Arab Saudi akan segera meluncurkan sebuah
layanan 'hotline' dalam delapan bahasa untuk menerima keluhan dari para
pekerja rumah tangga (PRT) di negara itu.
Pusat keluhan tersebut, yang berada di bawah Kementerian Tenaga Kerja
Saudi, juga akan menjawab pertanyaan dan memberitahu para pekerja rumah
tangga mengenai kewajiban dan hak-hak mereka, seperti dilansir situs
china.org.cn, Ahad (20/4), mengutip laporan surat kabar Al Eqtisadia.
Layanan tersebut diluncurkan sebagai bagian dari peraturan
terbarudalam menghadapi majikan yang melanggar peraturan dan yang
sementara atau selamanya menolak untuk mempekerjakan pekerja rumah
tangga dan membayar denda.
Laporan itu juga menjelaskan pusat keluhan tersebut akan meluncurkan
penyelidikan setelah menerima keluhan dan akanmenyerahkan kasus itu
kepada lembaga hukum terkait jika diperlukan.
Ada sekitar 1,2 juta pekerja rumah tangga bekerja di Arab Saudi.
Kebanyakandari mereka datang dari India. Tapi adajuga yang berasal dari
Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan Bangladesh.
[fas]Merdeka.com
Artikel Terkait:
TKI
- Raja Arab Saudi Ampuni 141 TKI Bermasalah
- Jutaan Ekspatriat di Saudi Bakal Kehilangan Pekerjaan
- Pemerintah Indonesia Minta Arab Saudi Terima TKI Suami-Istri
- RI Cari Peluang Bisnis di Arab Saudi
- Kisah Berliku Anak-anak TKI Kelahiran Arab Saudi
- Tak Ada Gigi Bungsu, Jangan Coba-Coba Jadi PRT di Saudi
- Naik Haji Ala TKI
- Banyak Ekspatriat Perusahaan Saudi Bakal Didenda
- Fenny Sumayah Hamim Saleh, Miliarder Bakso Madinah dari Blora
Berita
- Sebotol Air Minum di Arab Saudi
- Arab Saudi Pakai Teknologi Tinggi Untuk Cegah Jamaah Haji Ilegal
- Arab Saudi Dirikan Gerbang Mekkah
- Arab Saudi Renovasi Ratusan Masjid
- Seruan dari Masjid Nabawi untuk Rakyat Mesir: "Kembalilah ke Rumah-rumah Kalian"
- Arab Saudi Luncurkan Stasiun TV khusus Wanita
- Saudi Bagikan 130.000 Paket Ramadhan Pengungsi Suriah
- Jangan Harap Orang Israel Naik Pesawat Saudi
- Jalur Tawaf Khusus Orang Cacat Dibangun di Masjid al-Haram
No comments:
Post a Comment