Friday, January 11, 2013

Salju Turun di Padang Pasir Arab Saudi

Salju Turun di Padang Pasir Arab Saudi
Badai salju di kota Tabuk, Arab Saudi
TABUK -- 'Ini benar salju.. di Saudi Arabia!'. Demikian Arabnews menuliskan judul beritanya tentang salju di padang pasir (gambar bawah). 
 
Tabuk, wilayah padang pasir dan pegunungan di barat laut Arab Saudi, mengalami fenomena alam yang tidak biasa. ''Tabuk diguyur salju tahunan sejak Selasa kemarin,'' tulis Arabnews.

Warga setempat langsung memanfaatkan momen langka itu dengan berwisata ke pegunungan indah dan lokasi lainnya yang diselimuti salju. Warga dari luar Tabuk juga tak mau kalah ingin menikmati momen salju yang sangat jarang terjadi tersebut.

''Jalan-jalan, terutama menuju lokasi Gunung Allouz, dipenuhi oleh mobil-mobil,'' tulis Arabnews dalam tulisan beritanya 'It's snowing.. in Saudi Arabia!.

Sementara, petugas keamanan serta petugas lalu lintas dan kesehatan bersiaga di sejumlah titik untuk mengatur arus 'turis dadakan' dan siap memberikan pelayanan. Direktur Lalu lintas Tabuk, Brigadir Muhammad bin Ali Al-Najjar, mengingatkan wisatawan berhati-hari dalam berkendaraan.

''Para pengemudi diharapkan mematuhi batas kecepatan dan berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk bantuan atau informasi,'' kata Muhammad. ''Petugas patroli siap mengatur lalu lintas dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkannya.''

Sementara jubir Pertahanan Sipil di Tabuk, Brigadir Mamdouh Al-Enizi, menyarankan penduduk setempat menghindari lembah. Mereka juga diminta untuk tidak mendaki ke tempat-tempat tinggi yang diselimuti salju.
Jalan menuju gurun dan daerah pegunungan Tabuk penuh sesak dengan mobil yang berasal dari kota-kota sekitar seperti Haql dan Bada.
Seorang pria berjalan di salju setelah badai salju di dekat padang pasir Tabuk, sekitar 1.500 km dari Riyadh, Rabu (9/1). (Reuters/Mohamed Alhwaity)


Orang-orang bergembira bermain salju setelah badai salju di dekat padang pasir Tabuk, sekitar 1.500 km dari Riyadh, Rabu (9/1). (Reuters/Mohamed Alhwaity)

Seorang pria berjalan di salju setelah badai salju di dekat padang pasir Tabuk, sekitar 1.500 km dari Riyadh, Rabu (9/1). (Reuters/Mohamed Alhwaity)

Seorang pria memainkan bola salju setelah badai salju di dekat padang pasir Tabuk, sekitar 1.500 km dari Riyadh, Rabu (9/1). (Reuters/Mohamed Alhwaity)

Fenomena Salju di Saudi Ramaikan Media Sosial


Sejumlah warga Arab Saudi mendatangi kawasan Tabuk yang berjarak 1.500 km dari Riyadh untuk menyaksikan langsung salju turun di sana.
Berbagai foto yang diunggah di jejaring sosial menampilkan salju menyelimuti gurun tandus di Tabuk Arab Saudi menjadi topik perbincangan di dunia maya.

Fenomena alam yang muncul di Tabuk menjadi tempat wisata baru bagi warga setempat dan dengan berpose dan mengabadikan kejadian langka itu.

Salju turun selama sepekan terakhir pekan di wilayah Tabuk bertempat di pegunungan almond yang berjarak 160 km dari kota Tabuk. Sementara di Kota Tabuk sendiri, salju sama sekali tidak dijumpai.

Kini, para kawula muda Saudi mempunyai tempat wisata baru untuk melewatkan liburan akhir pekan mereka. Foto yang mereka unggah menggambarkan mereka seperti berada disalah satu wilayah di Eropa.

Salah seorang pengunjung, Sa'id Al-Zahrani mengaku mendapat informasi ‘salju langka’ tersebut di jejaring sosial pada Kamis (3/1) malam dari kerabatnya yang berada di Taif. Awalnya ia mengaku tak percaya tentang foto yang dilihatnya. Jadi ia memutuskan untuk datang bersama keluarganya untuk membuktikan sendiri dengan datang ke lokasi, seperti dikisahkan alwatan.com (10/1).

"Sangat disayangkan anak kami tidak ikut pergi bersama kami. Tapi akhirnya cerita salju ini benar-benar terbukti. Yang terpenting adalah kami bisa menonton turunnya salju," ungkap Zahrani.

Objek Wisata Baru di Saudi: Taman Salju!

Objek wisata baru di Tabuk, Arab Saudi yang dijuluki ‘Taman Putih’ oleh warga setempat ternyata menjadi lahan ivestasi baru di sektor pariwisata bagi sejumlah investor lokal. Lahan yang semula kosong melompong yang membentang di padang pasir tandus tanpa kehidupan itu, kini telah disulap oleh alam sebagai pemandangan cantik nan langka.

Banyaknya warga Saudi yang berkunjung ke pegunungan Halmound tersebut membuat beberapa investor setempat berkeinginan mengelola kawasan pegunungan bersalju itu untuk dikelola secara profesional. Namun, niat para investor tersebut masih menunggu-nunggu, apakah salju yang turun bersifat sesaat saja atau memang sudah permanen.

Rencana para investor tersebut sudah disampaikan kepada Gubernur Tabuk, Fahd bin Sultan bin Abdulaziz. Namun Fahd masih menimbang-nimbang usulan proyek besar untuk mengelola lahan pariwisata baru di wilayahnya. Pasalnya, dalam seperempat abad kepemerintahannya di Tabuk, baru kali ini fenomena alam itu muncul. Fahd tidak menginginkan proyek besar yang hanya tahan untuk sesaat saja. Seperti dilansir dari alriyadh.com (11/1).

Potensi  wilayah Tabuk sebagai objek wisata baru sangat menggiurkan. Letaknya yang sangat strategis berada di barat laut Yordania dan Mesir, menjadi pintu gerbang bagi dunia Internasional untuk menyambut wisatawan yang lepas berkunjung dari piramida di Mesir atau petra di Yordania. Selain itu,wilayah Tabuk juga tak jauh dari pantai teluk Aqaba dan Laut Merah yang memiliki daya tarik wisata cukup tinggi.

Saat ini, Tabuk belum menampakkan perannya di dunia pariwisata. Salah satu icon yang menarik wisatawan ke Tabuk, baru resort  Sharma yang berlokasi di tepi pantai Laut Merah. Resort tersebut dibangun di atas lahan seluas 200 ribu meter persegi di kawasan pantai Laut Merah. Namun jarak yang cukup jauh dari pusat kota Tabuk sejauh 130 km membuat proyek pertama dibidang Investasi dan Pariwisata di Tabuk itu kadang sepi pengunjung.

Komentar : Apakah datangnya Salju di Arab Saudi sebuah pertanda akhir yaman, sebagaimana hadits "Hari Akhir tidak akan datang kepada kita sampai dataran Arab sekali lagi menjadi dataran berpadang rumput dan dipenuhi dengan sungai-sungai." (HR. Muslim) -- ??

Wallahu a'lam

sumber : republika.co.id

Syaikh Ammar Bugis Sampaikan Ceramah di LIPIA, Mahasiswa dan Dosen Menangis Tersedu-Sedu


JAKARTA (gemaislam) - Bagi seorang muslim, dunia adalah tempat ujian dan ladang pahala. Cobaan  yang diberikan oleh Allah  kepada para hamba-Nya bermacam-macam bentuknya, salah satunya dengan ketidak sempurnaan fisik.
Sebagai seorang Muslim, cobaan tersebut hendaknya disikapi dengan hati yang sabar dan ikhlas. Sebab di balik kekurangan, Allah pasti memberikan kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.

Adalah Syaikh Ammar Bugis, pria lumpuh berdarah Makassar yang lahir di Amerika Serikat, 22 Oktober 1986. Nama Bugis diambil dari nama kakek buyutnya yang berasal dari Sulawesi, Syeikh Abdul Muthalib Bugis. Beliau hijrah dari Sulawesi ke Mekkah dan mengajar Tafsir di Masjidil Haram.

Syaikh Ammar lumpuh total sejak  usia 2 bulan, hanya mata dan mulutnya yang masih berfungsi, walau nada bicaranya agak tidak jelas. Itu semua tak mengurangi semangatnya untuk hidup dan berarti.

Luar biasa, ditengah keadaan yang serba mustahil, Ammar sudah hafal 30 juz Qur'an sejak usia 11 tahun dalam waktu 2 tahun saja. Tentunya ini adalah kelebihan yang sangat jarang dimiliki oleh anak-anak zaman sekarang.

Mengawalai nasihatnya dihadapan para dosen dan mahasiswa LIPIA Jakarta, Syaikh Ammar mengomentari sebuah pepatah yang mengatakan bahwa akal yang selamat hanyalah terdapat pada badan yang sehat, menuurutnya hal ini kurang tepat.

“Selama ini kita mendengar pepatah bahwa akal yang selamat itu terdapat pada badan yang sehat, padahal semestinya adalah akal yang selamat hanyalah terdapat pada hati yang sehat,”kata Ammar mengawali nasihatnya.

Hal ini, kata Ammar, terdapat didalam hadits “Jika sepotong daging itu baik, maka baiklah seluruhnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.

Saat beliau menceritakan kesabaran dan ketelatenan ibunya dalam mengurus dan menjaganya sehingga ia saat ini menjadi seorang hafidz Al Quran, para mahasiswa yang hadir menangis tersedu-sedu, bahkan ada beberapa dosen yang bertakbir keras sambil menangis menjerit.

Beliaupun menyayangkan banyak kaum muslimin yang memiliki fisik sempurna tapi hatinya tidak sesempurna fisiknya.“Banyak diantara kita yang memiliki fisik sempurna, tapi hatinya tidak sesuai dengan fisiknya, “katanya.

Beliaupun menyarankan kepada para Mahasiswa agar giat menghafal Al Quran dan jangan mudah putus asa. “Hafalkan Al Quran, lakukan dengan ayat-ayat yang pendek terlebih dahulu, sayapun dulu melakukannya demikian, sampai waktu itu saya bisa menghafal satu juz dalam sehari,” ujarnya.

Setelah kurang lebih satu jam, ceramah di tutup, tiba-tiba seorang dosen dan  pakar Ushul Fiqih asal mesir, DR. Azazi menemuinya dan mencium keningnya.

Ahmad Aris, seorang mahasiswa Fakultas Syari’ah yang mendengarkan ceramah beliau, menangis terharu dan merasa termotivasi oleh nasihat Syaikh Ammar.
“Alhamdulillah, ini motivasi yang sangat luar biasa, saya merasa malu terhadap beliau, kondisi saya yang sempurna fisik ini masih belum bisa apa-apa,” kata Aris saat dihubungi gema islam, Rabu malam (26/12). (bms)

Kajian di Istiqlal
Pada Ahad 30 Desember 2012 Syaikh Ammar juga mengisi kajian bulanan di Masjid Istiqlal Jakarta bersama ust Yusuf Mansur.
Syeikh Ammar yang kelahiran Amerika Serikat sejak lahir sudah dalam keadaan cacat. Tidak ada anggota tubuh yang bisa digerakkan kecuali mulut dan mata. Dokter Amerika sendiri ketika kelahiran beliau bahkan menyampaikan bahwa paling sang bayi (beliau) bisa hidup hingga usia 8 tahun saja. Namun atas Qudratullah jua lah, hingga tua seperti sekarang beliau masih hidup bahkan lebih unggul hidupnya dari kita yang tidak cacat secara fisik.

ammar
Syeikh Ammar (Sumber Foto: Ustadz Yusuf Mansur via yfrog)
Cacat tidak menghalangi beliau untuk menuntut ilmu dan bersekolah hingga kuliah dan mencapai predikat Professor. Sejak usia 11 tahun sudah mulai menghafal Quran dan ketika menginjak 13 tahun sudah hafal Quran 30 Juz. Selain itu, ketika Universitas mampu meraih nilai tertinggi (cumlaude) pada jurusan penyiaran dan komunikasi. Beliau juga sebagai dosen di universitas yang ada di AS dan Dubai. Yang menarik juga adalah bahwa beliau telah mempunyai anak yang sekarang sudah 14 tahun usianya. Subhanallah! Sungguh mulia wanita yang mau dan ridha bersuamikan beliau.

Sungguh keadaan Syaikh Ammar yang cacat dapat menjadi pelajaran bagi kita yang sempurna secara fisik. Beliau yang cacat saja mampu berprestasi, lalu bagaimana dengan kita? Sehingga menurut beliau bahwa cacat yang sesungguhnya adalah orang yang cacat berpikir, cacat kemauan, cacat perjuangan dan sejenisnya. Dan beliau pun menyampaikan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala akan menanya kalian (jamaah yang hadir), yang cacat saja mampu menghafal, sedang kalian yang bisa bergerak?

Bagi bangsa Indonesia, ihwal Syaikh Ammar ini pun dapat menjadi pelajaran berharga. Biasanya di negeri kita orang cacat sering ditemui sebagai pengemis. Ini bisa ditemui di kota besar semisal Jakarta atau Banjarmasin sekalipun. Orang buta di negeri kita sering diarahkan kepada pengamen atau menjadi penyanyi, bisa jadi artis hanya beberapa. Jarang sekali yang diarahkan pada prestasi, terlebih pada keunggulan agama, semisal menjadi ulama ataupun menjadi hafizh Al-Quran.

Syeikh ammar
Syeikh Ammar (Sumber Foto: Ustadz Yusuf Mansur via yfrog)

Diantara pesan yang disampaikan Syaikh Ammar untuk jamaah adalah agar menunaikan rukun Islam yang lima: Bersaksi tiada tuhan selain Allah subhanahu wa ta'ala dan Muhammad rasul-Nya, Sholat 5 waktu, puasa dan zakat serta naik haji ke baitullah bagi yang mampu.

Banyak musuh Allah subhanahu wa ta'ala yang menghina Rasulullah (baru-baru ini), maka pesan beliau bela lah Rasulullah dengan cara melaksanakan Sunnah Rasulullah dalam kehidupan rumah tangga, masyarakat, sekolah, kantor, pabrik dan sebagainya. Bukan dengan jalan teriak-teriak (demonstrasi) dan kekerasan. Juga gunakan lah pula teknologi dalam membela Rasulullah, melalui internet, twiter, facebook dan sejenisnya. Ceritakan keagungan pribadi Rasulullah melalui kisah-kisah dan sebagainya.

Pada kaum wanita, beliau berpesan agar senantiasa menggunakan hijab yang sesuai syariat. Karena wanita ibarat mutiara yang nilainya tinggi. Jika ia mudah dilihat dan dipegang semua orang di jalan-jalan, niscaya murahlah nilainya. Pada jamaah laki-laki beliau berpesan agar berbuat baik pada para istri, jangan pernah mencaci, memukul atau menghinakan istri. Satu yang juga beliau tekankan adalah jangan sampai jamaah pergi ke tukang sihir atau dukun. Juga agar senantiasa beryukur atas nikmat Allah subhanahu wa ta'ala yang agung (kesehatan).

Semoga kita bisa amalkan!
 
(duan.web.id)
 

Thursday, January 10, 2013

Buta huruf di Kerajaan Arab Saudi Turun Drastis

Hidayatullah.com—Angka buta huruf di Kerajaan Arab Saudi turun dari 60% di tahun 1972 menjadi 4% di tahun 2012, lapor Saudi Gazette Rabu (9/1/2013).

Saudi mulai menyatakan perang terhadap buta huruf sejak era kepemimpinan Raja Abdulaziz, saat raja memulai program pemukiman kembali suku Badui. Ketika itu Raja Abdulaziz mengutus para akademisi untuk mendidik orang-orang Arab Badui.

Tahun 1972 raja mengeluarkan dekrit. Isinya memerintahkan agar orang-orang dewasa yang buta huruf belajar membaca. Keputusan itu kemudian disusul dengan serangkaian rencana di mana banyak lembaga ikut berparisipasi dalam program pemberantasan buta aksara itu.

Jumlah lembaga pendidikan dan sekolah membaca untuk orang dewasa mencapai 3.087 di tahun 2012. Sebanyak 82.797 orang butu huruf dan tua lanjut usia baik laki-laki maupun perempuan datang belajar di lembaga-lembaga pendidikan itu.*



KOMPAS.com - Arab Saudi serius memberi perhatian pada pendidikan rakyatnya. Makanya, tak segan-segan, pemerintah negeri itu  menggelontorkan banyak duit untuk membikin rakyatnya makin pintar.

Koran Al Eqtisadiya pad
a Selasa (8/1/2013), menulis, sejak sepuluh tahun silam, Arab Saudi sudah mengeluarkan dana hingga 322 miliar dollar AS untuk pendidikan. Fulus sebanyak itu ada di pos-pos pendidikan universitas, pelatihan kejuruan, dan pembangunan kampus-kampus di berbagai kota.

Media massa itu juga menunjukkan kalau 48 persen dana pendidikan itu dipakai untuk pendanaan bagi sekolah-sekolah, khususnya sekolah swasta. Pada 2011, jumlah sekolah umum di Arab Saudi mencapai 20.600.

Lalu, sampai dengan akhir 2012, pemerintah juga membangun 750 sekolah baru. Data ini berasal dari Kementerian Pendidikan Arab Saudi. "Anggaran pendidikan untuk 2013 besarnya 54 miliar dollar AS,"kata pernyataan kementerian itu.

Sementara itu, catatan dari Harian Okaz menunjukkan kalau dana pendidikan melimpah itu sukses memberantas buta huruf. Pada 2007, angka buta huruf di Arab Saudi 60 persen dari total penduduk yang jumlahnya sekitar 27 jutaan. Lalu, lima tahun berikutnya, mereka yang belum melek huruf tinggal empat persennya.
 

Nabi Muhammad Dihina, Ini Respons Arab Saudi

Nabi Muhammad Dihina, Ini Respons Arab Saudi
Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)
RIYADH—Deretan kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam menginspirasi Departemen Pendidikan Arab Saudi untuk memperkenalkan program baru yang bertujuan mendidik siswa tentang teladan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Program ini diharapkan dapatmeningkatkan rasa cinta para pelajar kepada Rasulullah.

Psikolog, Ibrahim Al-Khanjy mengatakan para pelajar akan mendapatkan manfaatdari program ini yakni mampu menerapkan teladan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam di luar dan dalam lingkungan. “Saya kira program ini sangat bagus,” kata dia seperti dikutipSaudi Gazzete, Rabu (8/1).

Direktur Program, Hasan Falali mengatakan program ini lebih dulu akan diterapkan di provinsi Makkah. Guna menjangkau seluruh pelajar, program ini masuk ke dalam kurikulum. “Dengan mengikuti ajaran Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, para pelajar negara ini akan menjadi warga negara yang baik, mereka dapat memahami kewajiban mereka kepada diri mereka, Allah SWT dan masyarakat,” ucap dia.

Hasan mengungkap, masalah utama yang dihadap pemuda Saudi sekarang inia dalah menyangkut sikap dan tata cara berkehidupan. Sebagian dari pemuda masih melakukan praktik negatif seperti membuang sampah sembarang, mengemudi ugal-ugalan dan penurunan minat belajar. “Itulah yang banyak tertanam. Kini, mereka merasakan dampaknya,” kata dia.

Berjalan atau tidaknya program ini tergantung kreatifitas guru dalam mengejawantahkan nilai-nilai luhur Rasulullah. Karena itu, pihak Departemen Pendidikanakan mendukung penuh setiap ide yang ditawarkan para guru termasuk dengan penyediaan alat-alat pendukung seperti CD interaktif, brosur dan media sosial.

Dirjen Pendidikan Di Makkah, Hamid Al-Sulami menyambut baik ide ini. “Saya kira ini sangat membantu tujuan Departemen Pendidikan,” kata dia.( Republika)

ARAB SAUDI, muslimdaily.net, - Berusaha untuk membimbing anak muda khususnya pelajar Saudi guna mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW, sebuah program baru telah diluncurkan untuk mendidik siswa tentang nilai-nilai nabi.

"Siswa akan mendapatkan keuntungan dari program ini dan mereka akan menerapkan apa yang mereka pelajari baik di dalam dan di luar dinding sekolah," kata Ibrahim Al-Khanjy, seorang psikolog, konselor, dan pelatih kepribadian, kepada Saudi Gazette pada hari Selasa, 8 Januari, sebagaimana dilansir onislam.net.

Bertema "Nilai dari Nabi Muhammad", program ini dibuat untuk membantu pelajar Saudi mengikuti jejak  nabi. Program ini akan diterapkan di seluruh sekolah di provinsi Makkah sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Para pendukung mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan cinta generasi  baru pelajar Saudi kepada Nabi Muhammad SAW.

"Dengan mengikuti ajaran Nabi SAW, siswa kami akan menjadi warga negara yang lebih baik yang memahami tugas mereka terhadap diri mereka sendiri, Pencipta mereka dan masyarakat," kata Hasan Falali, direktur program.

Program ini sebagai langkah antisipasi  yang dipicu oleh tulisan oleh blogger kontroversi Saudi terhadap Nabi Muhammad. Seorang penulis Saudi ditahan bulan lalu setelah menulis tweet yang menghina Nabi Muhammad. Turki al-Hamad, blogger itu ditahan pada 24 Desember atas komentar di  situs mikroblogging Twitter yang menunjukkan bahwa Islam perlu diperbaiki.

"Nabi kami datang untuk memperbaiki agama Ibrahim, dan sekarang adalah waktu ketika kita membutuhkan seseorang untuk memperbaiki agama Muhammad," demikian isi tweetnya yang dia tulis dalam bahasa Arab.

Sebelumnya, seorang blogger Saudi dideportasi dari Malaysia tahun lalu ke Arab Saudi atas tuduhan menghina Nabi.

Rasa Tanggung Jawab

Penyelenggara mengatakan program ini bertujuan untuk memperkuat rasa tanggung jawab dan tugas di kalangan kaum muda Saudi.

"Masalah utama adalah bahwa mayoritas pemuda Saudi yang tertanam di dalamnya dan mereka menderita   banyak dampak negatif dalam kehidupan mereka sebagai akibat dari sifat  rusak ini, tidak bertanggung jawab," kata Ibrahim Al-Khanjy.

"Banyak praktik yang tidak diinginkan umum terjadi di kalangan pemuda dalam masyarakat Saudi, seperti membuang sampah sembarangan, gagal dalam studi dan sembrono mengemudi semua karena kurangnya tanggung jawab."

Guru akan menggunakan media kreatif untuk menyebarkan nilai-nilai luhur Nabi di kalangan siswa Saudi. Siswa juga akan terlibat dalam majelis/kajian pagi dan mengirim tips yang inspirasional melalui pesan SMS dan situs jejaring sosial.

"Dengan kegiatan kelas dan ekstrakurikuler, proses pendidikan harus positif dan aktif mempengaruhi kehidupan siswa dan membentuk perilakunya sehingga dia berbicara dan bertindak dengan cara yang meniru teladan kita Nabi SAW," kata Hamid Al-Sulami, Direktur Jenderal Pendidikan di Makkah. [rah]muslimdaily)

Tuesday, January 8, 2013

Saudi Terapkan Sistem Pelayanan Elektronik Umrah

Hidayatullah.com—Kementerian Urusan Haji Arab Saudi tahun ini mengimplementasikan sistem pelayanan elektronik untuk pengurusan perjalanan haji dan umrah.

“Kami sudah menerima sebanyak 700 aplikasi visa umrah lewat sistem baru ini, termasuk 280 dari Indonesia, 227 dari Afrika Selatan, 43 dari Pakistan, 30 dari Amerika Serikat, 29 dari Kenya, 25 dari Turki dan 50 dari negara lainnya,” kata kementerian dalam pernyataannya kemarin yang dikutip Arab News, Senin (7/1/2013).

Kementerian Urusan Haji Arab Saudi melakukan serangkaian studi untuk membangun infrastuktur administrasi dan meningkatkan pelayanan perusahaan-perusaan penyelenggara haji dan umrah.

Kementerian berusaha meningkatkan pelayanan haji dan umrah lewat perbaikan sistem adminstrasi dengan cara meningkatkan pelayanan secara elektronik. Sistem elektronik ini nantinya akan diterapkan dalam seluruh proses pengurusan haji dan umrah. Selain itu kementerian juga sudah menyiapkan inisiatif-inisiatif lainnya.

“Kami sudah menginvestasikan banyak uang guna membangun platform layanan elektronik ini dan meningkatkan jaringan elektronik yang menghubungkan kami dengan para agen di luar negeri,” kata pernyataan itu.

Tahun lalu lebih dari 5,5 juta jamaah asing melakukan perjalanan umrah ke tanah suci.*

Rep: Ama Farah
Red: Dija

Arab Saudi bantah terlibat dalam serangan udara ke Yaman

Drone AS
Drone AS
Sindonews.com – Arab Saudi membantah bahwa mereka terlibat dalam aksi serangan udara ke Yaman, seperti yang dilaporkan oleh sebuah surat kabar Inggris, The Times.

Pada Jumat 4 Januari, Times mengutip sumber di intelijen Amerika Serikat (AS) yang tak disebutkan namanya, menyatakan bahwa beberapa drone AS yang dilaporkan menyerang Yaman, sebenarnya adalah misi Angkatan Udara Arab Saudi.

“Ini tidak benar. Jet tempur Arab Saudi tidak pernah menyerang sasaran al-Qaeda di Yaman,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal, Sabtu (5/1/2013).

Pemaparan bukti keterlibatan Arab Saudi dalam serangan udara di Yaman, bisa merusak dan membuat rumit hubungan Riyadh dengan Pemerintahan Yaman di Sanaa. Selain itu juga bisa merusak hubungan dengan para Pemimpin suku di Yaman.

AS dan Arab Saudi khawatir, kemiskinan di Yaman bisa membuat al-Qaeda berkembang di negara itu dan pada akhirnya membuka kemungkinan untuk melakukan serangan ke sumber-sumber energi Arab Saudi di Laut Merah.

(esn)

Wanita Saudi Minta Rumah Sakit Khusus Wanita

Hidayatullah.com—Wanita-wanita di Saudi menginginkan rumah sakit khusus perempuan, namun para dokter menolak usulan pendirian rumah sakit khusus itu dengan alasan sangat tidak praktis.

Usulan rumah sakit khusus wanita itu muncul dari warga masyarakat yang menginginkan mereka diperiksa hanya oleh dokter wanita, lapor Gulf News mengutip koran setempat Al-Sharq Kamis (3/1/2013).
“Rumah sakit yang khusus diperuntukkan bagi wanita akan memberikan privasi yang saya butuhkan,” kata Mariam Radhi Abdullah.

“Bahkan suami saya menolak laki-laki memeriksa saya, meskipun dalam kasus darurat dan dia lebih memilih untuk mencari doker wanita meskipun harus pergi ke rumah sakit lain,” katanya kepada Al-Sharq.

Hanan Abdullah mengatakan karakter dan sifat masyarakat Saudi menuntut hanya dokter perempuan yang memeriksa pasien perempuan.

“Masyarakat di sini berbeda dengan masyarakat lain dan mereka melihat masalah dari sudut pandang berbeda,” kata wanita itu.

“Saya sendiri menolak diperiksa dokter laki-laki dan saya mendesak didirikannya rumah sakit khusus wanita yang dioperasikan oleh wanita,” tegasnya.

Khalid al-Ghadiya seorang pria pekerja sosial mengatakan, rumah sakit wanita akan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi wanita dengan cara yang lebih nyaman.

“Para wanita kita tidak harus diperiksa oleh pria-pria asing, khususnya di bagian kebidanan,” kata Khalid.

“Para wanita akan lebih terbuka dalam perbincangan mereka dan akan merasa nyaman saat diperiksa oleh wanita. Ada sejumlah negara yang sudah menerapkan sistem ini dan berhasil,” katanya lagi.

Namun kepala departemen radiologi di Rumah Sakit Raja Fahd, Fatimah al-Melhim, menentang segregasi antara dokter pria dan wanita.

“Rumah sakit adalah sebuah entitas terintegrasi yang terdiri dari staf administrasi dan medis. Menyediakan dokter wanita dan staf wanita dalam jumlah yang mencukupi adalah tidak mungkin,” katanya.

“Arab Saudi kekurangan staf medis, jadi tidak mungkin untuk mendirikan rumah sakit khusus wanita. Sebuah rumah sakit bukan hanya berisi dokter, tapi juga ada perawat, teknisi dan staf lainnya. Mereka yang menyeru didirikan fasilitas kesehatan khusus wanita biasanya didorong oleh pertimbangan agama,” katanya, seraya menambahkan bahwa alasan agama itu tidak berdasar karena permintaan oleh dokter biasanya dipenuhi.

Dr Sulaiman al-Sulaiman, seorang konsultan, mengatakan bahwa rumah sakit khusus wanita tidak diperlukan.

“Jumlah dokter wanita di Saudi sangat sedikit, demikian pula dengan negara maju lain di Eropa seperti Jerman, di mana dokter wanita di departemen kebidanannya hanya mencakup 15% dari total staf medis yang ada,” kata al-Sulaiman.

“Layanan medis tidak tergantung pada gender dokternya, melainkan pada keterampilan dan kompetensinya dalam memberikan perawatan kepada pasien. Memisahkan dokter pria dengan dokter wanita berarti kualitas dan performa perawatan akan terpengaruh,” imbuhnya.
Aktivis hak wanita Fawzia al-Ayuni kepada Al-Sharq mengatakan bahwa menurut pengalaman masa lalu, upaya untuk mendirikan rumah sakit wanita akan gagal.

“Itu dulu dilakukan oleh sebuah rumah sakit swasta dan gagal karena dianggap tidak ekonomis,” katanya.

Selain itu imbuhnya, “itu berarti seorang ayah tidak bisa mengantarkan putrinya, seorang saudara laki-laki tidak dapat mengantarkan saudara perempuannya dan seorang suami tidak dapat membawa istrinya ke rumah sakit tersebut.”

Salah seorang ulama, Syaikh Malik al-Milad, mengatakan bahwa pemeriksaan oleh dokter berlainan jenis diperbolehkan dalam kasus darurat dan jika dokter itu memiliki keterampilan tinggi yang dibutuhkan.*

Rep: Ama Farah
Red: Dija

Wednesday, January 2, 2013

TARGET BELANJA ARAB SAUDI tahun depan

Compact_uangKontras dengan situasi di Eropa, kemakmuran justru dialami negara jazirah Arab. Dewan Kementerian Arab Saudi dilaporkan telah menyetujui anggaran belanja negara 2013, sebesar USD218,7 miliar. Hal ini menyusul rekor pendapatan negara yang mencapai USD221 miliar atau sekitar Rp2.137 triliun.

Raja Abdullah yang sempat menjalani operasi punggung, bulan lalu, tampak hadir memimpin pertemuan dewan. "Ada banyak kekayaan yang diberikan, syukur kepada Allah. Namun, tidak ada alasan setelah hari ini lalai atau berpuas diri," ujar Raja Abdullah seperti dilansir ahram online, Sabtu (29/12/2012).

Raja Abdullah menjanjikan sebagian anggaran untuk kesejahteraan rakyat dan membangun proyek-proyek untuk memastikan negara tidak terpengaruh pada kerusuhan politik yang melanda negara-negara Arab, beberapa waktu lalu. Dia juga akan menggunakan anggarannya untuk memberantas pengangguran serta membangun sekolah dan rumah sakit. 

Arab Saudi mendongkrak target belanjanya hingga 820 miliar riyal (US$219 miliar) pada 2013 sebagai negara terbesar pengekspor minyak bumi yang akan mengembangkan diversifikasi ekonomi tidak hanya dari minyak.

Televisi nasional Arab Saudi melaporkan, Sabtu (29/12), target pengeluaran belanja pemerintah yang diproyeksikan tahun ini sebesar 690 miliar riyal, akan didanai dengan pendapatan yang diproyeksikan 829 miliar riyal.

Menurut laporan, Arab Saudi pada 2012 ini membukukan pendapatannnya 1,24 triliun riyal dan pengeluaran 853 miliar riyal.

Raja Abdullah menjanjikan lebih dari US$500 miliar untuk kesejahteraan sosial dan membangun proyek-proyek guna menjamin negaranya tidak akan terpengaruh oleh gejolak yang melanda negara-negara Arab lainnya.

Dia menggunakan uang minyak untuk memerangi tingginya angka pengangguran yang jumlahnya sekitar seperempat warga Saudi berusia 20-30 tahun belum memiliki pekerjaan dan untuk membangun sekolah dan rumah sakit.

"Anggaran itu akan difokuskan ke infrastuktur sosial, dan juga infrastuktur fisik yang lebih luas. Kami berharap dana akan banyak dihabiskan pada kesehatan, pendidikan, dan perumahan berpenghasilan rendah.," kata Monica Malik, kepala ekonom EFG-Hermes dari Dubai lewat telepon.

Fokus lebih lanjut dari pemerintah, sambungnya, adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga negaranya.

Sindonews.com -bisnis.com

Ada Bus Khusus Orang Dewasa Penyandang Cacat di Saudi

Hidayatullah.com—Yayasan Alwalid bin Talal yang diketuai oleh Pangeran Alwalid bin Talal bekerjasama dengan Asosiasi Penyandang Cacat Fisik Dewasa di Riyadh, Arab Saudi, menyediakan transportasi umum khusus para penyandang cacat, lansir Saudi Gazette Ahad (30/12/2012).

Sebanyak 40 bus disediakan untuk melayani kebutuhan transportasi orang-orang dewasa yang berkebutuhan khusus. Kendaraan dilengkapi dengan peralatan yang dapat membantu mobilitas para penyangdang cacat fisik. Selain mengurangi ongkos perjalanan, kendaraan itu juga dapat memberikan pertolongan darurat kepada penumpangnya.

Proyek ini dilatarbelakangi oleh kurangnya transportasi umum untuk orang dewasa penyandang cacat di Saudi. Bus-bus itu diharapkan dapat membantu penyandang cacat terutama yang tidak memiliki kendaraan sendiri.

Yayasan Alwalid bin Talal melaksanakan berbagai proyek kemanusiaan di lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Dana terbesar yayasan itu berasal dari pengusaha Saudi Pangeran Alwalid bin Talal dan istrinya Putri Amirah, yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal di yayasan tersebut.*

Dengan Situs Islam di Saudi, Alhamdulillah 101 Orang Masuk Islam Dalam Sebulan

Sebuah Markaz Dakwah yang dikelola di daerah Timur Arab Saudi, meyakinkan dalam sebulan lebih dari 100 orang dari non-Muslim masuk agama Islam.

Laporan surat kabar yang dipublikasikan kemarin mengatakan, bahwa dengan sekelompok relawan dari generasi muda mampu menangani situs sosial dan modern dan inovatif mampu mengundang orang-orang non-Muslim. Kantor markas dakwah “Rukni al Hiwari li Ta’rifi al Islam”  yang berpusat di Dammam cabang dari “ Maktab Atta’awuni wal Irsyadi wa Tau’iyatul Jaliat”  ini mampu  menarik sejumlah orang Kristen dan Hindu dan Buddha melalui penggunaan internet.

Direktur sebuah kantor pusat, Ir Maged Osaimi mengatakan ia telah masuk Islam pada bulan Muharram yang lalu .

101 orang dari 33 negara yang berbeda di seluruh dunia, di mana persentase yang baru masuk Islam terdiri dari  Muslim laki-laki 65% dan perempuan 35%,. Agama Kristenlah yang paling banyak dalam presentase tersebut dari jumlah orang yang masuk islam . dan persentase Kristen ke Islam mencapai  61%, dan 16% dari Hindu, dan 1% dari umat Buddha. (Zae/Hr)

eramuslim.com