Senin, 18 Juni 2012

Cerita Dari Mbak Nur dan Kebiasaan Baik Pria Saudi

Ada kebiasaan pria Arab Saudi yang baik. Kebiasaan yang saya maksud yaitu ketika isterinya melahirkan. Ketika isterinya melahirkan, pria Saudi akan menghujani dengan hadiah kata-kata manis yang indah, juga dengan hadiah berupa barang (barang yang disukai isterinya) atau uang.

Kata-kata indah misalnya ya Ummu (al) Ayali (ibu anak-anakku), ya Nurul Aini ( Cahaya mataku), ya Hayati (hidupku), ya  Habibi Qalbi (kesayangan hatiku)….Lupa deh kata-kata yang jelek kalau mereka sedang bertengkar hehehe…pokoknya kalau isteri baru melahirkan wow…itulah gambaran umum.

Mbak Nur, tkw asal Tangerang Banten,  3 malam yang lalu datang ke rumah, dia membawa cerita dan keluh kesah.     Apa pasalnya ? wanita berusia 30-an tahun ini mengeluhkan isteri majikannya yang masih punya orok berusia 6 bulan kini tengah hamil lagi,  udah 3 bulan jalan.

Mbak Nur bertanya pada saya : “Bunda, gimana sih Madam saya ini koq udah hamil lagi padahal bayinya baru 6 bulan ?
Saya jawab : ” mbak Nur jangan kaget, saya juga punya ipar yang punya anak 6 orang dan anaknya berjarak hanya satu tahun tiap anak…istilahnya ngebut punya anak hehehe…”.

Mbak Nur merasa makin berat pekerjaannya…., dengan kehadiran calon orok baru ini, berarti anak yang diasuhnya akan jadi 4, yaitu anak laki-laki (sulung 5 tahun), perempuan ( tengah, usia 3,5 thn), orok (saat ini umur 6 bulan) dan 6 bulan lagi akan ada orok baru lagi…sedangkan mbak Nur tugasnya bukan hanya mengasuh anak, tapi juga mengurus rumahtangga sebagaimana umumnya pembantu.

Saya sering berbincang-bincang dengan majikan perempuan mbak Nur, maklum dia salah satu sahabat saya…kami membicarakan pengalaman melahirkan…sahabat saya itu masih sangat muda baru berusia 23 tahun, dan kini sudah hampir 4 anaknya.

Dia mengaku cape hamil dan melahirkan, tapi disisi lain dia mengakui jujur suka melahirkan….Pertama, dia pengen ngebut punya banyak anak sebelum usia 30 tahun (targetnya 6 - 10 anak), dan kedua katanya walau cape hamil tiap tahun tapi terbayar, karena pas melahirkan akan dihujani hadiah oleh suaminya. Suaminya yang berpenghasilan kurang dari 5000 riyal per bulan itu, yang biasanya tiap bulan nombok pengeluaran rumahtangga dari mertua,…juga tak pernah mengingat hari ulang tahun isteri, ataupun ulangtahun perkawinan, akan tetapi saat isteri melahirkan, sang suami tak kurang akan menghadiahi gagdets impian isterinya atau emas juga  uang ribuan riyal, si isteri dibanjiri hadiah melahirkan..

Dulu waktu saya  melahirkan, saya gak menyangka kalau itu merupakan kebiasaan baik dari pria Saudi. Waktu diberikan hadiah bermacam-macam saat melahirkan, saya cuma berpikir suami saya karim (pemurah)…oh rupanya itu sudah jadi adat di Saudi tho’…., ibu-ibu yang melahirkan akan dihujani hadiah dari suaminya….Untunglah saya penganut KB,  ya saya sudah merasa cukup dengan punya 3 anak, karena kami sepakat bukan jumlah anak yang banyak yang kami inginkan tapi kualitas anak yang kami asuh dan pengasuhan kami yang maksimal yang diutamakan.

Kepada para ibu yang lain, bagaimana dengan tradisi di daerah anda dan bagaimana pengalaman anda secara pribadi ?

Untuk Bapak-bapak, sudahkah berterimakasih pada isteri tercinta karena telah mengandung dan melahirkan buat hati anda ?

kompasiana.com/bunda.com


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar