Selasa, 15 Januari 2013

Saudi Arabia Yang Fenomenal Dan Kontraversial

Oleh : Jiddan
Bagi sebagian kita Negara Saudi adalah negara yang menarik untuk diperbincangkan bahkan menjadi bahan perdebatan yang nyaris tak berkesudahan, di milist, kolom komentar, media sosial bahkan di kompasiana  tak henti hentinya pemberitaan mengenai Saudi menjadi Trend topik dan ramai komentar.

Banyak hal menarik yang bisa di angkat mengenai saudi arabia yang memang tak ada di belahan dunia manapun, semisal hukum pancung, terlarangnya perempuan mengendarai kendaraan hingga tak adanya perayaan pergantian tahun seperti di negara lain, saat adzan berkumandang semua aktifitas berhenti tak ada yang berani membuka untuk melakukan transaksi jual beli, polisi syariah berkeliling untuk mengingatkan mereka untuk sholat, sedangkan mereka yang non muslim lebih banyak menunggu di pelataran toko.

Perempuan di saudi arabia yang konon di marginalkan justru kenyataannya sangat istimewa, prioritas dalam sebuah antrian hingga ruang tunggu khusus untuk mereka seakan dimanjakan, beberapa bank bahkan memiliki ladies branch yang mengkhususkan wanita sebagai custumernya.

Lalu bagaimana dengan hukum di saudi arabia? apakah rumor yang mengatakan hukum mati tidak berlaku untuk warga negara saudi itu benar ? saya tidak berani mengatakan bahwa hukum saudi tidak fair, dari beberapa kasus pembunuhan hanya beberapa saja yang dihukum pancung, tapi secara logika mereka warga saudi lebih mudah untuk meminta permohonan maaf kepada keluarga korban apalagi ada pertalian keluarga yang memudahkan mereka untuk saling memaafkan, lalu bagaimana dengan pelaku pembunuhan atau kejahatan dari negara lain ? jawabannya adalah tergantung dari kerja keras pemerintah negaranya, di tambah faktor keberuntungan si pelaku sendiri untuk mendapatkan permohonan pengampunan dari pemilik darah, apalagi jika ternyata pemerintah negara pelaku bersikap acuh atau bahkan tidak mau tahu.

Saudi memang fenomenal, cap wahabi dan image jelek  yang dipropagandakan kaum syiah dan yang sefaham dengan mereka tidak menjadikan negara ini terpuruk dan dijauhi, tapi justru menjadi cambuk untuk pemerintah dengan memberikan pelayanan kepada muslim seluruh dunia tanpa kecuali dengan sebaik baiknya, pembangunan dua kota suci Makkah dan Madinah yang bisa menampung jutaan jamaah adalah bukti bahwa kerajaan ini tak melihat latar belakang pemahaman jamaahnya, kita doakan semoga pelayan dua kota suci  Raja Abdullah selalu di beri kesehatan dan panjang umur Aamiin..

sumber : http://www.kompasiana.com/jiddan




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar