Selasa, 16 Oktober 2012

Jeddah Berlakukan Larangan Merokok Shisha

merokok-shishaJEDDAH – Pemerintah Kota Jeddah, Arab Saudi pada pekan ini mulai melarang seluruh pengelola kafe dan restoran untuk menyediakan shisha (alat khusus untuk merokok yang banyak dijumpai di negara Arab) kepada konsumen.

Larangan itu berlaku untuk 238 restoran dan kafe. Kebijakan itu diperkirakan akan menurunkan 89 persen pendapatan bagi restoran dan kafe. Biasanya mereka meraih keuntungan sehari-hari antara 7 hingga 10 ribu riyal dari layanan shisha.

Kota Jedah baru menerapkan larangan itu tahun ini. Sementara kota Riyadh dan berbagai kota lainnya sudah menerapkan aturan itu beberapa tahun lalu. Para pecinta shisha kini harus mencari kafe di luar kota agar dapat merokok menggunakan shisha karena aturan itu berlaku untuk kawasan permukiman.

Abdul Aziz Al-Nahari, jubir untuk pemerintah Jeddah, mengatakan bahwa ini adalah keputusan yang dikeluarkan kementerian dalam negeri dengan tujuan untuk melindungi kesehatan publik. Menurutnya, kebijakan seperti ini semestinya diterapkan di tingkat dunia.

Namun kebijakan itu justru membuat pemilik kafe dan restoran merugi. Seorang pemilik toko mengaku pendapatannya menurun sekitar 85 persen. Biasanya ia meraih untung 7.000 riyal dalam sehari. Sejak larangan berlaku, ia hanya meraih untung 1.500 riyal sehari.

Dalam dua hari terakhir, banyak kafe yang sepi pengunjung. Seorang penjaga kafe mengaku takut dipecat karena larangan itu.

harianterbit.com


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar