Sabtu, 30 Juli 2011

Raja-raja Saudi

1- Yang Mulia Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Al-Saud, Pendiri Kerajaan Saudi Arabia (1293H-1373H = 1876M-1953M).

Raja Abdul Aziz – rahimahullah - lahir pada 20 Dzulhijjah 1297 H, bertepatan 5 Desember 1880 M. Pada masa ini beliau mengalami banyak peristiwa memilukan yang menimpa keluarganya, sehingga memaksa ayahnya keluar bersama keluarga dan putra-putranya ke Kuwait untuk meminta suaka dan bantuan, serta menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikan kekuasaan nenek moyangnya. Karena alasan itulah Abdul Aziz muda hidup bersama keluarganya dengan kondisi materi seadanya, sehingga hal itu membiasakannya sanggup bertahan dalam kehidupan yang serba kekurangan dan ketidak cukupan. Maka iapun tumbuh sebagai pemuda yang tangguh dan sabar menghadapi berbagai kesulitan dan musibah betapapun keras dan besarnya.
Pada perkembangan berikutnya, Sang Pangeran Abdul Aziz bin Abdurrahman Al-Saud bersama-sama dengan sekelompok sahabat dekatnya yang loyal kepadanya melakukan penyerangan yang berani ke kota Riyadh, dan ia pun berhasil menguasi kota tersebut. Selama tahun-tahun pengasingannya di Kuwait ia banyak berinteraksi dengan para tokoh politik dan pemerintahan, ia pun belajar dari mereka prinsip-prinsip seni memimpin dan pengalaman berpolitik sehingga ia mahir dalam masalah perpolitikan dunia, bahkan lebih dari itu ia pun menguasai seni bela diri dan strategi berperang. Dengan demikian banyak pengalaman dan keahlian yang ia dapatkan dari para ahlinya, sehingga dengan keahliannya tersebut, dalam jangka waktu sekitar 30 tahun ia berhasil menyatukan seluruh wilayah kerajaan seperti pada saat ini. Wilayah-wilayah yang dipersatukan oleh Raja Abdul Aziz antara lain: Najed, Al-Ahsa, Hijaz dan Asir. Kemudian Raja Abdul Aziz memproklamirkan penyatuan wilayah-wilayah negeri tersebut dengan berdirinya Kerajaan Saudi Arabia pada tanggal 17 Jumadil Awal 1351 H. bertepatan dengan 23 September 1932 M.
Pribadi Abdul Aziz adalah sosok yang berhati besar yang penuh dengan rasa cinta kepada bangsanya, dan itulah yang mendorongnya untuk menegakkan keadilan dan memberikan berbagai sarana perlindungan dan pengayoman bagi masyarakat. Sesaat setelah mendirikan Kerajaan Saudi Arabia, Raja Abdul Aziz mengatakan: "Aku telah merintis Kerajaan ini tanpa seorang penolong. Hanya Allah Yang Maha Kuasa sebagai penolongku dan tumpuanku dan Dialah yang mensukseskan segala usahaku. Aku menjadi raja bukan atas keinginan pihak asing, tetapi aku menjadi raja atas kehendak Allah, kemudian atas kemauan bangsa Arab yang telah memilihku dan membaiatku. Mereka mengatakan, bahwa aku adalah seorang raja, maka akupun menerima pengakuan mereka dan berterima kasih atas kepercayaan mereka. Jika pada suatu hari mereka tidak menghendakiku sebagai pemimpin mereka, maka aku akan kembali ke dalam barisan dan berperang bersama mereka dengan pedangku, sama seperti orang yang paling rendah dari mereka tanpa ada sedikitpun rasa tidak enak dalam diriku."
Dan pada tanggal 2 Rabiul Awal 1373 H. bertepatan dengan 9 Nopember 1953 M. Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Al-Saud berpulang ke rahmatullah di kota Thaif, dan jenazahnya dimakamkan di ibukota Riyadh.



2. Yang Mulia Raja Saud bin Abdul Aziz Al-Saud.

Raja Saud dilahirkan di Kuwait pada tahun 1319 H/1902 M, yaitu pada tahun ketika ayahandanya berhasil menaklukkan kota Riyadh. Raja Saud memimpin daerah Najed pada tahun 1343 H./1924 M, selama ayahandanya berada di Hijaz. Raja Saud beberapa kali ikut dalam peperangan bersama ayahnya, bahkan pernah diserahi oleh ayahnya untuk memimpin pasukan di wilayah Najran dan Asir ketika terjadi persengketaan perbatasan antara Yaman dan Kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1353 H./1934 M.
Raja Saud dibaiat menjadi putera mahkota pada tahun 1352 H/1933 M. Beliau pernah melakukan beberapa perjalanan ke negara-negara Eropa dan Amerika serta berkunjung ke Irak dan India. Kemudian beliau menjadi raja setelah meninggal ayahandanya pada 5 Rabiul Awal 1373H/12 Nopember 1953 M.
Masa kepemimpinan Raja Saud Rahimahullah mengalami aktivitas yang sangat luas dikarenakan perhatian yang besar dari Saudi Arabia terhadap berbagai permasalahan dunia Arab dan dunia Islam, beliau giat membina hubungan kerja sama antara kaum muslimin di berbagai negara Islam sebagai upaya untuk mempererat ikatan ukhuwah dan solidaritas antara kerajaan Saudi Arabia dengan kaum muslimin dalam berbagai bidang dan urusan.
Raja Saud punya perhatian yang tinggi terhadap urusan pendidikan. Hal itu terbukti, pada masa pemerintahannya dibentuk Kementerian Ilmu Pengetahuan (Departemen Pendidikan) tahun 1373 H/1953 M. Pada masanya juga didirikan universitas pertama di semenanjung Jazirah Arabia yaitu Universitas King Saud di kota Riyadh pada tahun 1377 H/1957 M,. Kemudian dibentuk Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan pada tahun 1373 H/1953 M., lalu Kementerian Tenaga Kerja dan Urusan Sosial tahun 1380 H/1960M. Diikuti dengan berdirinya Universitas Islam Madinah pada tahun 1381 H/1361 M, serta pembentukan Kementerian Urusan Haji dan Wakaf pada tahun 1381 H/1961 M. dan Kementerian Penerangan pada tahun 1382 H/1962 M.
Raja Saud juga giat melakukan berbagai amal sosial dan renovasi pembangunan. Beliau membagikan zakat kepada para fakir miskin, membangun panti-panti anak yatim di setiap kota dan desa, mendirikan Kantor Pengaduan Masyarakat, dan Badan Amar Ma'ruf - Nahi Mungkar di seluruh pelosok kota maupun desa. Juga mengembangkan sarana dan prasarana produktifitas dengan membangun bendungan-bendungan dan menggali sumur-sumur. Prestasi beliau yang utama yaitu peletakan batu pertama untuk proyek perluasan Masjid Nabawi, dan ini merupakan usaha perluasan Masjid Nabawi yang kedua sepanjang sejarahnya. Dua tahun berikutnya, Raja Saud meletakkan batu pertama untuk proyek perluasan Masjid al-Haram, serta melakukan perbaikan pada fasilitas-fasitilas haji.
Pada masa pemerintahanya, terus menerus dilakukan seruan kepada Solidaritas Islam, dan orientasi politik beliau adalah mendukung upaya-upaya menuju persatuan bangsa Arab. Raja Saud meninggal dunia di Athena pada tahun 1388 H/1969 M. Jenazahnya dibawa ke Mekkah untuk dishalatkan dengan sebagai imamnya adalah saudaranya, Raja Faisal, kemudian jenazahnya dibawa ke Riyadh untuk dimakamkan. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Raja Saud.




3. Yang Mulia Raja Faisal bin Abdul Aziz Al-Saud.

Raja Faisal bin Abdul Aziz lahir pada bulan Shafar 1324 H/1906 M. di kota Riyadh dan dikukuhkan menjadai Raja Saudi Arabia pada 27 Jumadil Akhir 1384 H/2 Nopember 1964 M. Sebelumnya, Faisal muda sering ikut serta bersama ayahandanya dalam berbagai operasi militer yang dipimpin ayahandanya sebagai pendahuluan untuk berdirinya negara Saudi Arabia, seperti pada pertempuran Asy-Syuaibah, pertempuran Asir pada tahun 1338 H/1920 M., dan pertempuran Tihamah tahun 1351 H./1932 M. Lalu beliau diangkat ayahandanya sebagai Gubernur Mekkah dan daerah Hijaz.
Raja Faisal Rahimahullah memiliki kematangan politik yang jarang dimiliki oleh pemimpin lain di Jazirah Arabia, sehingga ia dikenal dengan sebutan "Pemimpin Politik Yang Tenang". Beliau banyak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Arab. Dan pada masanya kebangkitan pembangunan terus menerus dilakukan dengan meliputi berbagai sektor kehidupan, terutama setelah sumber pendapatan ekonomi negera melimpah, maka dibangunlah jalan-jalan, pusat-pusat penawar air asin dan stasiun televisi.
Pada masa pemerintahannya, untuk pertama kalinya dibuat Rencana Pembangunan Lima Tahun (1390-1395 H.=1970-1975 M), dan didirikan Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, Fakultas Petroleum dan Pertambangan di Dahran, Fakultas Raja Faisal untuk Angkatan Udara, Pelabuhan Islam Jeddah dan dibentuklah Kementerian Kehakiman pada tahun 1390 H/1970 M.
Pada tahun 1395 H dibentuk Kementerian Telegraf, Pos dan Telepon, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman, Kementerian Perencanaan Pembangunan, Kementerian Pendidikan Tinggi, dan Kementerian Perindustrian dan Kelistrikan.
Pada tahun 1973 M, ketika terjadi perang antara Arab dan Israel, Raja Faisal mengumumkan embargo minyak terhadap negara-negara yang membantu Israel termasuk Amerika Serikat. Seruan Raja Faisal kepada Solidaritas Islam juga dinilai sangat berhasil yang bertujuan kepada persatuan dunia Islam.
Raja Faisal memiliki peran besar dalam isu Palestina di tingkat dunia. Beliau pernah melakukan banyak kunjungan dan kegiatan aktif ke berbagai negara di dunia seperti Cina, Jepang, Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Belanda dan Belgia.
Raja Faisal Rahimahullah wafat pada 13 Rabiul Awal 1395 H/25 Maret 1975 M. dan jenazahnya dimakamkan di kota Riyadh, di kuburan Al-'Ud.



4. Yang Mulia Raja Khaled bin Abdul Aziz Al-Saud.

Raja Khaled dilahirkan di kota Riyadh pada tahun 1331h/1913 M, yaitu pada tahun ketika ayahandanya, Raja Abdul Aziz, berhasil merebut wilayah Al-Ahsa, Al-Qathif dan wilayah pantai Teluk Arab dari tangan pasukan Turki. Jabatan pertama yang pernah dijabat oleh Raja Khaled pada masa ayahandanya adalah sebagai Wakil Gubernur Mekkah dan wilayah Hijaz.
Pada masa pemerintahan Raja Khaled mulai terjadi lompatan besar dalam proyek pembangunan di berbagai sektor seperti perindustrian, perdagangan dan pelayanan masyarakat, karena hasil minyak sangat melimpah sehingga potensi dan kemampuan di bidang pembangunan dan pengembangan Negara semakin meningkat. Maka majulah peridustrian nasional, dan dibukalah sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan pada semua tingkatan. Pada masanya pula berdiri Universitas Ummul-Qura di Mekkah Al-Mukarramah sesuai Keputusan Kabinet No. 96 tanggal 22/6/1401 H.
Raja Khaled berusaha keras melanjutkan pembangunan dan memberantas kemiskinan, kebodohan dan penyakit. Berkembanglah sarana komunikasi dan transportasi serta sarana pertanian dan perindustrian, sehingga Kerajaan Saudi Arabia menempati posisi urutan tertinggi dari negara-negara dunia ketiga di bidang pembangunan dan kemajuan ekonomi.
Pada masa pemerintahan Raja Khaled diselenggarakan KTT Islam ke-3 di kota Mekkah dan Thaif pada 20/3/1401 H (Pebruari 1981 M), dikenal dengan nama Muktamar Palestina dan Al-Quds, yang merupakan perjanjian kokoh antara kaum Muslimin untuk membebaskan Al-Quds. Raja Khaled juga mendukung kepada seluruh dunia Islam untuk berkabung selama 24 jam pada tanggal 14 April 1982 sebagai bentuk solidaritas begi bangsa Palestina dan protes atas serangan kaum Zionis Israel terhadap orang-orang yang sedang melakukan shalat di Masjidil Aqsha. Seruan ini mandapatkan sambutan yang luas di seluruh dunia Islam, sehingga hari berkabung dunia Islam tersebut menarik perhatian dunia ketika mereka menyaksikan kemarahan Dunia Islam atas pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap Masjid al-Aqsha.
Raja Khaled wafat karena sakit jantung di kota Thaif pada hari Ahad 21 Sya'ban 1402 H/13 Juni 1982 M. Jenazahnya dibawa ke Riyadh untuk dimakamkan di kuburan Al-'Ud. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau.





5. Pelayan Dua Kota Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud.

Khadimul Haramain (Pelayan Dua Kota Suci), Raja Fahd bin Abdul Aziz Al-Saud rahimahullah dilahirkan di kota Riyadh pada tahun 1343 H/1923 M., di bawah asuhan langsung ayahandanya, Sang Pendiri Kerajaan Saudi Arabia, Yang mulia Raja Abdul Aziz - semoga Allah mengharumkan kuburnya. Raja Fahd menempuh pendidikan dasarnnya di sekolah yang didirikan oleh ayahandanya untuk mendidik putera-puteranya. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Ma'had Ilmi Saudi, sebuah lembaga yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan agama dan ilmu bahasa arab. Setelah itu Raja Fahd melanjutkan pendidikannya pada beberapa bidang studi di luar negeri, di samping beliau banyak melakukan kunjungan ke berbagai negara Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Serikat.
Pada tanggal 18 Rabiul Tsani tahun 1373 H/12 Desember 1953 M, keluar Surat Keputusan Raja No. 5/3/26/295 tentang pembentukan Kementerian Pendidikan, dan ketika itu Pangeran Fahd bin Abdul Aziz ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan. Pada masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan, berhasil didirikan universitas pertama di Jazirah Arabia, yakni Universitas King Saud di Riyadh pada tahun 1377 H/1957 M., satu tahun setelah ia memangku tanggung jawab kementerian ini.
Pada tanggal 21/8/1402H (1982 M.), Fahd bin Abdul Aziz dibaiat sebagai Raja Kerajaan Saudi Arabia, yaitu setelah wafatnya Raja Khaled bin Abdul Aziz. Pada masa pemerintahan Pelayan Dua Kota Suci, Saudi Arabia menempati kedudukan tinggi di negara-negara di dunia, karena menjadi sebuah kekuatan ekonomi dan militer yang diperhitungkan di tingkat regional, serta negara yang terhormat dan terkenal dengan kesucian tangan maupun lisannya, karena itu dunia pun tidak menemukan satu alasan menuntut negeri ini. Saudi Arabia mampu memelihara nama baiknya dan memberikan contoh terbaik yang patut diteladani dalam hubungan internasional yang berdiri di atas prinsip saling menghormati dan kerjasama berkelanjutan yang konstruktif.
Pada bulan Shafar 1407 H Raja Fahd mengeluarkan surat perintah penghapusan gelar Shahibul Jalalah (Pemilik kebesaran, kemuliaan) dan diganti dengan gelar Khadim al-Haramain asy-Syarifain (Pelayan Dua Kota Suci). Beliau memilih agar namanya lekat dengan pelayanan kedua tanah suci tersebut, sebagai penegasan atas kedudukan keduanya serta prioritas yang diberikan oleh para pemimpin Saudi Arabia untuk pemeliharaan dan perlindungannya. Untuk itu, pada masa pemerintahan Raja Fahd kedua tempat suci ini mengalami perluasan besar-besaran yang belum pernah dialami sepenjang sejarah, dan direalisasikan di Mekkah dan Madinah proyek-proyek pembangunan raksasa dan modernisasi total terhadap struktur berbagai layanan yang menelan biaya lebih dari 72 milyar riyal Saudi, atau senilai 20 milyar Dollar Amerika. Kaum muslimin di seluruh dunia pun menyambut baik dengan prestasi yang besar dan mengagumkan, serta mereka sangat menghargai nilai-nilai keimanan yang sangat mendalam yang menunjukkan loyalitas para pemimpin dan bangsa Saudi Arabia dalam menunaikan amanat pelayanan kedua kota suci ini.
Sebagaimana politik luar negeri Saudi Arabia pada masa pemerintahan Khadim al-Haramain asy-Syarifain, Raja Fahd bin Abdul Aziz Rahimahullah, memiliki keistimewaan dengan usahanya yang terus-menerus untuk mewujudkan solidaritas, kerja sama dan integrasi di di antara negara-negara Arab dan Islam, serta mendukungnya dengan segala cara dan sarana.
Raja Fahd bin Abdul Aziz berpulang ke rahmatullah pada hari Senin 26 Jumadil Akhir 1426 H. bertepatan dengan 1 Agustus 2005 M.



6. Pelayan Dua Kota Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud.

Khadim al-Haramain asy-Syarifain (Pelayan Dua Kota Suci), Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud hafizhahullah dilahirkan di kota Riyadh pada tahun 1343 H/1924 M. Beliau telah tumbuh dalam lingkungan budaya Arab yang masih asli, di bawah asuhan langsung ayahandanya, Sang Pendiri Kerajaan Saudi Arabia, Raja Abdul Aziz Al-Saud. Karena beliau memperoleh pendidikannya yang pertama di bawah bimbingan langsung ayahandanya, sehingga tertanam dalam pribadi beliau karakter asli bangsa arab, seperti pemberani, dermawan dan suka menolong. Beliau sejak kecil sudah memahami berbagai peristiwa yang terjadi di semenanjung Jazirah Arabia. Beliau tidak mau mendengarkan kecuali sesuatu yang dapat memenuhi keimanan jiwa dan akhlak yang mulia. Maka sudah selayaknya lingkungan tersebut menanamkan nilai keagamaan yang kuat dan pendidikan yang berciri Salaf Shalih dalam diri beliau. Beliau melihat bahwa umat ini tidak akan menjadi baik kecuali jika mereka kembali kepada manhaj Salaf Shalih yang berisikan keimanan yang kuat yang mampu melawan setiap kekuatan yang ingin menggoyang eksistensi Islam.
Raja Abdullah menempuh pendidikan dasarnya sejak dini dalam asuhan ayahandanya. Pengaruh ayahandanya, Raja Abdul Aziz, sangat kuat dalam membentuk karakter dan keilmuan beliau di bidang agama, politik dan kemiliteran. Selain itu Raja Abdullah mendapatkan ilmunya dari para ulama besar dan pemikir, yang mereka itu punya kontribusi dalam pengembangan kemampuan beliau sejak masih kanak-kanak melalui pengarahan dan pendidikan. Karena itulah, Raja Abdullah sangat senang bertemu dengan para ulama, para pemikir dan Ahlul Halli Wal 'Aqdi. Beliaupun terus membaca dan mengikuti perkembangan bidang pemikiran, ilmu pengetahuan dan politik sehingga beliau memiliki wawasan yang sangat luas.
Salah satu hasilnya, bahwa beliau mendidirikan Perpustakaan Umum Raja Abdul Aziz di kota Riyadh dan mendirikan pula sebuah perpustakaan serupa di Casablanka Maroko. Beliau pada tanggal 2/7/1405 H menyelenggarakan Festival Pusaka dan Budaya Nasional, di mana beliaulah sebagai penggagasnya yang kemudian sampai kini diadakan setiap tahun di Al-Janadiriyyah.
Raja Abdullah termasuk tokoh yang istimewa di negeri Arab, yang menghadapii segala permasalahan dengan tegas dan terusterang, jujur dalam interaksinya dengan orang lain, berpandangan jauh ke depan, dan keras pendirian secara proporsional. Lebih dari itu, beliau adalah seorang politikus yang cerdas dan kritikus yang brilian.
Banyak jabatan yang diemban oleh beliau, baik bersifat dalam negeri maupun luar negeri, sehingga memberikan beliau pengalaman yang mendalam dan mendetail terhadap berbagai urusan politik, pemerintahan dan manajemen, hal mana sangat berpengaruh pada prestasi dan kontribusi beliau.
Beliau juga banyak melakukan kunjungan silaturahim untuk menjalin kembali hubungan yang retak antara negara Arab atau bahkan untuk menyelesaikan pertikaian dalam lingkungan satu keluarga, serta mendekatkan bermacam sudut pandang yang berbeda antar para saudara; dengan tujuan untuk merapatkan barisan dan menyatukan kata dalam menghadapi berbagai tantangan yang dialami oleh bangsa-bangsa Arab dan umat Islam. Di samping itu beliau juga mengadakan kunjungan kenegaraan ke negara-negara Islam dan non-Islam dalam rangka mendukung dan meningkatkan hubungan dengan berbagai negara dan turut andil dalam usaha perdamaian dan keamanan global.
Khadim al-Haramain asy-Syarifain, Raja Abdullah bin Abdul Aziz, dibaiat menjadi Raja Saudi Arabia pada hari Senin 26 Jumadil Akhir 1426 H, bertepatan dengan 1 Agustus 2005, sesudah wafat saudaranya Raja Fahd bin Abdul Aziz.


Sumber:http://www.mofa.gov.sa

Artikel Terkait: