Monday, December 10, 2012

Susahnya Nyetir Kiri di Arab Saudi



ilustrasi (ddn-detikOto)

Riyadh - Semua mobil di Arab Saudi, setir atau kemudinya ada di sebelah kiri. Orang yang tidak biasa pasti akan mengalami kesulitan dan canggung saat mengendarainya.

Apalagi pintu penumpang ada di kanan sehingga sering membuat orang kecele. Belum lagi ditambah arus lalu lintas kendaraan juga dari kanan. Itu berbeda dengan di Indonesia yang berada di kiri.

Perasaan kagok atau canggung saat menyetir di kiri dirasakan pula oleh beberapa tenaga musiman (temus) di Arab Saudi saat mengendarai mobil pertama kali. Sebab di Indonesia semua pakai setir kanan dan lajur arus kendaraan juga dikiri.

"Pasti kagok, saya dulu saat pegang mobil pertama kali di Jeddah juga begitu," ungkap Syamsul Arifin (50) seorang mukimin di Arab Saudi kepada detikOto.

Namun perasaan kagok atau canggung itu pelan-pelan hilang ketika sudah berkali-kali mengendarai mobil tersebut. Dia sendiri baru bisa lancar sekitar satu minggu. Demikian pula dengan jalan di sisi kanan saat mobil berjalan juga baru lancar sekitar seminggu.

"Yang agak lama kalau kita ambil posisi mau belok, kadang masih sering lupa," katanya.

Menurut dia semua jalan di Arab Saudi adalah mulus dan aspal hotmix sehingga hampir semua kendaraan di jalan melaju dengan cepat. 

Di jalan luar kota seperti jalan tol ke arah Mekkah, Jeddah, Yanbuk ataupun Madinah yang lebar bisa dilalui 3-4 kendaraan besar. Namun tetap ada batas maksimal kecepatan yakni tidak boleh lebih dari 120 km/jam.

Bila kecepatan melebihi dari itu terpantau oleh kamera atau radar lanjut dia, pasti akan terkena tilang/denda dan tercatat dipemantauan jalan. Setelah itu harus bayar denda sekitar 600 riyal.

"Bayarnya bisa setelah itu atau lain waktu, semua tercatat dalam komputer dan kita tidak bisa mengelak," katanya.

Hal serupa dialami oleh Lukmanul Hakim, saat belajar mengendarai mobil hingga mahir di Indonesia menggunakan setir kanan. 

Namun saat mengadu nasib di Arab Saudi semua mobil menggunakan setir kiri. Meski hal tersebut sudah diberitahukan oleh pamannya saat di Indonesia, perasaan canggung tetap dialaminya saat mengendarai mobil pertama kali.

"Tetap saja canggung saat pertama pegang dan harus jalan di kanan," kata pria berdarah Madura kelahiran Arab Saudi itu.

Meski sudah diberitahui sebelum berangkat menjadi TKI di Arab Saudi kata dia, orang Indonesia yang akan bekerja menjadi sopir hendaknya berlatih mengemudikan mobil setir kiri. 

Namun sayangnya di Indonesia tidak ada satupun lembaga yang mengajari atau buka praktek setir kiri.

"Ini yang belum ada, sebaiknya ada lembaga yang memberikan pelatihan. Meski semua sopir itu sudah mahir," katanya.

Menurut dia untuk penyesuaian tidak memerlukan waktu lama. Namun untuk mengemudikan di jalan raya di jalur kanan membutuhkan penyesuaian yang lebih lama.

"Yang penting kita konsentrasi dan hati-hati. Jangan lupa kalau kita mengemudikan di jalur kanan bukan di kiri. Di Arab banyak mobil ber-cc besar di atas 2.500 cc dan kencang-kencang," katanya.

Bagus Kurniawan - detikOto



Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment