Rabu, 31 Oktober 2012

1.500 Toko Emas di Arab Saudi Gulung Tikar

Seorang pedagang emas berdiri di tokonya yang terletak di sekitar Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, (20/10)
 
TEMPO.CO, Jeddah - Lebih-kurang 1.500 toko emas dan perhiasan di Kerajaan Arab Saudi terpaksa gulung tikar, menyusul menggilanya harga emas dan menurunnya kebutuhan perhiasan masyarakat dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini. Demikian keterangan Kamar Dagang dan Industri Mekah kepada media, Rabu, 31 Oktober 2012.

Ziyad Farsi, Wakil Ketua Kamar Dagang Mekah, mengatakan, banyak pedagang emas di Kerajaan terpukul dan menderita kerugian besar akibat omzet penjualannya terjun bebas.

"Selama ini, banyak di antara pedagang perhiasan menggunakan keuntungannya untuk bisnis lainnya," ujar Farsi.

Farsi mengatakan, harga emas melonjak lagi pada Senin, 29 Oktober 2012. Kenaikan ini merupakan dampak dari meningkatnya nilai tukar mata uang dolar, sehingga mengurangi keuntungan para pedagang di Kerajaan.

"Emas sedikit mengalami perbaikan pada Jumat pekan lalu, menyusul sebuah pernyataan yang menunjukkan ekonomi Amerika Serikat mengalami perbaikan dalam kuartal ketiga tahun ini," ujar pejabat Arab Saudi lainnya.

Harga emas mengalami lonjakan lagi di pasar domestik, Selasa, 30 Oktober 2012. Selain itu, harga perak juga merayap naik setelah terjadi spekulasi terhadap kenaikan harga emas.

"Kenaikan harga ini membuat warga masyarakat, terutama jemaah haji, frustrasi. Di masa-masa sebelumnya, para jemaah haji membeli emas dan perhiasan dalam jumlah besar," kata Farsi. Dia tambahkan, lebih-kurang 1.500 dari 4.000 toko emas di Kerajaan gulung tikar akibat situasi yang tidak menguntungkan.

Abdul Rahman Al-jefri, anggota Komite Emas di Kamar Dagang Mekah, mengatakan, meningkatnya harga emas dan memburuknya ekonomi dunia menjadi biang menurunnya penjualan emas dan perhiasan di musim haji tahun ini.

"Penjualan di Mekah tidak mencapai 20 persen dari volume jumlah emas yang dipajang di etalase toko," katanya. "Dulu, kami sanggup menjual 60 persen dari total yang kami simpan di toko selama musim haji."

ARAB NEWS


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar