
Ia tidak menentukan jumlah tahanan wanita tetapi mengatakan wanita
Saudi hanya menyumbang sekitar 7 persen dari semua wanita yang ditahan
dipenjara.
Ia mengatakan, sekitar 24.000 dari para tahanan adalah warga asing.
Sekitar 47 persen dari narapidana yang dipenjara karena kejahatan
narkoba.
Al-Harithy mengungkapkan empat penjara baru telah dibangun dan akan
beroperasi pada awal tahun depan. Dia mengatakan sembilan penjara lain
akan dibangun dalam dua tahun ke depan.
Setiap dari penjara baru memiliki 24 unit asrama dan akan menampung lebih dari 5.000 tahanan.
Dia mengatakan kamera pengintai akan dipasang di lembaga pemasyarakatan baru itu untuk menjaga keselamatan dan keamanan tahanan.
Dia juga mengatakan, otoritas penjara yang saat ini bekerjasama
dengan perusahaan jaringan seluler untuk menjauhkan penjara dari
jangkauan jaringan selular.
Al-Harithy mengatakan, Kerajaan Saudi tidak memiliki rencana untuk
memberlakukan kerja paksa pada tahanan tetapi mereka dapat bekerja di
120 pabrik yang telah ditetapkan oleh Otoritas Properti dan Industri
Saudi (MODON) yang mana abrik-pabrik itu akan beroperasi pada awal tahun
depan. (sg)
Artikel Terkait:
Berita
- Saudi bakal luncurkan layanan buat terima keluhan dari PRT
- Sebotol Air Minum di Arab Saudi
- Arab Saudi Pakai Teknologi Tinggi Untuk Cegah Jamaah Haji Ilegal
- Arab Saudi Dirikan Gerbang Mekkah
- Arab Saudi Renovasi Ratusan Masjid
- Seruan dari Masjid Nabawi untuk Rakyat Mesir: "Kembalilah ke Rumah-rumah Kalian"
- Arab Saudi Luncurkan Stasiun TV khusus Wanita
- Saudi Bagikan 130.000 Paket Ramadhan Pengungsi Suriah
- Jangan Harap Orang Israel Naik Pesawat Saudi
- Jalur Tawaf Khusus Orang Cacat Dibangun di Masjid al-Haram
No comments:
Post a Comment