Saturday, May 5, 2012

RI-Arab Saudi Kerja Sama Standardisasi Produk

Indonesia dan Arab Saudi sepakat menjalin kerja sama standardisasi produk. Lewat kerja sama itu, produk yang diekspor Indonesia tidak perlu lagi menjalani pengecekan laboratorium di negara tersebut.
Pengecekan bisa dilakukan di dalam negeri, sebelum barang diberangkatkan.

Kepala Badan Standarisasi Nasional Bambang Setiadi, Jumat (4/5/2012), di Jakarta, mengatakan, kesepakatan itu telah ditandatangani antara BSN dan SASO (lembaga standardisasi di Arab Saudi).

"Mereka percayakan cek laboratorium setiap barang yang dikirim ke sana kepada kami. Artinya, ini memberikan kemudahan bagi para eksportir," katanya.

Dia mengatakan, kesepakatan tersebut diharapkan mampu mendongkrak ekspor Indonesia ke negeri kaya minyak tersebut. Para eksportir seharusnya bisa memanfaatkan kesempatan itu. Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan penduduk Arab Saudi, tetapi juga negara sekitarnya.

Arab Saudi adalah pintu masuk ke kawasan Timur Tengah. Dengan pemeriksaan di dalam negeri, produk yang selama ini dikirim ke sana, seperti sepatu, karpet, kloset, dan keran, seharusnya bisa lebih lancar, katanya.(Kmps)

Arab Saudi Buka Lagi Kedubes dan Bantu Mesir 500 Juta Dolar

Sesuai perintah Raja Arab Saudi Abdullah, negeri itu membuka kembali kedutaan besarnya di Mesir. Pekan lalu, menurut warta SPA dan AFP pada Jumat (4/5/2012), Arab Saudi menutup kedubesnya.
"Raja memerintahkan duta besar kerajaan ke Kairo untuk melanjutkan tugasnya pada Ahad, dan memerintahkan pembukaan kembali kedutaan dan konsulat di Alexandria dan Suez," kata SPA, mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya.
   
Keputusan itu diumumkan setelah raja menerima satu delegasi tingkat tinggi Mesir.



  
Pekan lalu Arab Saudi memutuskan  memanggil pulang duta besarnya untuk Kairo dan menutup misi-misi diplomatiknya di Mesir setelah protes di luar kedubesnya menyangkut penahanan seorang pengacara Mesir. Kedubes serta konsulat-konsulat di kota-kota Alexandria dan Suez di Mediterania ditutup.
    
Seorang juru bicara resmi Saudi , yang dikutip SPA mengatakan tindakan-tindakan itu diputuskan untuk menanggapi demonstrasi-demonstrasi  di luar misi-misinya di Mesir dan ancaman-ancaman setelah pengumuman penahanan pengacara Mesir di Arab Saudi. "Protes-protes itu tidak pada tempatnya," kata juru bicara itu sembari menambahkan para karyawan Arab Saudi dan Mesir di misi-misi diplomatik itu telah diancam.
   
"Slogan-slogan permusuhan diteriakkan dan kekebalan wakil-wakil diplomatik dilanggar, bertentangan dengan seluruh peraturan internasional," kata juru bicara itu.
   
Ia mengatakan aksi kekerasan telah mengakibatkan penangguhan pelayanan diplomatik dan konsuler bagi para pekerja Mesir dan peziarah ke tempat-tempat paling suci Islam yang terletak di Arab Saudi barat.

Sementara itu, untuk menunjukkan tidak ada krisis hubungan diplomatik, Raja Arab Saudi menginstruksikan pencairan bantuan awal 500 juta dolar AS dari paket bantuan tiga miliar dolar AS guna pemulihan ekonomi negeri Piramida yang dilanda revolusi itu.

"Bantuan awal 500 juta dolar itu sedang diproses dan akan turun bulan depan, Juni, sesuai instruksi Raja Abdullan," kata Duta Besar Arab Saudi Ahmad Abdul Aziz Kattan seperti dikutip kantor berita Mesir, MENA, Jumat (4/5).

Hubungan antara Mesir dan Arab Saudi belakangan ini dinodai aksi unjuk rasa di Kedutaan Besar Arab Saudi di Kairo untuk memprotes penahanan seorang aktivis Mesir, Ahmed Al Gezawi, di Arab Saudi pada awal April lalu.

Akibat aksi unjuk rasa itu, Pemerintah Arab Saudi memanggil pulang Dubes Kattan untuk konsultasi dan menutup Kedubesnya di Kairo dan dua konsulatnya di kota Iskandariyah dan Suez hingga waktu yang belum ditentukan. Dubes Kattan sendiri masih belum kembali ke Mesir sejak dipanggil pulang pekan lalu.

Sementara itu, satu delegasi Mesir dari berbagai unsur masyarakat yang dipimpin Ketua Parlemen, Saad Al Katatni, untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Katatni mengatakan, hubungan erat Mesir dan Arab Saudi tidak terganggu dengan kasus individual.

Aktivis Mesir tersebut ditahan di Jeddah Arab Saudi saat hendak melaksanakan ibadah umrah atas tuduhan penyelundupan obat terlarang. Para pengunjuk rasa di Mesir menganggap tuduhan itu hanya rekayasa pihak keamanan Arab Saudi untuk menjerat aktivis berusia 30 tahun yang telah berulang kali masuk penjara di era Presiden terguling Hosni Mubarak itu.

sumber : Kompas & Republika

Friday, May 4, 2012

Perempuan Muda Saudi Gemar Menindik


RIYADH -- Terkenal ketat membentengi masyarakatnya dengan pengaruh budaya barat, Arab Saudi tetap saja tidak bisa menghindari kenyataan bahwa pengaruh itu tetap ada. Salah satu pengaruh yang kini menjadi perhatian masyarakat Saudi adalah piercing atau seni menindik pada bagian tubuh tertentu.

Seperti dilaporkan surat kabar Saudi, Al-hayat, Kamis (3/5), perempuan Saudi kini tengah hobi menindik bibir, lidah, dan pusar. Menurut mereka, menindik bagian tubuh membuat perempuan tampil lebih cantik. Tapi, tak sedikit pula yang mengatakan menindik hanya merusak keindahan.

Bagi para orang tua di Saudi, tren menindik adalah masalah. Tak sedikit yang melarang anak mereka untuk menindik bagian tubuhnya. Ada juga yang setuju, itu karena mereka tidak sanggup untuk menolak permintaan anak-anaknya.

Zahra al-Maabi merupakan salah satu orang tua yang menolak keras tren itu. Menurutnya, menindik bagian tubuh tidak menambah kecantikan melainkan hanya memberi efek negatif kepada yang bersangkutan. "Allah SWT telah memberikan anugerah tak terbatas kepada perempuan. Ketika mereka menindik alis atau bibir, mereka merusak anugerah itu," katanya.

Maabi menambahkan, perempuan yang menindik bagian tubuhnya merupakan ekpresi rasa frustasi terhadap hal lain. Mereka pun sebenarnya hanya ingin meniru budaya lain  yang sebenarnya tidak bermanfaat. "Yang mereka cari hanya daya tarik. Tapi mereka lupa bahwa sebenarnya mereka menderita," kata dia.

Psikolog Elwi Attarji menilai, tidak ada alasan yang pasti mengapa anak-anak memilih untuk menindik. "Alasan realistis bagi mereka adalah usaha untuk melawan norma-norma sosial yang kaku. Meski demikian, menghilangkan fenomena ini bukan solusinya," kata dia.REP

Jika budaya negatif barat sanggup mempengaruhi negara Saudi yang menerapkan syari'ah islam ini, maka di Indonesia pengaruh negatinya lebih dahsyat.(Rep+Ed)

Thursday, May 3, 2012

Warga Saudi Ingin Pergi ke Al Aqsha

Setelah kunjungan Mufti Mesir ke Al Aqsha melalui Yordan, para aktivis Saudi menginginkan agar pemboikotan negara-negara Teluk terhadap kunjungan ke Al Aqsha dicabut, demikian lansir Aljazeera (26/4/2012).
Di bawah kepemimpinan Ahmad Adnan wartawan Saudi, para aktivis Saudi mengirimkan surat kepada Raja Yordan Abdullah II dan Mahmud Abbas yang berisi dukungan terhadap langkah dua penguasa tersebut yang mendukung kunjungan ke Al Aqsha
Mereka juga mengirim surat ke Majelis Kerja Sama Negara-Negara Teluk untuk meminta izin melakukan kunjungan ke Al Quds, dalam rangka menegaskan bahwa Al Quds adalah milik Arab dan umat Islam.
Ahmad Adnan menyampaikan bahwa politik pemboikotan Al Quds yang telah diterapkan dengan alasan dijajah tidak berdampak, kecuali semakin melemahkan isu Al Quds dan mempermudah proses yahudisasi Al Quds.Hidayatullah.com--



Rep: Sholah Salim
Red: Thoriq

Ada 10 Ribu Lowongan Kerja di Arab Saudi

Jakarta, BNP2TKI (24/4) – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memperkirakan bakal perolehan peluang kerja sebanyak 10.000 lowongan kerja untuk penempatan TKI sektor formal di Arab Saudi.
Peluang TKI sektor formal itu didapat dari hasil Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke IX atau The Ninth Join Commision Meeting yang diadakan oleh Kementerian Luar Negeri di Hotel Kartika Plaza, Bali, Selasa, (24/4).
Demikian disampaikan Plt Direktur Promosi BNP2TKI, Dwi Anto dari pertemuan akhirOne on One Business Meeting antara 2 (dua) mitra pengguna dari Arab Saudi dengan 17 Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dari Indonesia.
Menurut Dwi, 10.000 peluang kerja bagi TKI sektor formal tersebut akan tersebar di berbagai kota di Arab Saudi, seperti Jeddah, Mekkah, Madinah, Riyadh, dan kota lainnya. Dia menjelaskan, permintaan itu ada di sektor hospitality (chef, house keeping, cleaner), kesehatan (nurse), konstruksi, (civil engineer, architect dan general workers), Information Technology, IT, (operator computer) dan sektor informal lainnya.
Sebanyak 10.000 peluang itu diminta oleh Association Council of Saudi Chambers, pimpinan Mr. Saad Nahar Al Badah dan Recruitment Committee Members National Recruitment Committee, pimpinan Mr Mohammed D Khawaji.
“ TKI formal itu akan bekerja di bidang kontruksi, hosipitality, nurse, IT, dan sektor formal lainnya,” ujar Dwi.
Ia mengatakan pemerintah menerapkan kebijakan strategis untuk mendorong penempatan TKI sektor formal dan menggeser pekerjaan sektor domestic worker, seperti penata laksana rumah tangga.
Menurut Dwi, dalam forum one on one business meeting, BNP2TKI memfasilitasi skema penempatan Private to Private (penempatan antara perusahaan swasta).
Diakuinya, peluang kerja sebagai TKI sektor formal di Arab Saudi sangat besar dan peluang itu harus segera dimanfaatkan oleh para TKI yang hendak bekerja di Arab Saudi dengan mempersiapkan kelengkapan dokumen, kompetensi, pengalaman kerja, penguasaan bahasa, dan pemahaman akan budaya setempat.
“BNP2TKI koncern dengan peningkatan penempatan TKI formal. Informasi ini harus segera dimanfaatkan oleh para calon TKI agar mereka benar-benar mempersiapkan diri dan melengkapi dokumen kerja yang dibutuhkan," kata Dwi . (zul).

Wednesday, May 2, 2012

Di Saudi Arabia Jarang Di Jumpai Tawuran Antar Pelajar..!

13357408331099858507
Saudi students sit for their final high school exams/arabstoday.net

Sangat sulit mencari pelajar di Saudi Arabia yang tawuran sesama mereka..entah mengapa,apakah karena sistem pendidikanya yang bagus atau karena ada pendidikan budi pekerti atau pendidikan agama baik dari pihak sekolah maupun pihak keluarga yang menjadikan para pelajar di Saudi Arabia,begitu manis perilakunya dan Umumnya tunduk dengan apa yang di katakan oleh para pendidik atau pihak sekolah..!
Seperti tadi siang dan juga saat pagi hari jam 7am..kebetulan saya ada keperluan dan naik Bus Saptco(Bus Milik pemerintah yg ada AC-nya) biaya murah sekali hanya 2Sr saja..!
Dalam Bus Saptco kebetulan banyak dijumpai para pelajar yang hendak pergi sekolah..mereka sangat tertib..naik Bus ya sama saja,siapa yang duluan maka dia yang dapat tempat duduk,bagi para pelajar ini bayar juga cukup murah hanyak 1sr..kadang tidak bayar juga tidak masalah..!malah beberapa hari yang lalu saat ada Mudir/”Manager Bus Saptco(yg Orang Saudi,saya lihat para pelajar ini tidak di mintai bayaran sama sekali..),mungkin Mudir/Manajer Saudi ini juga sadar dia juga punya anak yg sebaya dengan para pelajar tersebut,dan sudah untung para pelajar ini mau sekolah jadi tak masalah tidak bayar,toh sama-sama ini yg punya pemerintah Saudi Arabia dan mereka adalah aset bangsa,lagi pula para pelajar itu juga sudah terbiasa sekolah gratis dari SD-University,
1335741123172883944
Before graduating from high school, many students begin thinking of applying to a university /ksu.edu.sa
Kembali ke para pelajar Saudi Arabia ini dari,penampilan juga sangat simple,sama juga dengan pakaian yang biasa dikenakan sehari-hari yakni baju Abaya putih-putih..!di tambah Tas ransel di punggung,kadang ada yang pake peci putih di kepala..lebih mirip orang mau ngaji dibanding hendak pergi ke sekolah umum..!
Yang saya salute dengan mereka adalah walau mereka ramai-ramai satu Bus,maupun jumpa dimanapun dengan pelajar dari sekolah lainnya,tidak dijumpai terjadi tawuran antar pelajar baik yang setingkat SMP,maupun yang setingkat SMA,apalagi yang sudah masuk University kalau yang sudah masuk University,sudah lain lagi mereka benar-benar berperilaku layakanya orang dewasa,jadi jika sampai beratem atau tawuran ala pelajar di indonesia,ini sudah merupakan Aib besar,yang kuliah sudah tahu mana perbuatan Aib dan mana yang bukan..!
1335741460654703786
Prince Sultan Military College of Health Sciences, Dhahran, Saudi Arabia/aarc.org

Sementara bagi yang masih setingkat SMP dan SMA..sama saja,mereka tetap berperilaku sopan dan saling menghargai sesama mereka..!
Rasanya damai sekali melihat anak-anak abege/pelajar  ini,begitu manis perilakunya..kalaupun mereka kumpul-kumpul,juga karena mereka hendak berolah raga,baik main sepak bola maupun Vollyball ataupun mengerjakan tugas sekolah lainnya..!
Tak ada dijumpai para pelajar ini seperti pelajar di Jakarta  ataupun kota besar lainnya di Indonesia yg hoby tawuran dimana mau pergi sekolah ada yg bawa rantai,bawa pentungan ataupun senjata tajam..!
Di Saudi Arabia tak di jumpai hal seperti ini..!mereka ikhlas tujuannya memang hendak menuntut ilmu,walau ada yang bilang kualitas pendidikan di Saudi Arabia rendah,tapi tak menjadikan para pelajar di Saudi Arabia berbuat onar dan anarkis..apalagi sampai unjuk rasa menentang pemerintah,seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa di Indonesia..hmmm..kalau yang ini jelas sangat tabu untuk di lakukan..!
13357432591556638902
Bus Saptco/panoramio.com

Entah faktor apa yang menjadikan para pelajar Saudi Arabia bisa begitu manis dan beradab,takluk dengan aturan sekolah dll.bisa jadi peran orang tua,terutama peran seorang Ayah sangat berpengaruh di Saudi Arabia..boleh di katakan tak ada anak laki-laki yang berani berbuat atau membantah apa kata Ayahnya..karena bisa-bisa jatah uang makan bisa lenyap jika berani melawan orang tua..!apalagi jika ada pengaduan dari sekolah bahwa anaknya nakal dan bandel,sudah pasti bisa-bisa dihajar habis-habisan oleh sang Ayah..!
Dan kebetulan guru-guru di Saudi Arabia juga laki-laki semua jadi di segani,tentu saja guru untuk pelajar laki-laki..!
Tapi di Indonesia,juga banyak guru laki-laki,tapi kenapa banyak yg bandel-bandel ya..?apa salah makan mungkin ya..?makanan rohani terutama..!
Tapi sepertinya kesadaran mereka dan para pendidik yang berhasil menumbuhkan dan meyakinkan mereka bahwa mereka adalah masa depan bangsa,karena itu mereka benar-benar sadar akan keberadaan mereka sebagai pelajar,hal itu tercermin dari tingkah laku pelajar di saudi arabia yg santun dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan juga jarang terlibat tawuran antar sekolah/antar pelejar..!
Salute untuk para pelajar Saudi Arabia mereka benar-benar berperilaku layaknya seorang pelajar yg berbudi pekerti  sangat tinggi….!
Salam hangat dari Jeddah-KSA..!
http://www.kompasiana.com/henina

Menculik Diplomat Bukan Ajaran Islam

Imam dan khatib Masjidil Haram Syeikh Saleh Bin Humaid mengatakan bahwa melakukan penculikan terhadap diplomat melanggar hukum Islam.
“Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada dua utusan Musailamah, musuh Nabi, bahwa beliau tidak akan membunuh mereka sebab beliau bukanlah pembunuh para utusan,” kata Syeikh Bin Humaid dalam khutbahnya hari Jumat kemarin di Masjidil Haram, sebagaimana dikutip Arab News (28/04/2012).
Hal tersebut menunjukkan, bahwa tidak ada utusan atau konsul dari suatu negara yang boleh dilukai sebab mereka termasuk utusan atau pembawa pesan. Syeikh Bin Humaid menunjuk pada penculikan seorang diplomat Saudi bernama Abdullah Al Khalidi di Aden, Yaman, sekitar satu bulan lalu.
Ia mengatakan bahwa kelompok manapun yang melakukan penculikan berarti jauh dari ajaran Islam.
“Mereka tidak mengikuti ajaran Islam, yang mereka klaim mereka ikuti,” kata Syeikh Bin Humaid.
Islam mentolerir adanya penculikan jika dalam keadaan perang atau di medan perang. Bahkan saat berperang pun, Islam melarang melukai anak-anak, perempuan, orang tua, membunuh binatang atau menebang pepohonan.
Penculikan yang dilakukan atas orang tidak bersalah, menunjukkan kelemahan, kurangnya kesadaran, fanatisme dan kriminalitas dari pelaku. Kelompok semacam itu, kata Syeikh Bin Humaid, dikendalikan oleh orang-orang yang menyimpang.*Hidayatullah.com—

Indonesia di Mata Saudi Arabia

GEMA-Kali ini giliran Dubes RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansur memberikan kuliah tamu (kultam) kepada sivitas akademika UIN Maliki Malang. Bertempat di Gedung Ir . HC. Soekarno (rektorat) Lt.5, (23/4). Kultam yang khusus membahas perkembangan hubungan bilateral Indonesia dengan Arab Saudi ini dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen.
Tepat pukul dua siang kultam tersebut baru dimualai. Rektor UIN Maliki Malang, Imam Suprayogo, dalam sambutanya yang khas penuh dengan joks-joks segar, menjelaskan berbagai prestasi yang terus berkembang di UIN Maliki Malang. Imam juga memaparkan jumlah mahasiswa asing yang terdiri dari 13 negara yang saat ini tengah menempuh studi S1 dan S2 di kampus yang ia pimpin ini.

Dalam kultamnya, Gatot mengatakan bahwa dirinya akan sharing informasi tentang hubungan dua negara, Indonesia dan Saudi Arabia. Menurut bapak yang berperawakan kecil ini, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Saudi Arabia sudah terjalin mulai tahun 1961. Hubungan ini sudah dilatarbelakangi emosional yg sangat kental, diantaranya dengan adanya perjalanan haji dan umroh yang dijalankan oleh masyarakat Indonesia.
“Alhamdulillah, tahun lalu ada 600 ribu orang Indonesia melakukan umroh dan target saya (pemerintah Indonesia, red) tahun depan bisa mencapai 800 ribu,” Tutur Gatot. Saat ini di Makkah wajah orang Indonesia sudah tidak asing lagi, tersebar luas, ada sekitar 50 persen orang Jawa di sana yang juga andil dalam perekonomian setempat, seperti berdagang. Lelaki yang menjalankan profesianya sebagai Dubes RI untuk Saudi Arabia tersebut juga mengatakan bahwa masa depan Indonesia akan menjadi kaca Asia.

Mengenai negara Saudi Arabia, yang memiliki luas wilayahnya 2.5 juta persegi tersebut, jika di bandingkan dengan negara Indonesia masih besar Saudi Arabia. Saudi Arabia memiliki komposisi jumlah penduduk 18 juta itu adalah 9 persen orang barat dan 1,5 juta orang Indonesia. Dengan sistem pemerintahan yang dipimpin oleh seorang raja, yaitu Raja Abdullah bin Abdul Aziz yang kini merupakan raja ke-enam.
Sedangkan mengenai perkembangan hubungan perdagangan antara kedua negara ini, Indonesia–Saudi Arabia, Gatot mengatakan bahwa perkiraannya sudah mencapai 6.8 milyar. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sudah mengalami perkembangan sejajar dengan negara lain. Besar harapan, kedepanya nanti volume perdagangan meningkat hingga 10 miliar. Oleh karena itu, diharapkan sekarang Indonesia harus memperbanyak “teman” (baca: menjalin hubungan) daripada musuh.
“Misi saya terus meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Saudi Arabia, karena Indonesia sudah mempunyai greget tersendiri dengan Kerajaan Saudi Arabia, “ terang Gatot. Kini masyarakat Indonesia yang belajar di Negara Arab tersebut tidak hanya diajari ilmu agama saja, akantetapi sudah berkembang kedunia sains dan teknologi. Itu pertanda bahwa hubungan Indonesia dengan negara Islam tersebut semakin baik. Bahkan menurtnya, ada sekitar 776 mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di tanah suci tersebut.
Namun, kini yang menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia adalah mengurusi dan melindungi 13 ribu warga Indonesia dengan segala permasalahanya di sana, sedangkan jumlah staf KBRI di Saudi Arabia hanya ada sekitar 150 orang.
Tentang isu-isu miring mengenai TKI (tenaga kerja Indonesia) yang terhembus di tanah air, Gatot menangapi, bahwa kasus penganiayaan sebenarnya hanya sedikit, dan kasus buruh yang tidak digaji adalah 30%. Menurtnya, akar masalahnya adala adanya TKI yang tidak kompeten, ditambah TKI ilegal. Karena banyak PJTKI yang tidak bertanggungjawb. “Ini menjadi akar masalah, kemudian SDM yang rendah mengakibatkan para TKI menjdi bermasalah,” cetusnya. (aj/ka)
uin-malang.ac.id

Arab Saudi lirik investasi sektor pangan di Indonesia

Large_sawah__3_KUTA: Arab Saudi berencana investasi di bidang pangan dan kebutuhan tenaga kerja profesional untuk di bidang perhotelan di Indonesia.

Deputi VI Kementerian Perekonomian Rizal Lukman mengatakan pemerintah Arab Saudi sepakat investasi di bidang pangan (integrated food estate).

“Beberapa komoditas yang akan dikembangkan adalah mie instan, beras, dan buah buahan dari Indonesia,” katanya dalam acara Kerja Samam isnis Arab Saudi-Indonesia, hari ini, 23 April 2012.

Untuk sektor tenaga kerja, Saudi  Arabia membutuhkan TKI dari Indonesia yang diperjakan perhotelan. Maka dari itu setelah pertemuan one on one business yang dilakukan di Kuta itu rombongan dari Arab Saudi akan meninjau sekolah perhotelan yang ada di Bali yang sudah berstandar internasional.

Dia menjelaskan kerja sama antara pemerintahan Indonesia dan Arab Saudi selama ini bersifat saling melengkapi. Di samping impor minyak, dari segi perdagangan  Arab Saudi memberikan kontribusi ekspor kategori nonmigas yang nilainya meningkat tajam 50% dalam empat tahun terakhir.

Adapun komoditas ekspor yang dibutuhkan Arab Saudi di antaranya CPO, rubber, cengkeh, tekstil dan garmen. Selain itu, impor minyak dari Arab Saudi menempati porsi 2/3 dari keseluruhan komoditas impor Indonesia.

Dengan jalinan kerja sama ini diharapkan juga akan meningkatkan hasil perdagangan yang selama setahun ini sebesar US$6,7 miliar menjadi US$10 miliar baik dari keuntungan sisi ekspor dan impor.

Pemerintah Indonesia berharap melalui kerja sama ini segera disosialisasikan rencana Bank Negara Indonesia (BNI) untuk membuka cabang di Jeddah selama kurun waktu enam bulan ke depan.

“Ini untuk memudahkan transfer uang di Arab Saudi  bagi umat yang melakuan umroh maupun para TKI,” kata Rizal seraya menambahkan TKI di sana saat ini sebanyak 1,5 juta orang dan jemaah haji yang per tahunnya 200.000 jemaah.

Sementara itu, melaui pertemuan itu Kadin Indonesia yang Ketua Komite untuk Asia Tenggara dan Pertemuan Organisasi Negara-negara Islam, Fachry Thaib, menawarkan beberapa investasi di tempat rekreasi kawasan Jawa Barat, pembangunan infrastruktur dan hutan di daerah Subang dan Sumedang.

Investasi di hutan ini dimaksudkan untuk sektor pariwisata seperti pembangungan hotel. Karena di samping faktor alami, nuansa hutan untuk tracking sangat cocok dengan selera warga Arab Saudi.

Sementara itu Dewan Pemerintah Arab Saudi Abdul Azis Al Daud pertemuan tersebut untuk memberikan gambaran jelas dan membahas hambatan masing-masing negara. Kata dia dalam konteks sesama negara Islam yang terbesar di dunia, Indonesia dan Arab Saudi mempunyai ikatan satu sama lain.

“Maka dari jika warga Negara Indonesia yang ke Arab Saudi akan merasa di rumah sendiri sama seperti warga Negara Arab Saudi tinggal di Indonesia,” ungkapnya.(k51/Bsi)
bisnis.com

Salafy Mesir Prihatin dan Minta Dubes Saudi Dikirim ke Kairo Lagi

--Al-Hai`ah Asy-Syar'iyyah Lil Huquq wal Ishlah dan Dewan Syura Ulama Salafy di Mesir, menyampaikan keprihatinan mendalam atas aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Arab Sadui di Kairo, dengan menegaskan bahwa Saudi dan Mesir merupakan negara sahabat.
“Kami berharap kejadian ini berlalu dengan cepat dan tidak meninggalkan dampak di hati rakyat Mesir dan Saudi. Kita semua bersaudara dan kita semua berharap tidak terluka,” kata Ali Al Salus, pimpinan Al-Hai`ah Asy-Syar'iyyah Lil Huquq wal Ishlah (ILBRR) dalam pernyataannya yang dirilis hari Senin kemarin.
“Hubungan kedua negara tidak akan terpengaruh dengan kejadian sekarang ini dan kasus pengacara Mesir Ahmad Al Jizawi, yang dituduh otoritas Saudi menyelundupkan obat-obatan terlarang,” bunyi pernyataan itu dikutip Al Mishry Al Yaum, Selasa (01/05/2012).
Pernyataan itu ditandatangani oleh lembaga riset Islam yang sebagian anggotanya berasal dari Salafy tersebut dan oleh sejumlah ulama Salafy. Pernyataan itu juga berisi permintaan agar Arab Saudi mengirimkan kembali duta besarnya ke Kairo.
“Saya, sebagai ketua ILBRR, menyatakan keprihatinan mendalam atas apa yang terjadi dan saya berharap hal ini berakhir dan tidak terulang kembali. Hubungan antara Mesir dan Arab Saudi tidak dapat dipengaruhi oleh apa yang terjadi ini,” kata Al Salus.
Arab Saudi menarik duta besarnya dari Kairo menyusul aksi protes warga Mesir terkait penangkapan aktivis HAM Mesir yang juga seorang pengacara, Ahmad Al Jizawi, yang ditahan aparat di Bandara Raja Abdulaziz Jeddah karena kedapatan membawa ribuan butir narkoba.
Tersiar kabar bahwa Al Jizawi mendapatkan perlakuan buruk dari aparat Saudi. Namun, hal itu telah dibantah oleh pihak Arab Saudi. Baca berita sebelumnya: Bervisa Umrah Aktivis HAM Selundupkan Narkoba Dalam Tas Al Quran.*
Keterangan foto: Aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Saudi di Kairo terkait penangkapan pengacara Mesir Ahmad Al Jizawi yang ditangkap karena membawa narkoba.[AFP]

Hidayatullah.com