Kamis, 16 Januari 2014

Tauhid dan Pembatal-pembatalnya

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Segala pujian Hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan Salam senantiasa tercurahkan atas Nabi kita, Muhammad yang tidak ada lagi Nabi setelahnya.

Ini adalah kalimat-kalimat yang sangat mudah yang berkenaan dengan Aqidah Tauhid yang ia merupakan hal  terpokok dalam kehidupan seorang muslim.

Tauhid dan pembagiannya:
Definisi Tauhid yang mencakup semua pembagiannya adalah:  Pengetahuan seorang hamba dan keyakinannya serta pengakuannya dan keimanannya terhadap keMaha Esaan Allah  dengan segala sifat  kesempurnaan-Nya, dan ke Maha Esaan-Nya dalam hal itu. Dan keyakinan seorang hamba bahwa Allah tidak memiliki sekutu bagi-Nya, dan tidak ada yang menyamai-Nya dalam kesempurnaan-Nya, Dialah yang  memiliki sifat uluhiyyah dan ubudiyah atas semua makhluq-Nya. Kemudian  mengesakan-Nya dalam segala Macam-macam Ibadah.  Di dalam definisi ini masuklah 3 pembagian Tauhid:

1.       Tauhid Rububiyyah, adalah mengakui kesendirian Allah di dalam penciptaan, pemberian rizki, pengaturan dan pendidikan.

2.       Tauhid Asma wa shifat, adalah menetapkan semua apa yang Allah tetapkan untuk diri-Nya, atau apa yang telah ditetapkan oleh Rasul-Nya, Muhammad Shallallaahu’alaihi wa sallam untuk-Nya berupa nama-nama yang baik dan apa yang ditunjukan oleh sifat-sifat tersebut tanpa menyerupakan, menyamakan serta tanpa perubahan dan meniadakan.

3.       Tauhid Ibadah (Uluhiyyah), adalah meng Esakan Allah saja dalam semua jenis-jenis ibadah, dan memurnikannya hanya untuk Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun di dalamnya[2].

IMAN DAN ISLAM
Iman adalah pembenaran yang mutlak terhadap apa-apa yang Allah perintahkan dan juga Rasul-Nya dengan pembenaran yang disertai dengan amal perbuatan yaitu berupa islam. Islam sendiri artinya adalah menyerahkan (segala urusan) hanya kepada Allah saja dan melaksanakan hanya keta’atan kepada-Nya.

RUKUN IMAN
Iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhirat dan taqdir (baik dan buruknya).

RUKUN ISLAM
Mengucapkan dua kalimat syahadat, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

POKOK-POKOK AGAMA DAN KAIDAHNYA
Ada dua, yaitu:
1.       Perintah untuk beribadah hanya kepada Allah saja tanpa mempersekutukan-Nya, dan mendorong orang untuk melakukan hal itu, saling mencintai di dalamnya dan mengkafirkan orang yang meninggalkannya.
2.       Peringatan terhadap syirik di dalam Ibadah kepada Allah, dan menjadikan hal tersebut sesuatu yang amat keras, melakukan permusuhan di dalamnya dan mengkafirkan orang yang melakukannya[3].

SYARAT-SYARAT LAA ILAAHA ILLALLAAH
[1]      Mengilmui (ilmu) yang meniadakan kejahilan (kebodohan)
[2]      Yakin yang meniadakan keragu-raguan
[3]      Menerima yang meniadakan sikap menentang
[4]      Patuh yang meniadakan sikap meninggalkan
[5]      Jujur yang meniadakan dusta
[6]      Ikhlas yang meniadakan syirik dan riya’
[7]      Cinta yang meniadakan benci

Kesyirikan ada dua: yaitu syirik besar dan syirik kecil
Syirik besar : menyebabkan gugurnya amal dan kekal dineraka apabila pelakunya telah meninggal sedangkan ia belum bertaubat. Kesyirikan adalah memalingkan bentuk dari bentuk-bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti doa kepada selain Allah, pendekatan dengan penyembelihan, bernadzar untuk selain Allah, seperti kuburan, jin dan syetan. Demikian pula takut dengan orang yang mati atau jin atau syetan yang memadzaratkan atau menyebabkan sakit, serta mengharap kepada selain Allah dalam hal yang tidak dimampui  melainkan hanya Allah baik dalam memenuhi kebutuhan maupun menepis bahaya.

Syirik kecil : yaitu apa yang telah tetap dalam al-qur’an dan as-sunnah penamaanya sebagai syirik, akan tetapi bukan merupakan jenis syirik besar, seperti riya dalam sebagian amal, bersumpa dengan selain Allah, ucapan Allah dan fulan berkehendak dan yang lain-lainya.

Jenis ini tidak menyebabkan murtad dan tidak pula kekal dineraka. Hanya saja ia meniadakan kesempurnaan yang wajib. Syirik kecil dapat mengurangi tauhid dan merupakan wasilah kepada syirik besar[4].

KUFUR DAN MACAM-MACAMNYA
Kufur yaitu tidak beriman kepada Allah dan para rosul-Nya, sama saja apakah disertai dengan mendustakan atau tidak, adapaun jika disertai dengan mendustakan maka akan menjadi kekufuran yang lebih besar.

Kufur ada dua macam:
Pertama :Kufur akbar  (kufur besar) dapat mengeluarkan seseorang dari agama dan menggugurkan amal serta mengekalkan pelakunya dineraka. Demikian pula m enghalalkan darah dan harta seseorang. Dan ini ada lima macam:
1.       Kufur ta’dzib (kufur mendustakan).
2.       Kufur penolakan dan kesombongan yang disertai dengan pembenaran.
3.       Kufur keraguan.
4.       Kufur perpalingan.
5.       Kufur nifaq (kufur kemunafikan).
Kedua : kufur asghar (kufur kecil), tidak mengeluarkan seseorang dari agama dan tidak pula menghapus amalan, akan tetapi menguranginya dan menampakkan pelakunya ke dalam siksa tanpa kekal dineraka. Dan tidak pula menghalalkan darah dan harta pelakunya. Ini merupakan jenis kufur amal, yaitu dosa-dosa yang datang penyebutannya dalam al-kitab dan as-sunnah. Dan ini tidak sampai kepada batas kufur besar, seperti kufur nikmat, seorang muslim membunuh saudaranya yang muslim dan lain-lain[5].

KEMUNAFIKAN DAN MACAM-MACAMNYA
Kemunafikan ada dua macam, yaitu I’tiqadzy dan amaly:
Nifaq ‘itiqodi (keyakinan) contohnya adalah kufur akhbar (besar), maksudanya adalah menyembunyikan  kekufuran dan menampakkan keislaman. Dan ini dapat mengekuarkan seseorang dari keislaman dan menghapus amal sedangkan pelakunya berada didasar neraka. Dan ini ini jenisnya ada enam.
1.       Mendustakan Rosulullah shallahu ‘alaihi wa shallam.
2.       Mendustakan sebagaian apa yang dibawah oleh Rosulullah shallahu ‘alaihi wa shallam.
3.       Membenci Rosulullah shallahu ‘alaihi wa shallam.
4.       Membenci sebagian apa yang dibawah oleh Rosulullah shallahu ‘alaihi wa shallam.
5.       Merasa senang dengan kemunduran agama Rosulullah shallahu ‘alaihi wa shallam.
6.       Benci  dengan kemenangan agama Rosulullah shallahu ‘alaihi wa shallam[6].

Adapun nifaq amaly : yaitu mengamalkan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq dengan tetap adanya keimanan dalam hati. Pelakunya tidaklah keluar dari agama., akan ia merupakan sarana kepada kufur akhbar (besar), sedangkan pelakunya berada dalam keimanan dan kemunafikan. Dan inilah yang maksud dengan nifaq amaly.

Diantara contohnya adalah : apabila berbicara berdusta, atau apabila dipercaya ia kiamat atau apabila berjanji ia menyelisihi. Maka barang siapa yang terdapat dalam dirinya perangai ini berarti ia telah mempunyai sifat kemufikan[7].

KEFASIKAN DAN MACAM-MACAM
Fasik adalah keluar dari ketaatan kepada Allah. Dan ia mencakup keluar secara keseluruan , maka seorang kafir juga dimanakan fasik. Demikian pula mempunyai arti sebagaian. Maka seorang mukmin yang melakukan dosa besar dinamakan fasik.
Kefasikan ada dua macam:

Jenis pertama : kefasikan yang dapat mengeluarkan seseorang dari agama, seperti perbuatan kufur.
Jenis kedua    : kefasikan yang tidak dapat mengeluarkan seseorang dari agama, seperti maksiat[8].

HAL-HAL YANG MENBATALKAN KEIMANAN
1.       Syirik kepada Allah;
2.       Orang yang menjadikan antara dia dan Allah perantara-perantara,
3.     Orang yang tidak mau mengkafirkan orang musyrik dan orang yang masih ragu terhadap kekufuran mereka atau membenarkan madzhab mereka, dia itu kafir
4.      Orang yang meyakini bahwa selain petunjuk Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam lebih sempurna dari petunjuk beliau.
5.   Siapa yang membenci sesuatu dari ajaran yang dibawa oleh Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam  sekalipun ia juga mengamalkannya, maka ia kafir
6.      Siapa yang menghina sesuatu dari agama Rosul shallallaahu ‘alaihi wasallam atau pahala maupun siksanya, maka ia kafir.
7.       sihir.
8.       Mendukung kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi umat Islam.
9.     Siapa yang meyakini bahwa sebagian manusia ada yang boleh keluar dari syari’at Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam  seperti halnya Nabi Khidir boleh keluar dari syariat Nabi Musa maka ia kafir. Sebagaimana diyakini oleh ghulat sufiyah (sufi yang berlebihan / melampaui batas) bahwa mereka dapat mencapai suatu derajatatau tingkatan yang tidak membutuhkan untuk mengikuti ajaran Rosulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam .
10.   Berpaling dari agama Allah, tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya[9].
Washallallaahu ‘Alaa Nabiyyinaa Muhammadin Wa ‘Alaa Aalihi Wa shahbihi ‘Ajma’in

Al-faqiir ila afwi robbih
Hamidin As-sidawy al-maky, Abu fayha
Makkah Al-mukarramah
(29/2/1435 H)

[1] . Diterjemahkan dari buletin yang berjudul at-tauhid wa nawaqidzuhu, karya para imam, yaitu Muhammad bin sulaiman at-timmy, Abdurrahman as-sa’dy, Abdul Aziz bin baz, dan shalih al-fauzan.
[2] . Kitab Aham al muhimmaat, karya syeikh Abdurrahman bin Nashir as-sa’dy.
[3] . At Tabyiin fii Talqiini Mabaadi-I ad diin.
[4] . Kitab ad-durus al-muhimmah, karya syeikh Ibnu baz dan kitan at-tauhid, karya syeikh al-fauzan.
[5] . kitab tauhid, karya syeikh shalih al-fauzan.
[6] . al-wajibaat al-mutahatimat al-ma’rifah, karya syeikh Abdul aziz bin baz.
[7] . kitab tauhid, karya Syeikh shalih al-fauzan dan al-wajibaat al-mutahatimat al-ma’rifah, karya syeikh Abdil aziz bin baz.
[8] . kitab tauhid, karya syeikh shalih bin Abdullah bin al-fauzan.
[9] . al-wajibaat al-mutahatimat al-ma’rifah, karya syeikh Abdil aziz bin baz.

sumber : http://cahayaummulquro.com


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar