Jumat, 31 Mei 2013

SYIRIK

‎SYIRIK

Syirik membatalkan keimanan terhadap uluhiyyah Allah Ta'ala (Uluhiyyah : keyakinan bahwa hanya Allah saja yang berhak untuk diibadahi/disembah).

Jika saja iman kepada uluhiyyah Allah Ta'ala dan mengesakan-Nya dalam ibadah adalah kewajiban yang paling tinggi dan paling agung, maka syirik adalah maksiat terbesar di sisi Allah Ta'ala. Itulah satu-satunya dosa yang tidak bakal diampuni oleh-Nya. Allah Ta'ala berfirman :

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." [An Nisa' : 48]

Dan firman-Nya :

إن الشرك لظلم عظيم

"Sesungguhnya, mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." [Luqman: 13]

Ketika ditanya tentang dosa yang paling besar di sisi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

أن تجعل لله ندّا وهو خلقك

"Engkau menjadikan sekutu/tandingan bagi Allah sementara Dia-lah yang telah menciptakanmu." [HR. Al Bukhary dan Muslim]

Syirik akan merusak ketaatan dan bahkan menghapuskannya. Dalilnya firman Allah :

ولو أشركوا لحبط عنهم ما كانوا يعملون

"Seandainya mereka  mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." [Al An'aam : 88]

Syirik juga mengharuskan pelakunya kekal di neraka jika dia mati sebelum sempat bertaubat. Dalilnya :

إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة ومأواه النار

"Sesungguhnya, orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun." [Al Ma-idah : 72]

Syirik ada dua macam ; akbar (besar) dan asghar (kecil).

SYIRIK AKBAR  adalah; seorang hamba mempersembahkan salah satu dari jenis-jenis ibadah kepada yang selain Allah Ta'ala. Setiap ucapan dan perbuatan yang dicintai Allah, jika dipersembahkan untuk Allah semata maka itulah tauhid dan iman. Sebaliknya, jika dipersembahkan untuk yang selain Dia, maka itulah syirik dan kekufuran.

Contoh syirik yang seperti ini adalah meminta rezki atau kesehatan kepada selain Allah, atau bertawakkal kepada selain Allah, atau bersujud kepada selain Allah; baik itu kepada malaikat yang didekatkan kepada Allah, rasul yang diutus atau pun kuburan para wali dan orang-orang shalih. Dalil-dalilnya :

وقال ربكم ادعوني أستجب لكم

"Dan Rabb-mu berfirman : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu!" [Ghafir : 60]

وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين

"Dan bertawakkallah hanya kepada Allah, jika kamu benar-benar orang yang beriman." [Al Ma-idah : 23]

فاسجدوا لله واعبدوا

"Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." [An Najm : 62]

Jika saja doa, tawakkal dan sujud termasuk ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah, maka siapa saja yang mempersembahkannya untuk Allah semata, dialah seorang mukmin yang bertauhid. Dan siapa saja yang memalingkannya untuk selain Allah, maka dia adalah seorang musyrik kafir.

SYIRIK ASGHAR adalah segala ucapan atau amalan yang merupakan wasilah (sarana) yang akan mengantarkan kepada syirik akbar, dan jalan untuk terjerumus ke dalam syirik akbar.

Contohnya adalah ; menjadikan kubur sebagai tempat ibadah, yaitu shalat di sisi kuburan atau membangun masjid di salah satu kubur. Perbuatan yang seperti ini haram. Pelakunya terancam dengan laknat dan terjauh dari rahmat Allah Ta'ala. Dalilnya, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

لعنة الله على اليهود والنصارى، اتخذوا قبور أنبياءهم مساجد

"Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani; mereka telah menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah." [HR. Al Bukhary dan Muslim]

Menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah haram, tidak dibenarkan dan sarana untuk berdoa atau meminta kepada orang-orang mati. Sementara meminta dan berdoa kepada orang-orang mati termasuk syirik akbar.

Semoga Allah menyelamatkan umat ini dari syirik…

@ Sumber : At Tauhîd, li an Nâsyi-ah wa al Mubtadi-în, Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Âlu Abdul Lathif‎Syirik membatalkan keimanan terhadap uluhiyyah Allah Ta'ala (Uluhiyyah : keyakinan bahwa hanya Allah saja yang berhak untuk diibadahi/disembah).

Jika saja iman kepada uluhiyyah Allah Ta'ala dan mengesakan-Nya dalam ibadah adalah kewajiban yang paling tinggi dan paling agung, maka syirik adalah maksiat terbesar di sisi Allah Ta'ala. Itulah satu-satunya dosa yang tidak bakal diampuni oleh-Nya. Bila tak sempat bertaubat. Allah Ta'ala berfirman :

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." [An Nisa' : 48]

Dan firman-Nya :

إن الشرك لظلم عظيم

"Sesungguhnya, mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." [Luqman: 13]

Ketika ditanya tentang dosa yang paling besar di sisi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

أن تجعل لله ندّا وهو خلقك

"Engkau menjadikan sekutu/tandingan bagi Allah sementara Dia-lah yang telah menciptakanmu." [HR. Al Bukhary dan Muslim]

Syirik akan merusak ketaatan dan bahkan menghapuskannya. Dalilnya firman Allah :

ولو أشركوا لحبط عنهم ما كانوا يعملون

"Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." [Al An'aam : 88]

Syirik juga mengharuskan pelakunya kekal di neraka jika dia mati sebelum sempat bertaubat. Dalilnya :

إنه من يشرك بالله فقد حرم الله عليه الجنة ومأواه النار

"Sesungguhnya, orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun." [Al Ma-idah : 72]

Syirik ada dua macam ; akbar (besar) dan asghar (kecil).

SYIRIK AKBAR adalah; seorang hamba mempersembahkan salah satu dari jenis-jenis ibadah kepada yang selain Allah Ta'ala. Setiap ucapan dan perbuatan yang dicintai Allah, jika dipersembahkan untuk Allah semata maka itulah tauhid dan iman. Sebaliknya, jika dipersembahkan untuk yang selain Dia, maka itulah syirik dan kekufuran.

Contoh syirik yang seperti ini adalah meminta rezki atau kesehatan kepada selain Allah, atau bertawakkal kepada selain Allah, atau bersujud kepada selain Allah; baik itu kepada malaikat yang didekatkan kepada Allah, rasul yang diutus atau pun kuburan para wali dan orang-orang shalih. Dalil-dalilnya :

وقال ربكم ادعوني أستجب لكم

"Dan Rabb-mu berfirman : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu!" [Ghafir : 60]

وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين

"Dan bertawakkallah hanya kepada Allah, jika kamu benar-benar orang yang beriman." [Al Ma-idah : 23]

فاسجدوا لله واعبدوا

"Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." [An Najm : 62]

Jika saja doa, tawakkal dan sujud termasuk ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah, maka siapa saja yang mempersembahkannya untuk Allah semata, dialah seorang mukmin yang bertauhid. Dan siapa saja yang memalingkannya untuk selain Allah, maka dia adalah seorang musyrik kafir.

SYIRIK ASGHAR adalah segala ucapan atau amalan yang merupakan wasilah (sarana) yang akan mengantarkan kepada syirik akbar, dan jalan untuk terjerumus ke dalam syirik akbar.

Contohnya adalah ; menjadikan kubur sebagai tempat ibadah, yaitu shalat di sisi kuburan atau membangun masjid di salah satu kubur. Perbuatan yang seperti ini haram. Pelakunya terancam dengan laknat dan terjauh dari rahmat Allah Ta'ala. Dalilnya, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

لعنة الله على اليهود والنصارى، اتخذوا قبور أنبياءهم مساجد

"Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani; mereka telah menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah." [HR. Al Bukhary dan Muslim]

Menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah haram, tidak dibenarkan dan sarana untuk berdoa atau meminta kepada orang-orang mati. Sementara meminta dan berdoa kepada orang-orang mati termasuk syirik akbar.

Semoga Allah menyelamatkan umat ini dari syirik…

@ Sumber : At Tauhîd, li an Nâsyi-ah wa al Mubtadi-în, Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Âlu Abdul Lathif


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar