Kamis, 10 Januari 2013

Nabi Muhammad Dihina, Ini Respons Arab Saudi

Nabi Muhammad Dihina, Ini Respons Arab Saudi
Kaligrafi Nama Nabi Muhammad (ilustrasi)
RIYADH—Deretan kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam menginspirasi Departemen Pendidikan Arab Saudi untuk memperkenalkan program baru yang bertujuan mendidik siswa tentang teladan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Program ini diharapkan dapatmeningkatkan rasa cinta para pelajar kepada Rasulullah.

Psikolog, Ibrahim Al-Khanjy mengatakan para pelajar akan mendapatkan manfaatdari program ini yakni mampu menerapkan teladan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam di luar dan dalam lingkungan. “Saya kira program ini sangat bagus,” kata dia seperti dikutipSaudi Gazzete, Rabu (8/1).

Direktur Program, Hasan Falali mengatakan program ini lebih dulu akan diterapkan di provinsi Makkah. Guna menjangkau seluruh pelajar, program ini masuk ke dalam kurikulum. “Dengan mengikuti ajaran Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, para pelajar negara ini akan menjadi warga negara yang baik, mereka dapat memahami kewajiban mereka kepada diri mereka, Allah SWT dan masyarakat,” ucap dia.

Hasan mengungkap, masalah utama yang dihadap pemuda Saudi sekarang inia dalah menyangkut sikap dan tata cara berkehidupan. Sebagian dari pemuda masih melakukan praktik negatif seperti membuang sampah sembarang, mengemudi ugal-ugalan dan penurunan minat belajar. “Itulah yang banyak tertanam. Kini, mereka merasakan dampaknya,” kata dia.

Berjalan atau tidaknya program ini tergantung kreatifitas guru dalam mengejawantahkan nilai-nilai luhur Rasulullah. Karena itu, pihak Departemen Pendidikanakan mendukung penuh setiap ide yang ditawarkan para guru termasuk dengan penyediaan alat-alat pendukung seperti CD interaktif, brosur dan media sosial.

Dirjen Pendidikan Di Makkah, Hamid Al-Sulami menyambut baik ide ini. “Saya kira ini sangat membantu tujuan Departemen Pendidikan,” kata dia.( Republika)

ARAB SAUDI, muslimdaily.net, - Berusaha untuk membimbing anak muda khususnya pelajar Saudi guna mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW, sebuah program baru telah diluncurkan untuk mendidik siswa tentang nilai-nilai nabi.

"Siswa akan mendapatkan keuntungan dari program ini dan mereka akan menerapkan apa yang mereka pelajari baik di dalam dan di luar dinding sekolah," kata Ibrahim Al-Khanjy, seorang psikolog, konselor, dan pelatih kepribadian, kepada Saudi Gazette pada hari Selasa, 8 Januari, sebagaimana dilansir onislam.net.

Bertema "Nilai dari Nabi Muhammad", program ini dibuat untuk membantu pelajar Saudi mengikuti jejak  nabi. Program ini akan diterapkan di seluruh sekolah di provinsi Makkah sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Para pendukung mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan cinta generasi  baru pelajar Saudi kepada Nabi Muhammad SAW.

"Dengan mengikuti ajaran Nabi SAW, siswa kami akan menjadi warga negara yang lebih baik yang memahami tugas mereka terhadap diri mereka sendiri, Pencipta mereka dan masyarakat," kata Hasan Falali, direktur program.

Program ini sebagai langkah antisipasi  yang dipicu oleh tulisan oleh blogger kontroversi Saudi terhadap Nabi Muhammad. Seorang penulis Saudi ditahan bulan lalu setelah menulis tweet yang menghina Nabi Muhammad. Turki al-Hamad, blogger itu ditahan pada 24 Desember atas komentar di  situs mikroblogging Twitter yang menunjukkan bahwa Islam perlu diperbaiki.

"Nabi kami datang untuk memperbaiki agama Ibrahim, dan sekarang adalah waktu ketika kita membutuhkan seseorang untuk memperbaiki agama Muhammad," demikian isi tweetnya yang dia tulis dalam bahasa Arab.

Sebelumnya, seorang blogger Saudi dideportasi dari Malaysia tahun lalu ke Arab Saudi atas tuduhan menghina Nabi.

Rasa Tanggung Jawab

Penyelenggara mengatakan program ini bertujuan untuk memperkuat rasa tanggung jawab dan tugas di kalangan kaum muda Saudi.

"Masalah utama adalah bahwa mayoritas pemuda Saudi yang tertanam di dalamnya dan mereka menderita   banyak dampak negatif dalam kehidupan mereka sebagai akibat dari sifat  rusak ini, tidak bertanggung jawab," kata Ibrahim Al-Khanjy.

"Banyak praktik yang tidak diinginkan umum terjadi di kalangan pemuda dalam masyarakat Saudi, seperti membuang sampah sembarangan, gagal dalam studi dan sembrono mengemudi semua karena kurangnya tanggung jawab."

Guru akan menggunakan media kreatif untuk menyebarkan nilai-nilai luhur Nabi di kalangan siswa Saudi. Siswa juga akan terlibat dalam majelis/kajian pagi dan mengirim tips yang inspirasional melalui pesan SMS dan situs jejaring sosial.

"Dengan kegiatan kelas dan ekstrakurikuler, proses pendidikan harus positif dan aktif mempengaruhi kehidupan siswa dan membentuk perilakunya sehingga dia berbicara dan bertindak dengan cara yang meniru teladan kita Nabi SAW," kata Hamid Al-Sulami, Direktur Jenderal Pendidikan di Makkah. [rah]muslimdaily)


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar