Tuesday, November 29, 2011

Gedung dan Tenda Bertingkat di Mina Dibangun Selepas Haji



 
Madinah - Tinggal selama empat hari di Mina pada 10-13 Dzulhijjah 1432 H (6-9 November 2011) tentu masih membekas di benak jamaah haji kita. Tenda yang sempit tak mampu menampung jamaah yang banyak. Alhasil, sejumlah jamaah memilih tidur di alam terbuka.

Belum lagi jamaah yang kebagian tenda di Mina Jadid tak meyakini lokasinya sah sebagai tempat bermalam sebagai syarat lempar jumroh karena berbatasan dengan Muzdalifah, sehingga di tiap malam sering mengungsi ke dekat Posko Haji Indonesia di Mina.

Lahan di Mina memang terbatas. Indonesia kebagian jumlah tenda yang sama sejak bertahun-tahun silam meskipun jamaahnya terus bertambah, mengingat antrean di Tanah Air mengular panjang.

Pemerintah Arab Saudi juga terus memikirkan solusi bagaimana jamaah haji bisa leluasa bermalam di Mina. Solusi itu antara lain, Saudi akan membangun dua proyek raksasa di Mina: gedung bertingkat dan tenda bertingkat.

Kedua proyek itu akan dibangun setelah musim haji tahun ini dan diharapkan mampu mengakomodasi 1,5 juta jamaah haji di masa mendatang. Bila kedua bangunan itu berdiri, maka Mina akan mampu menampung 3 juta jamaah!

Rencana ini disampaikan oleh Wakil Menteri di Kementerian Urusan Kota dan Desa, Habeeb Zain Al-Abideen, seperti pernah diberitakan Saudi Gazette, 7 November 2011. Al-Abideen juga menjabat pengawas untuk pembangunan Mina. Kementerian Haji juga akan terlibat dalam proyek tersebut.

Lokasi pembangunan proyek itu adalah lereng pegunungan yang mengelilingi Mina. Pembangunan akan makan waktu 3 hingga 5 tahun. Infrastruktur pendukung juga akan dibangun termasuk jalan-jalan, pedestrian, dan stasiun kereta baru. Dewan Ulama Senior akan diberi penjelasan detail tentang desain rencana itu.

Al-Abideen mengungkapkan, perusahaan multinasional akan diminta mengikuti tender proyek yang diharapkan didanai oleh General Organization for Social Insurance (GOSI) itu.

Selain jajaran tenda moderen, saat ini di Mina juga terdapat 6 gedung bertingkat kembar. Menurut ahli ekonomi, keenam gedung itu telah mampu menghasilkan laba bersih 100 juta riyal, yang menunjukkan bahwa proyek yang akan dibangun itu bisa menguntungkan.

Dr Muhammad Abdullah Idris, deputi kepala Pusat Riset Haji pada kantor Pelayan Dua Masjid Suci, menuturkan, lembaganya akan mengadakan studi lapangan menyeluruh yang akan menangani semua kekurangan terkait perumahan, lalu lintas dan kepadatan di Mina.

Studi lapangan itu akan dilakukan para ahli di lembaganya, selain 30 ahli dari berbagai badan pemerintah. Lembaganya telah mengajukan 10 studi kepada Raja Abdullah, Pelayan Dua Masjid Suci, untuk persetujuan akhir.

Dia menuturkan, studi yang diajukannya termasuk proyek pemisahan pedestrian dan jalan mutifungsi. Dia juga mengatakan, Komite Tinggi Haji telah menugaskan 5 peneliti dari lembaganya untuk meninjau peta operasional dari pusat wilayah Makkah.

Pemerintah Indonesia juga telah mendengar wacana meningkat perkemahan di Mina. Namun pemerintah khawatir ongkos sewa tenda ke pemerintah Saudi nantinya akan meningkat bila proyek itu jadi. Hal ini merujuk pada 6 bangunan bertingkat di Mina yang dihuni jamaah ONH Plus. Untuk menginap di situ, jamaah harus merogoh kocek setidaknya 6.500 dolar.

www.detiknews.com


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment