Sabtu, 22 Juni 2013

Siapakah Wahabi?

Penanya : Ikhwan
Assalamu'alaikum ustadz,
Saya mau tanya ni ustadz, banyak sekarang org membicarakan wahabi, kata nya wahabi itu sesat,

Jadi wahabi itu golongan baru ustadz, mohon penjelasaan nya ustadz,

Jawab :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Syaikh Ibnu Baz berkata:
Wahabiah/wahabi (julukan ini.pen) disematkan oleh musuh dakwah Salafiah kepada pengikut syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sualaiman bin Ali At-Tamimi yang meninggal pada tahun 1206 h di Dir’iyyah.

Beliau berdakwah di jalan Allah ta’ala pada paruh kedua abad ke 12 di Najed Dir’iyyah dan sekitarnya, beliau mengajak kepada pengesaan Allah ta’ala dan mengingkari ketergantungan masyarakat terhadap kuburan, orang mati dan berhala.

Beliau juga mengingkari pembenaran terhadap dukun, ahli nujum dan penyembahan terhadap pohon serta batu-batu dengan metode dakwah yang dilakukan oleh salaf sholeh, dengan metode dakwah Rasul shallalahu alaihi wa sallam ketika diutus oleh Allah ta'ala dan metode dakwah yang ditapaki oleh para sahabatnya.

Beliau berdakwah kepada Allah ta'ala, dan para ulama' (dari kalangan kerabat, anak-anak dan yang lainnya) yang diberi taufiq (untuk mengetahui kebenaran) juga berdakwah bersamanya. Allah ta'ala menampakkan agama dan menghilangkan keburukan di Najed dan sekitarnya dengan perantara beliau, kemudian tersebarlah dakwah beliau di Yaman, Syam, Iraq, Mesir, India dan selainnya. Para peneliti mengetahui:
- Kebenaran dakwah beliau dan keistiqomahannya.
- Bahwa beliau berada di atas hidayah dan jalan lurus.
- Bahwa sebenarnya beliau adalah pembaharu untuk penegakan rambu-rambu islam yang telah luntur.
- Beliau bukanlah beliau seorang Ahli bid’ah (membuat perkara yang baru dalam agama dengan dakwah ini.pent).
- Beliau tidak membawa agama dan madzhab baru.

Beliau hanya mengajak kepada pengesaan Allah ta’ala dan untuk mengikuti syariat-Nya, serta berjalan diatas manhaj salaf shalih dari kalangan para sahabat Nabi dan orang yang mengikuti mereka. Inilah madzhab syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya.

Mereka berjalan diatas manhaj Nabi shalallahu alaihi wa sallam dan para pengikutnya dari kalangan para sahabat dan ahli ilmu serta ahli iman setelahnya. Akan tetapi mereka memiliki musuh. Para pendusta berdusta atas nama mereka, sampai musuh-musuh itu menghalalkan darah mereka.

Termasuk kedustaan yang dilakukan oleh musuh-musuh tersebut adalah:” Ajaran mereka (wahabi.pent) adalah madzhab kelima, dan mereka mencela Rasul shallallahu alaihi wa sallam serta para Sahabat”. Akan tetapi ini semua adalah kedustaan dan kebatilah. Bahkan mereka adalah manusia yang paling mencintai Rasul shallallahu alaihi wa sallam, mereka sejalan dengan para sahabat. Rasul lebih mereka cintai daripada diri, anak dan harta mereka.

Mereka mendakwahkan apa yang didakwahkan oleh Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Mereka berdakwah kepada
- Ajaran mengesakan Allah dan mengikuti syariat-Nya.
- Mengagungkan perintah dan larangan-Nya.
- Meniti manhaj Rasul shallallahu alaihi wa sallam.

Kitab-kitab mereka penuh dengan hal itu. Kitab-kitab syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya jelas dalam masalah itu. Barang siapa yang membacanya akan mengetahui itu... Fatawa Nur Ala Ad-Darb oleh syaikh Ibnu baz juz.3 hal.148-149

Untuk lebih adil dan bijak, seharusnya orang yang mencela dan antipati terhadap gerakan Muhammad bin Abdul Wahab seharusnya membaca buku-bukunya (yang merupakan buah pemikirannya), dan tidak hanya membaca tulisan-tulisan yang hanya memojokkan “wahabi” dengan memotong-motong tulisan maupun perkataan untuk mendukung pendapatnya mengenai “Wahabi”

Sebagai bukti nyata atas tuduhan yang tidak benar terhadap “wahabi”, adalah Negara Saudi yang notabene dikatakan Negara “wahabi” menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai undang-undang Negara secara umum. Ulama'-ulama' nya pun getol dalam mengajari masyarakat ajaran-ajaran yang dilandasi oleh Nash (kami tidak bermaksud mentazkiah semua kebijakan kerajaan Arab Saudi dan tidak bermaksud mengatakan semua ulama' Saudi ma'shum).

Sedangkan di sisi lain, orang-orang yang gemar menuduh negara Arab Saudi sebagai markasnya wahabi dan ulama' nya sebagai corong wahabi serta gemar mencela mereka hidup di negara yang menjadikan aturan manusia sebagai undang-undang, dan anehnya mereka tidak merasa terganggu dengan itu, mereka lebih sibuk menarik massa supaya berduyun-duyun mengikuti ajaran dan amalan mereka yang tidak ada tuntunannya dari Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Mereka membiarkan masyarakat berada dalam kebodohan dalam urusan agama mereka.

Dari sini bisa diketahui, siapakah sebenarnya yang lebih mencintai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, apakah si penuduh ataukah yang tertuduh.

وبالله التوفيق
Oleh : Ustadz Mukhsin Suaidi, Lc
http://m.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/apa-wahabi-itu--apa-aliran--apa-golongan-.html


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar