Minggu, 09 Desember 2012

Rektor Universitas Saudi: Pertahankan Kerukunan Umat Beragama


Rektor Universitas Islam Imam Muhammad ibn Saud, Saudi Arabia, Prof Sulaeman, meminta agar kerukunan umat beragama dipertahankan. Ia melihat toleransi umat beragama di Provinsi Jawa Barat, misalnya, berkembang baik.

Penilaian itu disampaikan Sulaeman seusai bersama Duta Besar Saudi Arabia Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, menemui Gubernur Ahmad Heryawan di Bandung, Jumat (7/12/2012).
Universitas Islam Imam Muhammad atau Universitas Saudi adalah perguruan tinggi di bawah Kerajaan Saudi Arabia, yang berdiri pada 1953 dengan 24.000 lebih mahasiswa. Posisinya setara dengan Universitas Indonesia di Depok, Jabar.

Menurut Sulaeman, toleransi antarumat beragama yang berkembang positif di Jabar, dimungkinkan oleh karakter umat Islam di wilayah ini yang moderat. Warga Jabar umumnya dapat menempatkan diri secara baik, di tengah keberagaman latarbelakang. Umat Islam khususnya yang menjadi mayoritas, memiliki toleransi tinggi dengan kelompok minoritas.
"Nilai-nilai itu juga kami ajarkan dan kembangkan di Saudi Arabia. Dengan begitu, suasana damai di tengah masyarakat dapat kita raih," papar Sulaeman.
Perluasan LIPIA
Dalam pembicaraan Gubernur Ahmad Heryawan dengan Rektor Sulaeman, dibahas rencana pengembangan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Indonesia. LIPIA adalah perguruan tinggi hasil kerjasama pemerintah Arab Saudi dengan Indonesia, yang tenaga ahlinya sebagian besar dari Universitas Islam Imam Muhammad.
Menurut Sulaeman, LIPIA yang berdiri di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berkembang baik. LIPIA yang beroperasi sejak 1980, tahun demi tahun semakin diminati mahasiswa Indonesia. "Perkembangan baik LIPIA, membuat kami berencana segera membangun lembaga pendidikan yang sama di beberapa daerah," ujarnya.
Daerah yang dipilih yakni Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi. Atas permintaan Ahmad Heryawan, LIPIA juga segera didirikan di Jawa Barat.
Heryawan menjelaskan, minat lulusan SLTA memperdalam ilmu Al-Quran sangat besar dan dipastikan tidak tertampung di LIPIA Jakarta.KOMPAS.com
Editor :
Agus Mulyadi



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar