Jumat, 13 September 2013

Cegah Jamaah Nakal, Arab Saudi Terapkan Sistem Elektronik

Pemerintah Arab Saudi miliki terobosan baru untuk mengendalikan jumlah pendatang ke negaranya. Terutama untuk mencegah adanya jumlah jamaah umroh yang nakal, yang belum pulang ke negaranya masing-masing saat musim haji telah dimulai.

Kementerian Haji Arab Saudi menggunakan sistem elektronik manajemen massa. Massa jamaah baik yang melakukan umrah ataupun haji, bisa dikendalikan sejak mereka menginjakkan kaki ke tanah Arab. 

Dengan penerapan sistem canggih ini, pihaknya mengklaim jumlah jamaah umroh nakal bisa turun dengan drastis karena bisa diketahui dan dikendalikan.

Menteri urusan Haji Arab Saudi, Bandar Hajjar, mengatakan dalam satu tahun ada 5,13 juta jamaah umrah yang datang ke Arab Saudi. "Kini tinggal 11 ribu dan kami harap mereka akan segera pulang sebelum musim haji dimulai," katanya seperti dilansir dari arabnews, Jumat (13/9).

Hajjar mengatakan sistem yang sama juga akan diterapkan kepada jamaah haji yang menambah masa tinggalnya di negara ini. Karena biasanya, banyak jamaah yang nakal, dengan sengaja menambah masa tinggal untuk mencari pekerjaan disini.

Selama beberapa tahun, jamaah nakal yang menambah masa tinggalnya ini menjadi masalah yang membuat pemerintah Arab Saudi kalang kabut. Untuk itu, dengan adanya sistem elektronik pengendali jumlah ini, bisa mengurangi jumlah jamaah yang dengan sengaja melakukan tindak pelanggaran aturan. 

Sistem ini sebenarnya membantu para jamaah agar mereka bisa mendapatkan pelayanan dari pemerintah Arab Saudi, bahkan sebelum mereka tiba di negara ini. "Kini jumlah jamaah yang mengeluhkan pelayanan kami pun jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Sistem pengelompokan secara elektronik ini, juga membantu para jamaah agar tidak terlalu berdesak-desakan ketika berada di tempat umum, seperti bandara misalnya. Karena jamaah baru akan disuruh menuju bandara jika sistem disana telah memberikan konfirmasi bahwa sekarang tiba giliran sang jamaah itu.

Sebenarnya, akomodasi, makanan, dan penerbangan pulang merupakan tanggung jawab para agen perjalanan dan penyelenggara umrah. Namun karena banyak kecurangan terjadi, yaitu jamaah umroh yang nakal ingin sekaligus haji atau mencari kerja di Arab Saudi, pemerintah pun perlu turun tangan.REP


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar