Friday, November 18, 2011

Perluasan Masjidilharam, Makkah

Pakai Kereta, Makkah-Madinah Hanya 2 Jam

Tak hanya Masjidilharam yang diperluas, pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini juga menggarap proyek jalur kereta api yang menghubungkan Makkah dengan kota-kota lain.
Dari lantai 10 Hotel Fairmont, tampak beberapa terowongan yang sudah jadi dan menembus gunung batu di sisi utara dari proyek perluasan Masjidilharam. Sedikitnya ada enam terowongan. Dua terlihat paling besar, sedangkan empat terowongan lain lebih kecil.
Di balik terowongan atau gunung itu, kelak sebelah sisinya akan menjadi pusat stasiun kereta api dari berbagai daerah menuju Masjidilharam. Daerah pusat stasiun tersebut bernama Abu Lahab. "Kalau Anda sempat jalan-jalan, nanti terowongan yang terlihat dari sini (Fairmont) sudah tembus ke kawasan Abu Lahab," jelas Makki M. Djaelani, seorang mukimin yang sudah 20 tahun tinggal di Arab Saudi.
 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tak hanya memperluas pembangunan Masjidilharam. Untuk kelancaran transportasi ke Masjidilharam, juga akan dibangun jalan baru King Abdul Aziz Ring Road. Jalan lingkar sepanjang 4 kilometer dengan lebar 80 meter tersebut akan tersambung dengan jalan Jeddah Expressway.
Sementara itu, di selatan Masjidilharam, dibangun kawasan Hijrah. Dengan pembangunan kawasan tersebut, luas tempat untuk salat di sisi selatan masjid bertambah dari 1.170 meter persegi menjadi 30 ribu meter persegi. Di tempat itu juga disediakan lahan parkir untuk 1.000 mobil.
 Proyek perluasan Masjidilharam lain yang masih dalam perencanaan adalah proyek di pintu gerbang utara masjid. Yakni, berupa proyek pembangunan menara dengan ukuran besar.
Total luas wilayah yang digunakan untuk membuat ruang terbuka dalam proyek perluasan masjid tersebut diperkirakan lebih dari 40 ribu meter persegi, yang bisa menampung sedikitnya 100 ribu jamaah. Dengan demikian, Masjidilharam di Makkah akan menjadi masjid dengan lapangan terluas dan terpenting di dunia.
 Selain itu, pemerintah Arab Saudi membangun sistem perkeretaapian untuk memudahkan pengangkutan jamaah haji yang setiap tahun terus meningkat. Baik menuju Masjidilharam maupun ke kota lain seperti Madinah, Jeddah, maupun Riyadh. Bahkan, sampai Damam, kota di Arab Saudi yang berbatasan langsung dengan negara Uni Emirat Arab (UEA).
 Kereta api Mashair yang menghubungkan Arafah?Muzdalifah dan Mina dioperasikan sejak musim haji 2010. Juga, musim haji tahun ini. Kereta dengan jumlah sekitar 13 gerbong itu terlihat mondar-mandir dari tenda jamaah haji di Mina. Hanya, pengoperasian KA Mashair bersifat uji coba dan hanya saat musim haji. Selain itu, penumpangnya hanya dikhususkan dari Timur Tengah. "Nanti kalau pembangunan stasiun sentral KA di Abu Lahab selesai, KA Mashair juga masuk Masjidilharam," jelas Makki.
 Lewat konsorsium kontraktor beberapa negara Asia dan Eropa, termasuk kontraktor Bin Laden dari Arab Saudi, Kerajaan Arab Saudi kini membangun jaringan rel kereta api dari Makkah atau Masjidilharam ke Madinah yang berjarak sekitar 470 kilometer.
 Jarak Makkah?Madinah biasa ditempuh sekitar empat sampai lima jam dengan naik bus saat hari normal. Saat musim haji, perjalanan bisa lebih lama antara enam sampai tujuh jam. "Dengan kereta api cepat, Makkah ke Madinah hanya ditempuh sekitar 1,5 sampai 2 jam," jelasnya.
 Selain itu, beroperasinya kereta api cepat jurusan Makkah?Madinah PP tersebut bisa mengurangi sampai 40 persen bus yang beroperasi antara Makkah-Madinah. Atau, sekitar 40 ribu bus akan berkurang. Sebab, saat musim haji ada 100 ribu yang beroperasi antara Makkah dan Madinah. "Jika nanti KA Makkah?Madinah sudah beropersi, pengangkutan jamaah akan lebih haji, baik dari Makkah ke Madinah ataupun sebaliknya," ungkapnya.
 Kini pembangunan jaringan rel kereta api sudah terlihat di jalan-jalan menuju Kota Madinah. Hanya, selesainya pembangunan jaringan kereta api Makkah?Madinah belum bisa dipastikan. "Karena pada saat bersamaan, pemerintah Arab Saudi juga membangun jaringan kereta api mulai kota Jeddah?Makkah?Riyadh, bahkan sampai Damam, kota di Arab Saudi yang perbatasan dengan UEA (Uni Emirat Arab)," kata Makki.
 Pembangunan besar-besaran jaringan rel kerta api itu melibatkan kontraktor dari negara Asia dan Eropa. Di antaranya, Tiongkok dan Spanyol. Beberapa kontraktor Arab Saudi seperti Bin Laden juga dilibatkan. "Ini proyek besar karena melibatkan banyak kontraktor mancanegara serta panjangnya lintasan kereta api yang akan dibangun," tambah Makki.
 Jarak lintasan kereta api yang akan dibangun cukup jauh. Mulai Jeddah-Makkah disambung Makkah-Riyadh yang berjarak sekitar 900 kilometer. Selain itu, Riyadh-Damam berjarak 1.500 kilometer. "Bisa dibayangkan panjangnya lintasan kereta api yang akan dibangun itu," ungkapnya.
 Untuk proyek jumbo tersebut, pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah mengalokasikan dana sangat besar. Sekitar 30,8 triliun real. "Kalau dirupiahkan, tinggal mengalikan Rp 2.500. Mungkin kalau pakai kalkulator tidak cukup angkanya," kelakar Makki.
 Selain itu, guna mempercepat pembangunan jaringan kerta api lintas kota, pemerintah Arab Saudi akan menggunakan segala kemampuannya untuk mempercepat pembangunan jaringan kereta api tadi. Salah satunya, menggunakan teknologi terbaru dalam perkeretaapian. "Tujuannya, jaringan kereta api cepat jadi sekaligus mempermudah pengangkutan jamaah haji,"ujarnya. (c7/kum/jpnn/waz)http://www.sapos.co.id


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment