Rabu, 26 Juni 2013

Menyingkap Kesamaran Perbuatan Syirik (Kasyfu Asy Syubuhat)

dosa syirik بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Allah Ta’ala berfirman terkait dengan perintah untuk beribadah hanya kepada-Nya semata :
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka hanya beribadah kepada-Ku
[Surat ke-51 Adz Dzariyat ayat 56]

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِى ڪُلِّ أُمَّةٍ۬ رَّسُولاً أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّـٰغُوتَ‌ۖ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah hanya kepada Allah dan jauhilah thoghut (yang diibadahi selain Allah)
[Surat ke-16 An Nahl ayat 36]

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّآ أَنَا۟ فَٱعۡبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rosul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : “Bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Aku, maka beribadahlah kalian hanya kepada-Ku”.[Surat ke-21 Al Anbiya' ayat 25]

Demikian juga dengan lawan dari tauhid, yakni perkara kesyirikan (memberikan suatu bentuk peribadatan kepada selain Allah Ta’ala atau membuat sekutu bagi Allah dalam peribadatan) merupakan dosa terbesar yang tidak akan Allah ampuni selamanya jika pelaku kesyirikan tersebut mati dalam kondisi belum bertaubat dari perbuatan kesyirikan tersebut, akan menghapuskan seluruh pahala amalan kebaikan, akan kekal tinggal di dalam neraka selamanya, dan disebut dengan sebutan sejelek-jelek makhluq.

Allah Ta’ala berfirman terkait sangat besarnya dosa kesyirikan dan pelakunya :
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٲلِكَ لِمَن يَشَآءُ‌ۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلاَۢ بَعِيدًا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan [sesuatu] dengan-Nya, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan [sesuatu] dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. 
[Surat ke-4 An Nisa ayat 116]

وَلَقَدۡ أُوحِىَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَٮِٕنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu [wahai Muhammad] dan juga kepada [nabi-nabi] yang sebelummu : “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan hapuslah amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang sangat merugi. [Surat ke-39 Az Zumar ayat 65]

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيہَآ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang kafir dari kalangan ahli Kitab dan orang-orang yang berbuat syirik (orang-orang musyrik) berada di neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluq. [Surat ke-98 Al Bayyinah ayat 6]

Dari beberapa ayat di atas kita mengetahui betapa pentingnya bagi kita semua untuk memberikan prioritas lebih besar terkait pengetahuan tentang perkara mentauhidkan Allah Ta’ala (yakni menjadikan Allah Ta’ala sebagai satu-satunya yang berhak diibadahi) dan pengetahuan tentang perkara kesyirikan. Sehingga jangan sampai sedikitpun kita meremehkan perkara yang sangat penting  ini misalkan dengan mengatakan bahwa perkara tauhid adalah perkara yang sangat gampang atau enteng, atau perkataan peremehan semisalnya.

Kalau kita lihat dalam Al Qur’an, bahkan seorang nabi dan rosul sekelas Nabi Ibrohim ‘alaihissalam pun yang juga dikenal sebagai bapaknya para nabi dan rosul (abu al anbiya’) ternyata dalam salah satu do’a nya kepada Allah Ta’ala adalah memohon perlindungan bagi dirinya sendiri dan anak cucunya dari bahaya syirik (memberikan peribadatan kepada selain Allah) yang merupakan lawan dari tauhid.

Allah Ta’ala berfirman :
وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٲهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَـٰذَا ٱلۡبَلَدَ ءَامِنً۬ا وَٱجۡنُبۡنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ
Dan [ingatlah], ketika Ibrohim berdo’a : “Wahai Robb-ku, jadikanlah negeri ini [Makkah] sebagai negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari beribadah kepada berhala-berhala. [Surat ke-14 Ibrohim ayat 35]

Jika demikian besarnya kekhawatiran Nabi Ibrohim ‘alaihissalam dari perkara kesyirikan yang merupakan lawan dari tauhid, maka jika di masa sekarang ada seseorang yang kelasnya sangat jauh di bawah kelas seorang nabi  lalu orang tersebut meremehkan perkara tauhid, maka tentunya orang tersebut telah menyelisihi salah satu tuntunan Al Qur’an dan tentunya orang tersebut pada hakikatnya merupakan orang yang memiliki sikap tinggi hati dan tidak tahu akan kadar dirinya sendiri.

Maka untuk menambahkan pengetahuan kita terkait perkara tauhid dan syirik, maka berikut ini adalah kajian pembahasan Kitab Kasyfu Asy Syubuhat (Menyingkap Kesamaran-Kesamaran) yang mana pembahasan utama kitab ini adalah terkait masalah mentauhidkan Allah dalam peribadatan dan menyingkap kesamaran-kesamaran dari para pengusung kesyirikan yang mana mereka menghiasi perbuatan syirik mereka seolah-olah adalah merupakan perkara tauhid.

Kajian ini dibawakan oleh Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafizhohullah dalam format mp3, dan terdiri dari 21 file rekaman ceramah.

Semoga bermanfaat.

Nas’alullahassalamah wal ‘afiyah, wa na’udzu billahi minasysyirk.

Kita memohon kepada Allah keselamatan dan keterjagaan, dan kita berlindung kepada Allah dari kesyirikan.
Dengarkan online atau download di : http://www.ilmoe.com/audio/3131/kasyfussyubhat-01
Terjemahan format PDF : Buku Kasyfu Syubhat karya At Tamimi
Kitab Asli Bahasa ‘Arob format PDF : kasyfusy syubuhat

diambil dari :http://pentasatriya.wordpress.com/2013/06/23/menyingkap-kesamaran-perbuatan-syirik-kasyfu-asy-syubuhat/


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar