Jumat, 23 November 2012

Universitas Terbuka Buka Program S2 di Arab Saudi

JEDDAH - Ada kabar gembira bagi warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi yang  ingin meningkatkan kapasitas keilmuan dan kualifikasinya karena saat ini pihak Universitas Terbuka (UT) telah resmi membuka dan menawarkan layanan program pascasarjana (S2) bagi WNI yang ada di Arab Saudi.

Hal itu disampaikan Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed, Ph.D saat meresmikan pembukaan program tersebut di hadapan sekira 100 masyarakat Indonesia yang memenuhi Balai Nusantara KJRI Jeddah pada pekan lalu. Turut hadir dalam acara tersebut Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur, Plh. Konsul Jenderal RI Jeddah Cahyono Rustam, Pembantu Rektor IV UT, dan Atdikbud KBRI Riyadh.

Dalam sambutannya, Prof. Tian, yang juga menjabat sebagai Presiden International Council for Open and Distance Education (ICDE) menegaskan bahwa UT merupakan perguruan tinggi negeri (PTN) sama seperti PTN lainnya. Dalam kaitan ini, ijazah UT dari segi legal formal adalah sama dengan ijazah yang dikeluarkan oleh PTN lain, sehingga tidak perlu diragukan lagi.

Layanan progam pendidikan UT di Arab Saudi, lanjut Tian, sangatlah bersejarah, karena di negara inilah pertama kalinya UT membuka program pendidikan sarjana dan diploma bagi WNI yang ada di luar negeri. Keberhasilan program tersebut telah memicu banyaknya permintaan pembukaan layanan yang sama di negara-negara lain, sehingga sekarang mahasiswa UT tercatat sudah tersebar di 14 negara berbeda.

“Saat ini, ketika jumlah mahasiswa UT di Korea Selatan sudah mulai mengungguli jumlah mahasiswa UT di Arab Saudi, UT untuk pertama kalinya dalam sejarah membuka layanan program pascasarjana bagi WNI di luar negeri, yaitu di Arab Saudi,” terang rektor kelahiran Sukabumi tersebut.

Adapun Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur dalam sambutannya menyambut baik dan mengucapkan selamat atas pembukaan layanan program pascasarjana UT di Arab Saudi yang dinilainya merupakan bagian dari kegiatan pelayanan dan perlindungan WNI di luar negeri, khususnya dalam upaya Pemerintah RI menyejahterakan warganya.

“Dengan dibukanya layanan tersebut, maka tidak ada alasan lagi bagi WNI untuk tidak melanjutkan pendidikan formal ketika berada di Arab Saudi. Karena Pemerintah Indonesia selama ini telah menyediakan dan memfasilitasi keberadaan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A, B dan C untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Adapun mereka yang ingin melanjutkan studinya di perguruan tinggi, bisa mengambil program sarjana dan pascasarjana yang ditawarkan oleh pihak UT,” jelas Gatot.

Pada acara yang sama juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama UT – KBRI Riyadh untuk pelaksanaan layanan pendidikan jarak jauh UT di Arab Saudi oleh Pembantu Rektor IV UT Dr. Mohamad Yunus dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh Dr. Muhammad Lutfi Zuhdi.

Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh penyematan topi UT secara simbolis kepada dua calon mahasiswa program pascasarjana UT oleh Rektor UT dan Dubes RI, sebelum akhirnya ditutup dengan penyerahan cenderamata antara kedua belah pihak dan foto bersama para undangan yang hadir.

Masyarakat Indonesia di Arab Saudi yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai layanan program sarjana dan pascasarjana UT bagi WNI di Arab Saudi dapat menghubungi Perwakilan RI di Arab Saudi—KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah—atau dengan cara membuka website resmi UT yang beralamat di www.ut.ac.id.(mbs)


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar