawihnya hampir satu juz.

Di Tanah Air, menjelang 10 hari terakhir Ramadan situasi pasar yang ada di sekeliling sangat ramai. Sementara kondisi masjid menjadi sepi, terlebih jika jamaah sudah mulai melakukan i'tikaf (berdiam diri dalam masjid). Berbeda di Mekkah atau Madinah kondisi sangat berbalik. Di sini, muai 1 Ramadan sampai akhir penuh dengan lautan umat muslim dari seluruh dunia.

"Ramadan di Mekkah tidak ada rasa duka. Saya merasakan senang, baik itu urusan dunia atau akhirat. Ini motivasi saya, sebab nuansa Ramadan sangat kental ibadahnya. Apalagi jika berada di Masjidil Haram, tidak ada yang saya saksikan kecuali semua orang berlomba-lomba beribadah dan memberikan sedekah," imbuhnya.

Selain itu, Ramadan merupakan bulan yang sangat bagus untuk melakukan sedekah (memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa mengaharap imbal balik). Rata-rata setiap hari, semua orang, tidak peduli apakah orang Arab, Indonesia, Jerman, atau negara lainnya, mereka terus membagi-bagikan makanan atau minuman. Pelaksanaannya pada saat hendak berbuka puasa tiba.

Andaikata seseorang datang ke tanah suci tanpa membawa bekal apa-apa, dipastikan orang tersebut tidak akan kelaparan. Alasannya, hampir semua orang di dalam masjid membagi-bagikan makanan di mana-mana. Artinya, cukup datang dengan badan saja, dijamin pasti kenyang dan tidak kelaparan. Bahkan jika dia sanggup justru bisa pulang ke hotel atau penginapan dengan membawa puluhan makanan.

Khusus untuk menu yang umumnya dibagikan secara gratis adalah kurma. Semua hasil panen kurma terbaik di Arab Saudi dijual secara umum. Mulai dari harga SAR 30 sampai harga SAR 130 per kilogramnya. Umumnya, orang membeli kurma dengan jumlah banyak yang kemudian dibagi-bagikan kepada jemaah yang berada di luar atau dalam Masjidil Haram untuk persiapan berbuka.

Di Masjidil Haram salat sunat Tarawihnya 23 rakaat. Rata-rata semua jemaah yang makmum menikmati dan menghayati setiap bacaan imam. Setiap 1-2 juz surat Alquran dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dibaca dalam bilangan salat Tarawih. Meski berdiri salatnya lama, hal ini tidak membuat jemaah bosan atau kemudian beranjak pergi.

Lantunan bacaan imam yang sangat merdu menghanyutkan suasana jemaah. Banyak jemaah yang larut dan menangis karena mereka paham dan menghayati makna arti lafaz yang dilantunkan oleh imam. Tidak hanya itu, sebelum masuk masuk pintu masjid, sebagian mereka ada yang sudah menangis karena sudah sangat rindu berjumpa dengan Kabah.

Laporan Tribunnews.com Candra P. Pusponegoro dari Makkah Arab Saudi
TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH -

Wednesday, August 1, 2012

Hadiah Kurma dari Kerajaan Arab Saudi untuk Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Universitas Wahid Hasyim Semarang mendapatkan hadiah atau pemberian kurma dari Kerajaan Arab Saudi. Kurma sebanyak 10.000 kg yang terbagi dalam paket 2 kg tersebut diserahterimakan pada tanggal 29 Juli 2012. Kerjasama antara Unwahas dengan pemerintah Arab Saudi sudah terjalin sejak lama dan tahun 2011 pemerintah Arab Saudi (Raja Arab Saudi) memberikan undangan khusus kepada lima Staf Pengajar untuk menunaikan ibadah haji. Kunjungan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi ke kampus Unwahas juga pernah dilakukan pada bulan Maret 2012.



teknik.unwahas.ac.id

Malcolm X, politikus muslim paling berbahaya di Amerika

Malcolm X, politikus muslim paling berbahaya di Amerika
Malcolm X. (bossip.com)
Almarhum Malcolm Little, lebih dikenal sebagai Malcolm X, adalah salah satu politikus muslim dunia paling terkenal. Di negara asalnya, Amerika Serikat, dia dianggap berbahaya lantaran menuntut otonomi khusus bagi warga kulit hitam, seperti ditulis dalam laporan khusus the New York Times (1/8/2008).

Lahir di Kota Omaha, Negara Bagian Nebraska, Amerika, 19 Mei 1952, Malcolm mengalami masa kecil suram. Ayahnya, Earl Little, adalah pendeta gereja baptis kerap bersuara soal ketidakadilan kaum negro.

Pada masa itu, masih berlaku politik diskriminasi antar ras (disebut segregasi) di Amerika, terutama di kawasan selatan. Misalnya, warga kulit hitam tidak boleh naik bus bersama orang kulit putih, minum dari keran sama, atau makan di restoran sama. Penindasan ini membuat banyak orang negro berorganisasi, kebanyakan lewat institusi agama seperti gereja atau masjid.
Kegiatan Earl mulai dipantau kelompok kulit putih radikal Klux Klux Klan. Dia mengajak istri dan empat putranya, termasuk Malcolm, pindah ke Kota Lansing. Nahas, suatu pagi Earl tewas akibat tabrak lari. Banyak orang percaya dia dibunuh karena menyuarakan persamaan hak warga kulit hitam.

Saat itu Malcolm baru berusia enam tahun. Dia tumbuh menjadi anak nakal dan membenci kulit putih. Beranjak remaja, dia aktif merampok rumah orang kaya. Pada 1946, Malcolm masuk penjara karena tertangkap basah menadah jam curian.

Dalam penjara itulah nasib Malcolm berubah. Dia berkenalan dengan Reginald, pegiat Nation of Islam (NOI), sebuah kelompok radikal kulit hitam muslim. Dia tertarik pada ajaran NOI lantaran mengajarkan perlawanan pada kulit putih dan jalan hidup lurus sesuai ajaran Islam.

Perlahan Malcolm berubah sikap. Dia tidak merokok, menolak makan babi, dan akhirnya setelah bebas, dia bertemu pemimpin NOI, Elijah Muhammad. Malcolm lantas mengganti namanya menjadi Malcolm X. "Kata X menggambarkan identitas sejati saya tidak lagi diketahui, saya adalah keturunan seluruh warga Afrika tertindas, tanpa nama," ujar dia.

Malcolm segera menjadi corong propaganda NOI di Amerika. Dia mengirim surat ke Presiden Henry Truman, mengatakan siap mendirikan negara komunis berasaskan Islam. Dia pun aktif membela anggota NOI dipukuli polisi Kota New York pada 1957. Biro Penyidik Federal (FBI) langsung memantau karena Malcolm X sangat karismatik. Sekali bicara, ribuan warga kulit hitam, muslim dan non-muslim berkerumun dan mendengarkan takzim.

Menikahi Betty Sanders pada 1955 tidak membuat Malcolm lunak. Malah dia bersikap sangat keras dan kerap berpidato di televisi. Presiden John F. Kennedy yang baru terpilih sampai melobi dia agar masuk Kongres, supaya pergerakannya di NOI tidak menciptakan makar. Malcolm X menjadi politikus internasional. Dia berkawan akrab dengan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser dan Pemimpin Kuba Fidel Castro.

Pada 1964, dia berangkat haji. Di sana, Malcolm mendalami Islam aliran Sunni sekaligus mengganti namanya menjadi Al Hajj Malik El-Shabazz. Dia mengaku selama di NOI cara beragamanya ternyata keliru. Dia mengira Islam hanya alat untuk kemerdekaan kulit hitam.

Ketenarannya ternyata berbutunt panjang. Elijah sebagai pemimpin NOI merasa tersaingi. Gesekan keduanya kerap terjadi. Malcolm X akhirnya memutuskan keluar dengan alasan organisasi radikal ini lebih mementingkan persoalan ras daripada syiar agama Islam. Dia pun akhirnya bersedia bekerjasama dengan pegiat persamaan kulit hitam moderat, seperti Pendeta Martin Luther King Jr.

Nasib Malcolm berakhir tragis. Ketika berceramah di Aula Adubon, New York, dua pria mendadak memberondong dia. Dia tewas dengan 21 luka tembakan. Konon, mereka adalah suruhan NOI yang merasa Malcolm membelot dari perjuangan organisasi.

Hingga akhir hayatnya, Malcolm X belum sempat melihat kesetaraan antara kulit hitam dan kulit putih terwujud di Amerika. Dia meninggalkan seorang istri dan enam anak. Kisah hidupnya berulangkali difilmkan. Otobiografi Malcolm X merupakan salah satu buku wajib untuk membahas periode kelam ketika Negeri Paman Sam terpecah belah akibat warna kulit.

www.merdeka.com

Daniel Streich, pembenci masjid akhirnya bersujud

Daniel Streich, pembenci masjid akhirnya bersujud
Daniel Streich. (u2screative.blogspot.com)
Daniel Streich, anggota Partai Rakyat Swiss (SVP) menjadi sosok terkenal. Bukan saja awalnya dia sangat menentang keras pembangunan masjid di negaranya, melainkan dirinya secara mengejutkan berpindah haluan menjadi seorang muslim.

Situs islamicbulettin.com melaporkan Streich penganut kristen taat. Dia dibesarkan dengan ajaran Kristiani dan semasa kecil pernah bercita-cita menjadi pastor. Namun ketika remaja niatnya berubah. Ia mulai gemar berpolitik dan tanpa ragu terjun langsung menjadi anggota partai ternama di Swiss.

SVP bukan partai sembarangan. Di dalamnya terdiri dari cendekia, ilmuwan, pelajar, dan pegiat bukan dari kalangan muslim. Partai ini menjadi penentang nomor wahid penyebaran Islam di Swiss dan Streich paling vokal menyerukan penutupan masjiddi seantero Negeri Cokelat ini.

Streich mempropagandakan anti-Islam ke seluruh negaranya. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Swiss. Ia merasa mimbar dan kubah masjid tidak cocok dengan budaya negara itu. Ia juga menuding Islam agama teroris, pembuat onar, dan kekerasan.

Dalam usahanya menyingkirkan Islam dari Swiss, lelaki ini malah mempelajari Alquran dan Islam. Ia berharap dengan memahami ajaran Nabi Muhammad itu, dia mampu meruntuhkan iman kaum muslim. Yang terjadi, ia malah terpesona dengan agama rahmatan lil alamin ini.

Semakin jauh Streich belajar Islam, semakin tenggelam dia dalam keindahan agama samawi itu. "Banyak perbedaan saya dapatkan ketika mempelajari Islam. Agama ini memberikan saya jawaban logis atas pertanyaan hidup penting dan tidak saya temukan di agama saya," katanya.

Presiden Organisasi Konferensi Islam (OKI) Abdul Majid Aldai mengatakan orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan besar mengetahui Islam dan hubungan antara Islam dengan terorisme, sama halnya dengan Streich.

Dulu, Streich sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia keluar dari SVP dan mengumumkan status muslimnya. Streich bilang telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya.

www.merdeka.com

Bilal Philips, Islamkan tiga ribu serdadu Amerika

Bilal Philips, Islamkan tiga ribu serdadu Amerika
Bilal Philips. (thehabarinetwork.com)
Abu Ameenah Bilal Philips bernama asli Dennis Bradley Philips. Dia berdarah Jamaika namun masa kecilnya dihabiskan di Kanada. Perjalanannya mengenal Islam menarik untuk disimak.

Situs islamictoday.com menuliskan sebelum menjadi muslim, Philips menganut musik dan cinta sebagai agamanya. Dibesarkan dalam kultur musik Jamaika kental membuat ia memilih menjadi gitaris. Di kesengsem Jimi Hendrix dan Bob Marley. Saat berkuliah di Universitas Simon Frasier, Kota Vancouver, Kanada, dia kerap ngamen di klub dan kafe mempertontonkan kemahirannya bermain musik.

Bermain musik memberikan kesempatan pria kelahiran Jamaika, 6 Januari 1946, ini menjelajah ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Indonesia pada 1960-an. Di dua negara berpenduduk mayoritas Islam ini, Philips mulai tertarik mempelajari agama Nabi Muhammad, seperti dilansir surat kabar Gulf Today.

Balik ke negaranya pada 1972, lelaki berjanggut ini memutuskan mempelajari Islam secara intensif. Dia kerap berdiskusi dengan para cendekiawan muslim dan mempelajari buku-buku agama rahmatan lil alamin ini. Tak perlu waktu cukup banyak, beberapa bulan kemudian Philips mengucapkan dua kalimat syahadat, tanda sumpah serta pengakuan keesaan Allah dan Rasulullah sebagai utusanNya.

Setelah menjadi muslim, Philips memutuskan berhenti menjadi musikus dan mempelajari agama barunya lebih dalam. Dia mengaku tidak nyaman lagi bermusik. "Menjadi artis rentan terhadap perilaku dilarang Allah seperti obat-obatan, seks bebas, perempuan, dan pergaulan salah. Saya tidak mau seperti itu lagi," ujarnya.

Dia kembali bersekolah dengan mendaftarkan diri ke jurusan studi Islam di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Alasannya, dia ingin belajar Islam dari sumber klasik di kota-kota bersejarah dan bukan budaya prakteknya. "Beda lingkungan akan berbeda menerjemahkan Islam," kata Philips.

Kelar di Universitas Madinah, Philips terus belajar. Kali ini dia mendaftar program master di Universitas Riyadh. Selain berkuliah, dia juga nyambi menjadi pembawa acara Why Islam di Channel Two, stasiun televisi milik pemerintah Saudi. Acara seputar wawancara dengan para muallaf dari berbagai latar belakang dan ketertarikan mereka mempelajari Islam. Dengan membawa acara itu, Philips mengaku imannya semakin kuat. Tak cuma menjadi presenter, dia juga menulis buku, antara lain Poligami dalam Islam dan Prinsip Dasar Iman dalam Islam.

Kelar kuliah S2 pada 1990-an, Philips bekerja di departemen agama markas besar Angkatan Udara Arab Saudi di Ibu Kota Riyadh. Kala itu Perang Teluk tengah berkecamuk. Irak menginvansi ke Kuwait karena menolak menghapus utang luar negeri negeri Saddam Hussein itu. Posisi Kuwait kewalahan dan meminta bantuan ke Amerika Serikat. Negara adidaya itu mengirimkan pasukannya dan membuat pangkalan di Arab Saudi.

Ketika tentara Amerika bermarkas di Negeri Petro Dollar itu, Philips kebagian memberikan materi tentang Islam kepada mereka. Ini penting untuk mengajarkan pengetahuan benar Islam bukanlah agama menyukai kekerasan. Hasilnya, sekitar tiga ribu serdadu Amerika masuk Islam.

Selepas Perang Teluk, Philips dikirim ke Amerika untuk mendampingi para tentara muallaf itu. Dia mendapat bantuan dari anggota tentara beragama Islam untuk membuat konferensi dan kegiatan. Usahanya ini membuahkan hasil dan militer Amerika akhirnya membangun musala di seluruh pangkalan militer mereka.

Kelar proyek itu, Philips hijrah ke Filipina dan mendirikan pusat informasi di Mindanao serta universitas berbasis Islam di Cotobato City. Pada 1994, Philips mendapat undangan bergabung dengan lembaga amal Dar Al Ber di Dubai, Uni Emirat Arab. Di sana ia membentuk pusat informasi Discover Islam di Kota Karama. Proyeknya kali ini mengundang ulama dari pelbagai negara. Dalam lima tahun, pusat informasi itu telah membuat 15 ribu orang dari seluruh penjuru dunia mengucapkan dua kalimat syahadat.

www.merdeka.com