
Meski tidak memiliki sandaran hukum
dalam syar’iat, berbagai macam cara dilakukan dalam rangka perayaan
tersebut. Ada yang mengadakan dzikir ramai-ramai di lapangan, pengajian,
dan pembacaan kitab barzanji, dan lain-lain.
Seorang ulama besar asal Arab Saudi yang
juga mantan ketua lembaga fatwa, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin
Baz, pernah ditanya tentang perayaan tersebut. Beliau menjawab dengan
tegas bahwa acara tersebut tidaklah menunjukkan kecintaannya kepada
nabi.
“Merayakan maulid bukanlah cara yang
tepat untuk menunjukkan kecintaaan kita kepada Rasulullah. Dan pada
kenyataannya Ahlussunnah lebih mencintai Rasulullah daripada ayah-ayah
dan ibu-ibu mereka dan daripada diri mereka sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, ulama yang biasa dipanggil dengan syaikh Bin Baz itu membawakan sabda nabi. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda: “Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian
sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap
umat manusia,” Ujarnya.
Kemudian, ulama yang kini telah tiada
itu membawakan perkataan kholifah yang kedua. “Umar bin Khattab
radhiallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, sungguh
engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.”
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak, demi
Allah yang jiwaku berada di tanganNya, (tidak benar) sampai aku lebih
engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Kemudian Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekarang (engkau benar) wahai Umar” paparnya.
Kemudian beliau melanjutkan
penjelasannya, bahwa Ahlussunnah beriman bahwasanya Rasulullah lebih
mereka cintai daripada segala sesuatu setelah Allah. Yang paling
dicintai oleh Ahlussunnah adalah Allah kemudian Rasulullah manusia
termulia dari kalangan mereka. Kemudian nabi-nabi lain yang kedudukannya
setelah Nabi kita. Dan kita mengikuti jalan mereka (ahlussunnah).
Setelah itu syaikh Bin Baz -rahimahullaah-
menangis tersedu-sedu, sambil berkata: “Allah yang menjadi saksi.
Bahwasanya Rasulullah adalah orang yang paling kami cintai setelah
Allah. Daripada diri kami sendiri, daripada harta-harta kami, anak-anak
kami dan segalanya. Demi Allah! Seandainya Rasulullah mengajarkan untuk
merayakan maulid ini, tentu kami akan merayakannya. Akan tetapi beliau
tidak mengajarkannya tidak juga dari kalangan sahabat yang pernah
merayakan maulid,” tutupnya. (bms)
Dengarkan rekamannya disini
Artikel Terkait:
Kisah
- Pria berumur 137 tahun di Saudi
- Awal Terjadinya Kedua Jenis Syirik Di Tengah Bangsa Arab Dan Lainnya, Serta Diutusnya Nabi Yang Terakhir, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
- Awal terjadinya syirik pada kaum Nabi Ibrahim ‘alaihi salam dalam bentuk penyembahan terhadap kumpulan tata surya
- Surat Nasihat Ulama Saudi kepada Gubernur Jazan dan Balasan Gubernur
- Hadits Bitoqoh – Kartu “sakti” Bernama Tauhid
- Sudah 45 Tahun Rohingya Hidup Damai di Arab Saudi
- Fenomena Berita “Deportasi Orang Ganteng Di Saudi”
- "Pukulan telak Syekh Nashir Al-'Umar kepada Amerika"
- Deportasi Orang Ganteng Dalam Syariat Islam
- Refleksi kehidupan wanita (domisili) Saudi; terkungkung atau kembali pada fitrah
Ulama
- Kurang Perhatian Terhadap Dakwah Tauhid, Sebab Perpecahan
- Seruan dari Masjid Nabawi untuk Rakyat Mesir: "Kembalilah ke Rumah-rumah Kalian"
- Fatwa Ramadhan: Malam Bermain-Main, Siang Hari Tidur
- Surat Nasihat Ulama Saudi kepada Gubernur Jazan dan Balasan Gubernur
- Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba
- Kisah Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab Menguji Tingkat Pemahaman Murid-Muridnya Terhadap Tauhid
- Ulama Saudi: Gulat Dilarang Dalam Islam
- Syaikh Albany , Ulama Ahli Hadits Masa Kini
- Mufti Saudi: Pemerintah Harus Kendalikan Harga
Manhaj
- Benarkah Dakwah Tauhid Memecah-Belah Kaum Muslimin?
- Menggapai Kemenangan dengan Tauhid
- Kurang Perhatian Terhadap Dakwah Tauhid, Sebab Perpecahan
- Hakikat dan Bahaya Syirik
- Surat Nasihat Ulama Saudi kepada Gubernur Jazan dan Balasan Gubernur
- Aswaja atau Bukan Aswaja?
- Fenomena Berita “Deportasi Orang Ganteng Di Saudi”
- Jadikan Dakwah Anti Syirik Prioritas Utama
- NORMA-NORMA PENTING SEBELUM MENJATUHKAN VONIS KAFIR
No comments:
Post a Comment