"Sebagian besar orang dapat membacara Alquran dari braille, tapi
mereka tidak punya cetakkannya, dan 20 persen Alquran cetak braille
didistribusikan ke sekolah baik di dalam mau pun luar Saudi," ujar
Sekjen Asosiai untuk Peningkatan Visual, Muhammad Tawfiq Bellow dikutip Arabnews, Selasa (3/9).
Berdasarkan studi yang dikeluarkan asosiasi, sekitar 27 persen orang
berkebutuhan khusus bisa membaca dan menulis dalam braille. Bahkan 60
persen di antaranya mahir dan profesional. Bellow mengatakan, sebagian
besar orang berkebutuhan khusus penglihatan butuh Alquran braille.
Namun, hanya sedikit cetakan Alquran braille yang dipublikasikan.
Dia mengatakan, teknologi percetakan harus membuat mekanisme cetak
dengan braille. Dia meyakinkan akan terus mendistribusikan Alquran
Braille. Cetakan Alquran braille memiliki enam edisi. Setiap edisi
memiliki 991 halaman dan dibagi dalam lima bagian. (Rep)
Artikel Terkait:
Dakwah
- Menggapai Kemenangan dengan Tauhid
- Kurang Perhatian Terhadap Dakwah Tauhid, Sebab Perpecahan
- Fenomena Berita “Deportasi Orang Ganteng Di Saudi”
- Faidah Seputar Tauhid [Syaikh Ibnu 'Utsaimin]
- Jihad dan Penguasa
- 112 Pelajar Nyantri di Madinah
- Pekerja Filipina Meng-Islamkan 1.000 Orang Asia
- Membumikan Al-Qur'an, dari Madinah ke Seluruh Dunia
- Buah dari Amalan Kebaikan yang Paling Asasi
Unik
- Pria berumur 137 tahun di Saudi
- Sebotol Air Minum di Arab Saudi
- Peduli Berat Tas Sekolah
- Masjid Bersejarah di Eropa Bantuan KSA
- Buka Bersama di Masjidilharam Capai Rp 1,22 Miliar/Hari
- Deportasi Orang Ganteng Dalam Syariat Islam
- Al Aghwaat, Di Antara Rahasia Dua Tanah Suci
- Barang yang Nggak Bakal Laku di Saudi Arabia
- Betapa Sangat Dihargainya Kaum Wanita di Arab Saudi
No comments:
Post a Comment