Sabtu, 28 September 2013

Syirik dan bahayanya

syirik1 Syirik dan bahayanyaSyirik adalah dosa yang paling besar dan tidak terampuni kecuali dengan taubat kepada Allah ta’ala. Syirik adalah engkau menjadikan adanya sekutu bagi Allah ta’ala  padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu. Engkau beribadah kepada-Nya dan juga beribadah kepada selain-Nya, seperti beribadah (menyembah) kepada batu, manusia, matahari, bulan, nabi, syaikh, jin, bintang, malaikat, dan lain seba-gainya.
  1. A.      Arti Syirik
Secara bahasa, syirik artinya menyekutukan atau menjadikan sesuatu memiliki syarik (sekutu).
Sedangkan secara istilah, syirik artinya menyekutukan Allah ta’ala  dengan sesuatu.
Syirik bisa terjadi dalam tiga hal:
1.       Dalam Rububiyah.
Contoh syirik dalam rububiyah:
  • Berpendapat bahwa alam semesta terjadi dengan sendirinya, tanpa ciptaan al-Kholiq.
  • Meyakini ada dzat selain Allah ta’ala  yang mampu memberikan manfaat atau mendatangkan mudhorot.
  • Meyakini ada dzat selain Allah ta’ala  yang mampu melindungi manusia dari marabahaya atau mengeluarkan mereka dari kesulitan.
2.       Dalam Uluhiyah.
Contoh syirik dalam uluhiyah:
  • Berdoa atau memohon kepada selain Allah ta’ala.
  • Sujud kepada selain Allah ta’ala.
  • Memakai jimat-jimat dengan keyakinan bahwa ia sanggup menolak bencana.
3.       Dalam Asma wa Shifat.
Contoh syirik dalam asma wa shifat:
  • Meyakini ada seorang makhluk yang memiliki sifat-sifat seperti Allah ta’ala.
  • Memberikan nama untuk sesuatu (misalnya berhala) dengan nama-nama Allah ta’ala.
B.      Ancaman bagi Pelaku Syirik.
1.        Siapa yang berbuat syirik, maka gugurlah seluruh amal-amal sho-lehnya.
Allah ta’ala  berfirman: “Itulah petunjuk Allah ta’ala, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Sean-dainya mereka mempersekutukan Allah ta’ala, niscaya gugurlah amal-amal yang telah mereka kerjakan.” [QS. al-An’am (6): 88]
 “Dan sesungguhnya telah diwahyu-kan kepadamu dan kepada nabi-nabi yang sebelummu. ‘Jika kamu memperse-kutukan Allah ta’ala, niscaya gugurlah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” [QS. az-Zumar (39): 65]
2.       Syirik adalah kesesatan dan kezho-liman yang paling besar.
Allah ta’ala  berfirman: “Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah ta’ala, maka sesungguhnya ia telah terse-sat sejauh-jauhnya.” [QS. an-Nisa’ (4): 116]
Dan (ingatlah) ketika Luqman ber-kata kepada anaknya di waktu ia mem-beri pelajaran kepadanya: “Wahai anak-ku, janganlah kamu mempersekutukan Allah ta’ala (syirik), sesungguhnya syirik adalah kezhaliman yang besar.” [QS. Luqman (31): 13]
Siapa yang berbuat syirik dan tidak bertaubat sampai mening-galnya, maka Allah ta’ala  sekali-kali tidak akan mengampuni dosanya.
Allah ta’ala  berfirman: “Sesungguhnya Allah ta’ala tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang di-kehendaki-Nya. Barangsiapa yang mem-persekutukan Allah ta’ala, maka sungguh ia te-lah berbuat dosa yang besar.” [QS. an-Nisa’ (4): 48]
1.     Siapa yang berbuat syirik dan tidak bertaubat sampai mening-galnya maka ia akan kekal di neraka jahannam.
Allah ta’ala  berfirman: “Sesungguhnya o-rang-orang yang kafir, yaitu ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” [QS. al-Bayyinah (98): 6].
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam  bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak menye-kutukan Allah ta’ala dengan sesuatu, niscaya a-kan masuk surga, dan barangsiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah ta’ala dengan sesuatu, niscaya masuk neraka.” (HR. Muslim)
2.     Syirik akbar (besar) menghalalkan darah dan harta seseorang.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam  bersabda: “Aku diperin-tahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah ta’ala dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, serta menunaikan sholat dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukannya maka terlindungilah darah dan harta me-reka kecuali dengan hak Islam.” (HR. Muslim)
3.     Barangsiapa berbuat syirik, maka seolah-olah dia terjatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau dibawa angin ke suatu jurang yang dalam.
Allah ta’ala  berfirman: “…Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah ta’ala, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” [QS. al-Hajj (22): 31]
4.       Barangsiapa yang berbuat syirik, maka ia akan dikuasai oleh setan.
Allah ta’ala  berfirman: “Sesungguhnya kekuasaan setan itu hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya (setan terse-but) sebagai pemimpin dan mereka yang mempersekutukannya dengan Allah ta’ala.” [QS. an-Nahl (16): 100]
5.     Allah  ta’ala  tidak akan menerima alasan berbuat syirik karena mengikuti tradisi orang-orang tua terdahulu (nenek moyang).
Allah ta’ala  berfirman: “Dan (ingatlah), ketika Robbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah ta’ala mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah aku ini Robb kalian?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Robb kami), kami men-jadi saksi’. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kalian tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Robb)’. Atau agar kalian tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya orang-orang tua kami telah memperse-kutukan Robb sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami kare-na perbuatan orang-orang yang sesat da-hulu?’ Dan Demikianlah Kami menjelas-kan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” [QS. al-A'rof (7): 172-174]
C.    Macam-macam Syirik.

apa macam syirik dan bahayanya?

Syirik terbagi dalam dua macam, yaitu:
1.       Syirik Akbar (syirik besar).
2.       Syirik Ashghor (syirik kecil).
Perbedaan antara syirik akbar dan syirik ashghor:
  • Syirik akbar mengeluarkan pelaku-nya dari Islam, sedangkan syirik ashghor tidak sampai mengelu-arkan pelakunya dari Islam.
  • Syirik akbar menggugurkan semua amal-amal soleh yang pernah dila-kukan oleh seseorang, sedangkan syirik ashghor hanya menggugur-kan amal sholeh yang disertai syi-rik ashghor tersebut.
  • Syirik akbar akan mengekalkan pe-lakunya di neraka, sedangkan syi-rik ashghor jika Allah ta’ala berkehendak untuk menyiksanya maka tidak a-kan kekal di neraka.
  • Pelaku syirik akbar jika tidak ber-taubat sebelum meninggal maka ti-dak akan terampuni dosanya, se-dangkan pelaku syirik ashghor jika tidak bertaubat sebelum mening-galnya maka ia terancam dengan adzab yang sangat pedih, akan te-tapi jika Allah ta’ala menghendaki maka Dia akan mengampuninya. 
 http://dainusantara.com/syirik-dan-bahayanya/


Artikel Terkait:

3 komentar: