Tuesday, January 8, 2013

Wanita Saudi Minta Rumah Sakit Khusus Wanita

Hidayatullah.com—Wanita-wanita di Saudi menginginkan rumah sakit khusus perempuan, namun para dokter menolak usulan pendirian rumah sakit khusus itu dengan alasan sangat tidak praktis.

Usulan rumah sakit khusus wanita itu muncul dari warga masyarakat yang menginginkan mereka diperiksa hanya oleh dokter wanita, lapor Gulf News mengutip koran setempat Al-Sharq Kamis (3/1/2013).
“Rumah sakit yang khusus diperuntukkan bagi wanita akan memberikan privasi yang saya butuhkan,” kata Mariam Radhi Abdullah.

“Bahkan suami saya menolak laki-laki memeriksa saya, meskipun dalam kasus darurat dan dia lebih memilih untuk mencari doker wanita meskipun harus pergi ke rumah sakit lain,” katanya kepada Al-Sharq.

Hanan Abdullah mengatakan karakter dan sifat masyarakat Saudi menuntut hanya dokter perempuan yang memeriksa pasien perempuan.

“Masyarakat di sini berbeda dengan masyarakat lain dan mereka melihat masalah dari sudut pandang berbeda,” kata wanita itu.

“Saya sendiri menolak diperiksa dokter laki-laki dan saya mendesak didirikannya rumah sakit khusus wanita yang dioperasikan oleh wanita,” tegasnya.

Khalid al-Ghadiya seorang pria pekerja sosial mengatakan, rumah sakit wanita akan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi wanita dengan cara yang lebih nyaman.

“Para wanita kita tidak harus diperiksa oleh pria-pria asing, khususnya di bagian kebidanan,” kata Khalid.

“Para wanita akan lebih terbuka dalam perbincangan mereka dan akan merasa nyaman saat diperiksa oleh wanita. Ada sejumlah negara yang sudah menerapkan sistem ini dan berhasil,” katanya lagi.

Namun kepala departemen radiologi di Rumah Sakit Raja Fahd, Fatimah al-Melhim, menentang segregasi antara dokter pria dan wanita.

“Rumah sakit adalah sebuah entitas terintegrasi yang terdiri dari staf administrasi dan medis. Menyediakan dokter wanita dan staf wanita dalam jumlah yang mencukupi adalah tidak mungkin,” katanya.

“Arab Saudi kekurangan staf medis, jadi tidak mungkin untuk mendirikan rumah sakit khusus wanita. Sebuah rumah sakit bukan hanya berisi dokter, tapi juga ada perawat, teknisi dan staf lainnya. Mereka yang menyeru didirikan fasilitas kesehatan khusus wanita biasanya didorong oleh pertimbangan agama,” katanya, seraya menambahkan bahwa alasan agama itu tidak berdasar karena permintaan oleh dokter biasanya dipenuhi.

Dr Sulaiman al-Sulaiman, seorang konsultan, mengatakan bahwa rumah sakit khusus wanita tidak diperlukan.

“Jumlah dokter wanita di Saudi sangat sedikit, demikian pula dengan negara maju lain di Eropa seperti Jerman, di mana dokter wanita di departemen kebidanannya hanya mencakup 15% dari total staf medis yang ada,” kata al-Sulaiman.

“Layanan medis tidak tergantung pada gender dokternya, melainkan pada keterampilan dan kompetensinya dalam memberikan perawatan kepada pasien. Memisahkan dokter pria dengan dokter wanita berarti kualitas dan performa perawatan akan terpengaruh,” imbuhnya.
Aktivis hak wanita Fawzia al-Ayuni kepada Al-Sharq mengatakan bahwa menurut pengalaman masa lalu, upaya untuk mendirikan rumah sakit wanita akan gagal.

“Itu dulu dilakukan oleh sebuah rumah sakit swasta dan gagal karena dianggap tidak ekonomis,” katanya.

Selain itu imbuhnya, “itu berarti seorang ayah tidak bisa mengantarkan putrinya, seorang saudara laki-laki tidak dapat mengantarkan saudara perempuannya dan seorang suami tidak dapat membawa istrinya ke rumah sakit tersebut.”

Salah seorang ulama, Syaikh Malik al-Milad, mengatakan bahwa pemeriksaan oleh dokter berlainan jenis diperbolehkan dalam kasus darurat dan jika dokter itu memiliki keterampilan tinggi yang dibutuhkan.*

Rep: Ama Farah
Red: Dija

Wednesday, January 2, 2013

TARGET BELANJA ARAB SAUDI tahun depan

Compact_uangKontras dengan situasi di Eropa, kemakmuran justru dialami negara jazirah Arab. Dewan Kementerian Arab Saudi dilaporkan telah menyetujui anggaran belanja negara 2013, sebesar USD218,7 miliar. Hal ini menyusul rekor pendapatan negara yang mencapai USD221 miliar atau sekitar Rp2.137 triliun.

Raja Abdullah yang sempat menjalani operasi punggung, bulan lalu, tampak hadir memimpin pertemuan dewan. "Ada banyak kekayaan yang diberikan, syukur kepada Allah. Namun, tidak ada alasan setelah hari ini lalai atau berpuas diri," ujar Raja Abdullah seperti dilansir ahram online, Sabtu (29/12/2012).

Raja Abdullah menjanjikan sebagian anggaran untuk kesejahteraan rakyat dan membangun proyek-proyek untuk memastikan negara tidak terpengaruh pada kerusuhan politik yang melanda negara-negara Arab, beberapa waktu lalu. Dia juga akan menggunakan anggarannya untuk memberantas pengangguran serta membangun sekolah dan rumah sakit. 

Arab Saudi mendongkrak target belanjanya hingga 820 miliar riyal (US$219 miliar) pada 2013 sebagai negara terbesar pengekspor minyak bumi yang akan mengembangkan diversifikasi ekonomi tidak hanya dari minyak.

Televisi nasional Arab Saudi melaporkan, Sabtu (29/12), target pengeluaran belanja pemerintah yang diproyeksikan tahun ini sebesar 690 miliar riyal, akan didanai dengan pendapatan yang diproyeksikan 829 miliar riyal.

Menurut laporan, Arab Saudi pada 2012 ini membukukan pendapatannnya 1,24 triliun riyal dan pengeluaran 853 miliar riyal.

Raja Abdullah menjanjikan lebih dari US$500 miliar untuk kesejahteraan sosial dan membangun proyek-proyek guna menjamin negaranya tidak akan terpengaruh oleh gejolak yang melanda negara-negara Arab lainnya.

Dia menggunakan uang minyak untuk memerangi tingginya angka pengangguran yang jumlahnya sekitar seperempat warga Saudi berusia 20-30 tahun belum memiliki pekerjaan dan untuk membangun sekolah dan rumah sakit.

"Anggaran itu akan difokuskan ke infrastuktur sosial, dan juga infrastuktur fisik yang lebih luas. Kami berharap dana akan banyak dihabiskan pada kesehatan, pendidikan, dan perumahan berpenghasilan rendah.," kata Monica Malik, kepala ekonom EFG-Hermes dari Dubai lewat telepon.

Fokus lebih lanjut dari pemerintah, sambungnya, adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga negaranya.

Sindonews.com -bisnis.com

Ada Bus Khusus Orang Dewasa Penyandang Cacat di Saudi

Hidayatullah.com—Yayasan Alwalid bin Talal yang diketuai oleh Pangeran Alwalid bin Talal bekerjasama dengan Asosiasi Penyandang Cacat Fisik Dewasa di Riyadh, Arab Saudi, menyediakan transportasi umum khusus para penyandang cacat, lansir Saudi Gazette Ahad (30/12/2012).

Sebanyak 40 bus disediakan untuk melayani kebutuhan transportasi orang-orang dewasa yang berkebutuhan khusus. Kendaraan dilengkapi dengan peralatan yang dapat membantu mobilitas para penyangdang cacat fisik. Selain mengurangi ongkos perjalanan, kendaraan itu juga dapat memberikan pertolongan darurat kepada penumpangnya.

Proyek ini dilatarbelakangi oleh kurangnya transportasi umum untuk orang dewasa penyandang cacat di Saudi. Bus-bus itu diharapkan dapat membantu penyandang cacat terutama yang tidak memiliki kendaraan sendiri.

Yayasan Alwalid bin Talal melaksanakan berbagai proyek kemanusiaan di lebih dari 70 negara di seluruh dunia. Dana terbesar yayasan itu berasal dari pengusaha Saudi Pangeran Alwalid bin Talal dan istrinya Putri Amirah, yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal di yayasan tersebut.*

Dengan Situs Islam di Saudi, Alhamdulillah 101 Orang Masuk Islam Dalam Sebulan

Sebuah Markaz Dakwah yang dikelola di daerah Timur Arab Saudi, meyakinkan dalam sebulan lebih dari 100 orang dari non-Muslim masuk agama Islam.

Laporan surat kabar yang dipublikasikan kemarin mengatakan, bahwa dengan sekelompok relawan dari generasi muda mampu menangani situs sosial dan modern dan inovatif mampu mengundang orang-orang non-Muslim. Kantor markas dakwah “Rukni al Hiwari li Ta’rifi al Islam”  yang berpusat di Dammam cabang dari “ Maktab Atta’awuni wal Irsyadi wa Tau’iyatul Jaliat”  ini mampu  menarik sejumlah orang Kristen dan Hindu dan Buddha melalui penggunaan internet.

Direktur sebuah kantor pusat, Ir Maged Osaimi mengatakan ia telah masuk Islam pada bulan Muharram yang lalu .

101 orang dari 33 negara yang berbeda di seluruh dunia, di mana persentase yang baru masuk Islam terdiri dari  Muslim laki-laki 65% dan perempuan 35%,. Agama Kristenlah yang paling banyak dalam presentase tersebut dari jumlah orang yang masuk islam . dan persentase Kristen ke Islam mencapai  61%, dan 16% dari Hindu, dan 1% dari umat Buddha. (Zae/Hr)

eramuslim.com

Friday, December 28, 2012

Malaysia dan Saudi Arabia Kerjasama Membuat Gelatin Halal

Malaysia dan Saudi Arabia Kerjasama Membuat Gelatin Halal
Jakarta - Kandungan gelatin pada makanan seringkali meresahkan umat muslim. Gelatin yang dibuat dari tulang hewan bisa saja tak sesuai dengan standar kehalalan. Kini, Malaysia dan Saudi Arabia bekerjasama untuk memproduksi gelatin dari unta untuk memenuhi kebutuhan akan gelatin halal.

Seperti dimuat Bernama (20/12), International Islamic University (IIU) Malaysia dan King Saud University Saudi Arabia telah menyepakati kerjasama untuk memproduksi gelatin halal. Menurut Prof. Dr. Irwandi Jaswir selaku Deputy Dean of Initiative Studies dari IIU, produksi gelatin halal dari unta ini menjadi yang pertama di dunia.

Menurut Irwandi, penelitian yang akan dimulai awal tahun 2013 ini akan menghabiskan dana lebih dari 5 miliar rupiah.

"Terdapat permintaan yang tinggi akan gelatin untuk memproduksi beragam makanan, juga produk kesehatan dan kecantikan. Bagaimanapun juga, itu (gelatin) kini menjadi isu sensitif karena 95% gelatin yang beredar di pasaran kini diproduksi dari hewan yang dilarang bagi umat muslim," kata Irwandi.

Untuk produk pangan, salah satu makanan yang sering menggunakan bahan gelatin adalah puding atau aneka dessert. Biasanya di pasaran dijual dalam bentuk bubuk dan lembaran.


food.detik.com(flo/odi)

Thursday, December 27, 2012

Berzina di Saudi Wanta Asing Dicambuk dan Dipenjara

Hidayatullah.com—Pengadilan distrik Jeddah, Arab Saudi, memvonis seorang wanita asing dengan hukuman penjara delapan bulan dan 90 kali cambukan, karena melakukan zina. Wanita itu akan segera dideportasi setelah selesai menjalani hukumannya, lapor Saudi Gazette Senin (24/12/2012).

Seorang wanita asing lain, yang kasusnya ditangani berbeda, bertindak sebagai mucikari untuk wanita asing pertama yang dicambuk tersebut.

Mucikari wanita itu menerima panggilan telepon dari klien mereka, lalu mengatur pertemuan antara klien dan wanita asing yang menjadi pelacur itu. Sebagai imbalannya, dia akan meminta kartu telepon seluler dengan pulsa 300 riyal.

Komisi Amar Ma'ruf Nahi Munkar (Hai'a) berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk menjebak pelaku bisnis seks itu.

Seorang petugas menyamar menghubungi mucikari dan membuat kesepakatan bertemu dengan si pelacur. Mereka sepakat akan membayar pelacur asing itu dengan uang 500 riyal dan kartu telepon seluler untuk komunikasi di antara mereka.

Bersama dengan pelacur itu di mobilnya, aparat yang menyamar tersebut berhenti di sebuah toko untuk membeli kartu ponsel. Hai'a kemudian masuk ke tempat kejadian perkara dan mengamankan si pelacur. Di tempat itu petugas menemukan pil KB, alat kontrasepsi dan uang tunai 900 riyal milik si pelacur, yang kemudian digelandang ke kantor Biro Penyelidikan dan Penuntutuan sebelum diajukan ke meja hijau.*

Syaikh Ali Assobuni Hadiri Pelatihan Kader Aswaja

Tulungagung, NU Online
Ha’iah Assofwah atau Himpunan Alumni Ma’had Abuya Sayyid Maliki Al Hasani daerah Mataraman (Kediri, Tulungagung,Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Madiun) menggelar pelatihan kader Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja).

Pelatihan ini telah dilaksanakan pada hari Jum’at hingga Ahad (21-23/12) bertempat di Pesantren Al Azhar Tulungagung Jawa Timur.

Acara tersebut dibuka oleh seorang mufassir pengarang kitab tafsir yang sangat terkenal yakni kitab tafsir Ayatul Ahkam,Assayikh Muhammad Ali Asshobuny, dari Makkah Al Mukarromah.

Tampak hadir dalam acara tersebut para ulama dan habaib, diantarnya KH.Anwar Mansyur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus (lirboyo) KH Luqman Harist Dimyathi (Tremas) KH Imam Mawardi, Habib Acmadd Zaen Al Kaff serta lebih kurang 300 santri utusan dari Pesantren se-Mataraman.

Assayikh Muhammad Ali Asshobuny dalam tausyiah pembukaanya dihadapan para undangan berpesan agar seluruh kaum muslim khususnya di Indonesia untuk lebih memahami isi kandungan al Qur’an dan mempelajari bahasa Arab.

“Dikarenakan, bahasa Arab adalah bahasa surga, dimana nanti seorang muslim yang berada di surga akan bercakap-cakap atau berkomunikasi dengan sang kholik dengan menggunakan bahasa Arab” demikian kata Assayikh Muhammad Ali Asshobuny, seperti yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh salah satu santrinya.

Muhammad Ali As-Shobuni:
“Aku menamai kitabku Shofwah at-Tafasir”
Oleh: Shubhan Hafidz
A. Sekilas tentang Muhammad Ali As-Shobuni
Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Ali bin Jamil As-Shobuni. Beliau lahir di kota Helb Syiria pada tahun 1928 M. Setelah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan di Syiria, beliau pun melanjutkan pendidikannya di Mesir, dan merampungkan program magisternya di universitas Al-Azhar mengambil tesis khusus tentang perundang-undangan dalam islam pada tahun 1954 M. Saat ini bermukim di Mekkah dan tercatat sebagai salah seorang staf pengajar tafsir dan ulumul Qur’an di fakultas Syari’ah dan Dirosat Islamiyah universitas Malik Abdul Aziz Makkah. Beliau juga dikenal sebagai pakar ilmu Al-Qur’an, Bahasa Arab, Fiqh, dan Sastra Arab. Abdul Qodir Muhammad Shalih dalam “Al-Tafsir wa al-Mufassirun fi al-A’shri al-hadits” menyebutnya sebagai akademisi yang ilmiah dan banyak menelurkan karya-karya bermutu”. Di antara karya-karya beliau: “Al-Mawarits fi al-Syari’ah al-Islamiyyah”, “ al-Nubuwwah wa al-Anbiya”, “min Kunuz as-Sunnah”, “Risalah as-Shalah”, “Rowai’u al-Bayan fi Tafsiri Ayat al- Ahkam fi al-Qur’an, “Shofwah at-Tafasir”, dll.
B. As-Shobuni dan Shofwah at-Tafasir

Shofwah at-Tafasir merupakan kitab tafsir karangan As-Shobuni. Beliau menyebutnya sebagai kumpulan tafsir bi al-ma’tsur dan tafsir bi al-ma’qul. Menyinggung alasan penamaan kitabnya ini beliau menjelaskan, “aku menamai kitabku Shofwah at-Tafasir karena memuat inti dari kitab-kitab tafsir besar yang ku susun lebih ringkas, tertib, mudah, jelas, dan lugas “. Tafsir-tafsir besar yang beliau ambil sebagai rujukan: tafsir at-Thobari, tafsir Kasyaf karya Zamakhsyari, tafsir Qurthubi, tafsir Ruhul Ma’ani karya Al-Alusi, tafsir Ibnu Katsir, tafsir Bahrul Muhith karya Abi Hayyan, juga dari beberapa kitab tafsir lain dan buku-buku ulumul Qur’an. Dalam Muqoddimahnya, as-Shobuni sedikit curhat mengenai proses kreatif penulisan kitab tafsir ini, “aku merampungkan penulisan kitab ini selama lima tahun siang dan malam. Dan aku tidak menulis sesuatu dalam kitab tafsir ini kecuali setelah aku benar-benar membaca apa yang ditulis ulama-ulama tafsir pada kitab mereka. Sekaligus meneliti dengan sungguh-sungguh supaya aku bisa menilai mana diantara pendapat mereka yang paling benar lalu aku mengunggulkannya”. Di antara alasan yang membuat penulis tafsir ini tergerak untuk menyusun kitab tafsirnya adalah banyaknya kitab tafsir dan ulumul Qur’an yang ditulis oleh para ulama, bahkan di antaranya merupakan kitab-kitab yang “gemuk” dan pastinya sangat berjasa membantu ulama dan masyarakat dalam memahami Al-Qur’an secara benar. Namun karena tingkat pendidikan dan kebudayaan manusia yang berbeda-beda, menjadikan di antara mereka masih merasa sulit menggapai pesan yang ingin disampaikan seorang mufassir dalam kitabnya. Nah, salah satu solusi mengatasi hal ini, maka seorang ulama dituntut untuk terus berusaha mempermudah dan meminimalisir kesulitan dalam kitab tafsirnya, supaya maknanya bisa lebih terjangkau masyarakat luas. Syaikhul Azhar DR. Abdul Halim Mahmud memberikan komentar tentang kitab ini, “Shofwah at-Tafasir adalah hasil penelitian penulis terhadap kitab-kitab besar tafsir, kemudian ditulis ulang dengan mengambil pendapat terbaik dari kitab-kitab tersebut yang disusun secara ringkas dan mudah”. Begitu pun yang di sampaikan DR.Rosyid bin Rojih [‘amid kuliyyah Syari’ah dan Dirasat Islamiyyah universitas malik Abdul Aziz] tentang Shofwah at-Tafasir, “ kitab ini sangat berharga, meringkas apa yang dikatakan ulama-ulama besar tafsir dengan menggunakan tata bahasa yang sederhana, tekhnik pengungkapan yang mudah dan lugas, disertai penjelasan dari segi kebahasaannya. Sungguh sangat memudahkan penuntut ilmu dalam memahaminya”. Adapun metode yang diterapkan As-Shobuni dalam tafsirnya:
1- Menjelaskan surat Al-Qur’an secara global, kemudian merinci maksud-maksud yang terkandung dalam surat tersebut
2- Menjabarkan hubungan antar ayat sebelum dan sesudahnya
3- Pembahasan tentang hal yang berhubungan dengan bahasa, seperti akar kalimat, dan bukti-bukti kalimat yang diambil dari ungkapan orang arab
4- Pembahasan tentang Asbab an-Nuzul
5- Pembahsan tentang tafsir ayat
6- Pembahasan ayat dari segi Balaghohnya
7- Penjelasan faida-faidah yang bisa dipetik dari suatu ayat
C. Shofwah at-Tafasir dan Polemik
Di antara karya-karya besar as-Shobuni, Shofwatut-Tafasir adalah yang paling banyak mengundang polemik. Polemik ini lahir terutama saat beliau menafsirkan suatu ayat a la asy’ary [dengan menggunakan methode ta’wil]. Misal sebagaimana yang dipaparkan syeikh Sholih bin Fauzan:
[Surat Al-baqoroh ayat:112] ”… بلى من أسلم وجهه لله…” Dalam menafsirkan ayat ini as-Shobuni mengutip pendapat dari Imam al-Rozi dalam tafsirnya Tafsir Kabir yang menakwilkan “الوجه” dengan “النفس” , maka makna ayat ini menurut al-Rozi: “ memasrahkan diri untuk selalu taat kepada Allah”. Dengan mengambil justifikasi dari ayat: “كل شيء هالك الا وجهه “. Ini hanya satu dari tafsir ayat yang disentil oleh syeikh Sholih bin Fauzan salah seorang ulama Saudi yang menyebut ta’wil pada ayat ini sebagai ta’wil bathil karena ta’wil al-wajh dengan makna ad-zat [sebagaimana manusia] sama dengan meniadakan sifat Allah yang telah pasti. Untuk juz 1 saja Syeikh Sholih bin Fauzan mencatat 54 kesalahan dari berbagai macam disiplin ilmu [termasuk Fiqh, dll]. Keseluruhan kesalahan syeikh as-Shobuni dalam Shofwah at-Tafasir beliau rangkum dalam kitabnya “Al-bayan li Akhtho’i ba’dhi al-Kitab”. Masuk dalam barisan panjang ulama penolak tafsir ini di antaranya: Syeikh Muhammad Jamil Zainu [pengajar tafsir di universitas Darul Hadits makkah], Syeikh Sa’ad Dzullam, Syeikh Bakr Abu Zayd, dll yang masing-masing mengungkapkan kritik dan penolakannya dengan menerbitkan buku. Dalam buku besarnya “Ar-Rudud”, syeikh Bakr Abu Zayd menyorot perilaku As-Shobuni yang mengumpulkan penafsiran dari penafsir-penafsir besar dengan latar belakang ideologi berbeda dalam satu kitab tafsir, seperti Zamakhsyari yang Mu’tazili, Ibnu Katsir dan Thobary yang Salafi, Ar-Rozy yang Asy’ari, Thibrsy yang Rhofidhy, dll. Aksi penolakan ulama-ulama besar saudi ini mau tidak mau memaksa pihak kementrian badan waqaf Kerajaan Saudi Arabia pada waktu itu menurunkan perintah pelarangan beredarnya kitab ini. Juga surat edaran dari direktur umum badan waqaf dan masjid di Riyadh bernomor: 945/2/ ص, في 16/4/1408 H melarang penyebaran dan memperbanyak kitab tafsir ini sampai ada perbaikan permasalahan ideologi di dalamnya. Memang benturan ideologi dalam tafsir ini tidak bisa elakan, karena ada saat as-Shobuni menggunakan penafsiran a la Salafy yang mempraktekan methode “tafwidh ilallah” [khususnya ketika beliau merujuk tafsir dari Ibnu Katsir]. Dan ada saaat kita akan melihat beliau mengambil penafsiran a la Asy’ari yang menggunakan methode “ta’wil” [khusunya ketika beliau mengambil tafsir dari Ar-Razi]. Namun untuk Mu’tazilah beliau menjelaskan tidak mengambil dari Zamakhsyari kecuali penjelasan tentang masalah bahasa saja. Kenyataan ini membuat kita sulit mengira-ngira apa gerangan ideologi as-Shobuni. Terlepas dari permasalahan ideologi As-Shobuni, DR.Abdul Halim Mahmud menegaskan bahwa, “ikhtiyarul mar’i qith’atun min aqlihi” maka lanjut beliau lagi, bisa dikatakan apapun yang dipilih dan diambil As-Shobuni dari kitab-kitab tafsir besar merupakan persetujuan beliau terhadap penafsiran-penafsiran itu. Jadi? 

Nb: Mohon petunjuk atas segala ketidakpahaman saya

Daftar Referensi
- Abdul Qodir Muhammad Sholih, al-Tafsir wa almufassirun fi al-Ashri al-Hadits, Dar El-Marefah press, Beirut, 1424/2003.
- Syeikh Muhammad Ali as-Shobuni, Shofwah at-Tafasir, Dar As-Shobuni press, Cairo.
- Kumpulan diskusi dan tanya jawab di www.islamport.com
- Kumpulan diskusi dan tanya jawab di http://www.tafsir.org
- Kumpulan diskusi dan tanya jawab di http://www.qassimy.com
- Kumpulan diskusi dan tanya jawab di http://www.islam-qa.com

sumber : nu.or.id & apit.wordpress.com

Tahukah Anda Satu-satunya Negara yang...




Tahukah anda satu-satunya negara yang sama sekali tidak ada perayaan natalan?

Satu-satunya negara yang tidak ada tempat penjualan bir apalagi lokalisasi perzinahan?


Satu-satunya negara yang jika telah dikumandangkan adzan maka toko-toko pun tutup?


Satu-satunya negara yang ditegakkan hukum had?


satu-satunya negara yang memvonis hukuman mati bagi penyihir?
Tentu anda tahu jawabannya...


AKAN TETAPI...


Masih aja ada orang yang membenci negara tersebut..., bahkan mencari-cari kesalahan negara tersebut dan menutup mata dari kebaikan yang begitu banyak pada negara tersebut..., bahkan ada yang mengkafirkan negara tersebut....

Kesempurnaan hanyalah milik Allah...meskipun negara tersebut masih banyak kekurangan dan kesalahan akan tetapi ialah negara satu-satunya yang....yang...yang.... dst


Jika di zaman pemerintahan Utsman dan Ali bin Abi Tholib radiallahu 'anhuma saja ada saja orang yang benci dan memberontak maka bagaimana dengan pemerintahan negera tersebut???!!


firanda.com

Sunday, December 23, 2012

Menengok ke Dalam Sekolah Khusus Putri di Kota Madinah Arab Saudi

13561790352140589792
TK & SD KHUSUS PUTERI NO.97 MADINAH ARAB SAUDI

Kali ini saya ingin mengajak anda menengok ke dalam sekolah SD Khusus Puteri di Saudi.  Seperti yang sudah umum diketahui bahwa di Saudi anak-anak sekolah dipisahkan ke dalam sekolah khusus putera dan khusus puteri.

Beberapa waktu lalu, saya menerima undangan rapat orangtua/wali murid dari SD negeri khusus puteri no.97 Madinah, tempat puteri bungsu saya menuntut ilmu.  Yang menarik dari rapat itu bagaimana Kepala Sekolah menekankan kepada kami para ibu/wali murid untuk :
1.  Memberikan perhatian khusus pada shalat anak-anak kami di rumah.  Berkali-kali Kepala Sekolah menegaskan pentingnya contoh dan bimbingan kami agar anak-anak sejak dini biasa shalat dan tidak meninggalkan atau melalaikan shalat.
2.  Menitipkan pada para ibu/wali untuk memakaikan abaya dan kerudung yang baik pada para puteri kami.  Dicontohkan oleh Kepala Sekolah ada murid yang ketika ditegur kenapa mereka tidak memakai abaya dan kerudung dengan baik sesuai syariat Islam dan murid dengan polos menjawab bahwa mereka meniru ibunya sendiri karena ibunya juga asal-asalan dalam memakai abaya dan kerudung.  Maka contohkan dan bimbing anak-anak puteri kita, begitu kepala sekolah menegaskan.
3.  Hal-hal umum seperti anak-anak tidak telat hadir di sekolah karena masih terlalu banyak yang suka kesiangan.

Disini saya hadirkan foto bagaimana rupa sekolah puteri setingkat SD negeri dimana anak saya sekolah…mari tengok bagaimana sekolah yang menjadi misteri bagi orang luar itu karena eksklusifitasnya.
1356183195917176308
Lambang Negara Saudi di bagian dalam dinding front door.
13561834041155895765
Nama Sekolahnya, SD Negeri No.97 Madinah
13561834481085726361
Welcome berbentuk syair di dinding front door sekolah
13561835261469008723
Inilah Bagian Dalam Sekolah Tempat Para Puteri Dididik. (dok.pribadi)
13561837391366039308
Salah Satu Pintu Ruang Kelas Terbuka (dok.pribadi)
13561838751147204696
Sekolah menyediakan Stage tempat para murid berkreasi berpentas (dok.pribadi)

Semoga bermanfaaat, walau hanya sedikit, namun semoga bisa memberikan gambaran bagaimana sekolah khusus puteri di Arab Saudi.
Madinah, 22/12/2012
Bunda Khadijah
http://www.kompasiana.com/bunda.com

Tuesday, December 18, 2012

Masjid bantuan Arab Saudi diresmikan Bupati Bantaeng

Al-Qur'an
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Masjid Riyadu Salihin di Banyorang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, yang merupakan bantuan tokoh pengusaha Arab Saudi/Ketua Dewan Masjid Dunia serta Ketua Kajian Internasional Quran dan Hadits Dr Syech Ahmad Salim Bahammam diresmikan penggunaannya oleh Bupati Bantaeng, Prof Dr Nurdin Abdullah, Jumat.

Masjid berukuran 20 X 20 meter bersama pondok pesantren yang berada di atas tanah seluas 1,5 hektare tersebut dikelola Yayasan Alfurqan Indonesia yang dipimpin mantan anggota DPRD Bantaeng KH Nuh.

Selain membangun masjid, pengusaha Saudi Arabia melalui Yayasan Makka Almukarramah juga membangun 260 fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK) di Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba.

Khusus di Kabupaten Bantaeng, pengusaha Arab tersebut membangun 240 unit. Untuk melengkapi masjid tersebut, Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah membantu mimbar.

Syech Ahmad Salim mengaku sangat senang berada di tengah masyarakat Kabupaten Bantaeng sebab sesungguhnya orang Islam itu bersaudara. Ia berpesan kepada seluruh ummat di daerah ini agar lebih peduli terhadap pelajaran syariah.

"Anak-anak harus bersemangat mempelajari ilmu syariah, terlebih di Bantaeng yang dipimpin seorang ilmuwan Prof Nurdin Abdullah," ujarnya.

Ia juga memuji perhatian Bupati Bantaeng terhadap wilayah kerjanya. Perhatian tersebut sama dengan yang dilakukan kerajaan di Saudi Arabia. Mereka sama-sama cinta pada masyarakat.

Syech Ahmad Salim berjanji mendoakan daerah ini agar lebih maju dan lebih sejahtera. "Saya juga mendoakan agar Nurdin Abdullah dimudahkan urusannya sehingga dapat meneruskan usahanya menegakkan Islam." ucapnya.

"Ini bukan yang terakhir, tetapi ini merupakan awal, terlebih kami diberi dukungan oleh pemimpin daerah ini," tambahnya seraya mengutip firman Allah agar berlomba-lomba dalam kebaikan.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah menyambut baik kepedulian masyarakat Arab terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan MCK yang tersebar di berbagai kecamatan. Bupati juga berterima kasih atas pembangunan masjid yang merupakan dambaan masyarakat, ujarnya.  (MH/F003) 

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012