Kamis, 16 Januari 2014

Kaedah Memahami Syirik 1

Kaedah Memahami Syirik (1): 

Syirik Versi Ahli Kalam dan Ahli Tauhid

Ada empat kaedah yang dapat membantu memahami syirik. Sedikit dari kita yang mengaku muslim memahami syirik karena kejahilan jadinya budaya syirik masih terus laris manis.

Nah, Rumaysho.Com kesempatan kali ini akan mengangkat pembahasan empat kaedah memahami syirik dari kitab karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab “Al Qowa’idul Arba’” (kitab yang ringkas namun syarat makna), dengan mengambil penjelasan dari guru penulis Syaikh Sholeh Al Fauzan hafizhahullah.
Semoga dengan memahami empat kaedah ini semakin memantapkan tauhid dan iman kita.
القَاعِدَةُ الأُوْلَى: أَنْ تَعْلَمَ أَنَّ الْكُفَّارَ الَّذِيْنَ قَاتَلَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ يُقِرُّوْنَ بِأَنَّ اللهَ تَعَالَى هُوَ الخَالِقُ المُدَبِّرُ، وَأَنَّ ذٰلِكَ لَمْ يُدْخِلْهُمْ في الإسْلامِ، والدَّلِيْلُ: قَوْلُهُ تَعَالَى﴿قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ﴾[يونس:31
 [KAEDAH PERTAMA]
Hendaknya engkau mengetahui bahwa orang-orang kafir yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perangi, mereka semua mengakui bahwa Allah Ta’ala adalah Pencipta dan Pengatur Alam Semesta. Namun, pengakuan mereka ini tidaklah dapat memasukkan mereka ke dalam Islam. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup serta siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa  (kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10] : 31 )

[KAEDAH PERTAMA]
Ketahuilah bahwasanya orang-orang kafir yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perangi, mereka semua mengakui tauhid rububiyah (mengakui Allah sebagai pencipta dan pemberi rezeki) [1]. Namun pengakuan mereka ini tidaklah memasukkan mereka ke dalam islam, tidaklah diharamkan darah dan harta mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa  tauhid bukanlah pengakuan dalam perkara rububiyah saja dan syirik bukanlah syirik dalam perkara rububiyah saja. Bahkan tak ada seorangpun yang mengingkari tauhid rububiyah kecuali makhluk yang penuh dengan keragu-raguan. Setiap orang pasti mengakui tauhid yang satu ini.

Tauhid rububiyah adalah mengakui bahwa Allah adalah Pencipta, Pemberi rizki, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, Pengatur (Alam Semesta). Defenisi lainnya, tauhid rububiyah adalah mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya.

Tidaklah seorang makhluk pun yang mengakui bahwa ada pencipta selain Allah,  Pemberi rizki selain Allah, atau Yang menghidupkan dan mematikan selain-Nya. Bahkan orang-orang musyrik mengakui bahwa Allah adalah Pencipta, Pemberi rizki, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, dan Pengatur (Alam Semesta ). Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” tentu mereka akan menjawab: “Allah“.(QS. Luqman [31] : 25 ).
Allah Ta’ala juga berfirman,
قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (86) سَيَقُولُونَ لِلَّهِ
Katakanlah: “Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya ‘Arsy yang besar?”. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. (QS. Al Mu’minun [23] : 86-87 ). Bacalah akhir surat Al Mu’minun, niscaya engkau akan dapati bahwa orang-orang musyrik mengakui tauhid rububiyah. Demikian juga halnya dalam surat Yunus, Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنْ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنْ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa  (kepada-Nya)?” (QS. Yunus [10] : 31 ). Mereka (orang-orang musyrik) telah mengakui sifat-sifat rububiyah ini.

Ingatlah, tauhid bukanlah hanya tauhid rububiyah saja, sebagaimana yang diyakini oleh ahli kalam dan ahli logika yang mereka nyatakan sebagai aqidah mereka. Orang-orang semacam ini hanya mengakui tauhid adalah pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta, Pemberi rizki, Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan. Di antara perkataan mereka adalah “Allah itu Esa dalam Dzat-Nya dan tidak terbagi. Allah itu Esa dalam sifat-Nya dan tidak ada yang serupa dengan-Nya. Allah itu Esa dalam perbuatan-Nya[2] dan tidak ada sekutu bagi-Nya”. Semua ini yang disebutkan oleh mereka (ahli kalam) adalah sebatas pada tauhid rububiyah saja. Kalian silakan merujuk pada kitab-kitab mereka. Kalian akan mendapati bahwa definisi mereka terhadap tauhid tidaklah lepas dari tauhid rububiyah saja.

(Perlu diketahui bahwa) tauhid rububiyah bukanlah tauhid yang Allah minta untuk disampaikan melaui pengutusan Rasul. (Juga perlu diketahui bahwa) pengakuan terhadap tauhid ini semata tidak akan bermanfaat bagi pelakunya. Karena pengakuan semacam ini juga diakui oleh orang musyrik dan orang kafir. Dan hal ini tidak mengeluarkan mereka (orang-orang musyrik) dari kekafiran lalu memasukkan mereka dalam Islam. Mengenai tauhid ini saja termasuk kesalahan yang besar.

Barangsiapa yang hanya meyakini tauhid rububiyah semata, maka itu tidak lebih dari aqidah Abu Jahal dan Abu Lahab. Namun sayang, inilah yang diyakini oleh para intelektual muslim saat ini, mereka hanya mengakui tauhid rububiyah saja dan tidak sampai beranjak kepada tauhid uluhiyah. Ini adalah kekeliruan yang sangat besar dalam pendefenisian tauhid.

Adapun syirik, mereka (ahli kalam) mengatakan, “Syirik adalah meyakini adanya pencipta dan pemberi rizki selain Allah“. Maka kita katakan , “Ini adalah perkataan Abu Jahal dan Abu Lahab.” Pembesar musyrik Quraisy ini tidaklah mengatakan, ”Sesungguhnya ada pencipta dan pemberi rizki selain Allah.” Bahkan yang mereka akui yaitu : Allah adalah Pencipta, Pemberi rizki, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan.
-bersambung insya Allah-

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.Com
Ikuti status kami dengan memfollow FB Muhammad Abduh TuasikalFans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat, Twitter @RumayshoCom

Telah hadir buku terbaru: Buku Mengenal Bid’ah Lebih Dekat (harga: Rp.13.000,-), karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Kirimkan format pemesanan via sms ke no 0852 0017 1222 atau via PIN BB 2AF1727A: Buku Bid’ah#Nama#Alamat#no HP. Nanti akan diberitahu biaya dan rekening untuk transfer.


[1] Tauhid rububiyah adalah mengakui Allah sebagai Rabb yang memiliki 3 sifat yaitu mencipta, menguasai dan mengatur. Sehingga apabila seseorang mengakui tauhid rububiyah, berarti dia telah mengakui bahwa Allah adalah pencipta, penguasa dan pengatur alam semesta. Definisi tauhid rububiyah akan beliau hafizhohullah jelaskan selanjutnya.[pent]
[2] Yaitu dalam mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta. [pent]


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar