Sabtu, 02 Februari 2013

Meski di Saudi Bisa, Tapi “Ngebut” 15Okm/Jam Sangat Berbahaya!

13594600821220487551
(Foto:koleksi dan pengalaman pribadi-Aang Suherman)
oleh : Aang Suherman

Melaju lebih dari 150km per jam,di Jalanan Gurun Saudi perkampungan bisa dilakukan.Tetapi di jalanan tanah air Indonesia,sebaiknya jangan dilakukan !Demi keselamatan kita semua.

Memacu mobil dengan kecepatan tinggi di jalan raya dan lalu lintas umum adalah berbahaya.Apalagi dipacu di jalanan tanah air ,Indonesia.Namun di jalanan perkampungan dan sekitar gurun Saudi,memacu di atas 150km/jam bisa kita coba.

Resiko di-Tilang oleh Polisi bisa saja terjadi,atau kalau di perkotaan akan dijepret kamera satelite atau kamera bermobil dan segera dikejar polantas .Polantas sini rata-rata tidak bisa disuap,atau kalau kesalahannya tidak fatal,hanya diingatkan saja kemudian berlalu setelah “melantik’ memperingati bahwa kita jangan terlalu ngebut.Tetapi jika kena kamera,harga mati kita harus bayar melalui bank setelah itu diurus di kantor bagian lalulintas setempat.

Memacu mobil dengan kecepatan yang tinggi lebih dari 150km/jam di jalanan pedalaman Saudi,sepertinya sudah jadi kebiasaan umum.Padahal di marka kecepatan tetap tertulis kecepatan maksimum adalah 120km/jam.

Beberapa hal yang membuat hal ini bisa terjadi.Memacu mobil di atas 150km per jam,di perkampungan dan sekitar jalan raya gurun pasir, sbb:

1.Kondisi jalan yang mulus,jarang belokan tajam,kontur tanah yang umumnya datar dan bebas lobang-lobang kerusakan jalan yang berbahaya.

2.Lebar jalan di jalur one way sekalipun rata-rata tidak kurang dari 6 meter lebarnya.

3.Tidak ada pengendara yang bersepeda motor dan jarang khewan liar masuk ke area jalan raya.

4.Kondisi di sepanjang jalan gurun sepi,jarang ada perkampungan penduduk yang padat dan bisa dikatakan tidak ada manusia atau khewan yang melintas.

5.Rata-rata mobil yang dipakai oleh Warga Saudi yang melintas, mobil mahal,canggih dan dalam kondisi yang bagus,layak jalan.Jadi peluang tabrakan karena mobil di depan kita mogok mendadak,sangat kecil.Walaupun kasus tabrak mobil mogok suka terjadi,tetapi tidaklah sesering di tanah air.

6.Jarang macet karena padatnya lalu lintas,paling macet sesaat jika ada pekerjaan jalan atau kecelakaan lantas di depan kita.

7.Jarang ada tebing yang runtuh atau jalanan rusak berlubang jadi meskipun di jalanan kampung tetapi serasa di jalan tol saja.

8.Mereka memacu dengan kecepatan tinggi,didukung oleh performa mobil-mobil mereka yang rata-rata mobil mewah,mahal,canggih dan berumur masih di bawah lima tahun setelah keluar dari Dealer.Atau paling tidak bagi yang dipakai untuk jarak jauh mobil mereka berumur paling tua 10 tahun setelah kelar dari pabrik.

9.Saat ini sudah jarang ada perbaikan yang bersifat kecil-kecilan,mereka membangun jalan  satu kali jadi pada pertama kali pembangunannya dengan kualitas aspal jalan yang baik dan sudah di “cetak biru” dengan baik di awalnya.

Sehingga jarang ada proyek memasang isntalasi yang buka satu tutup satu,menggali jalan raya bergantian.Sehingga perbaikan dan pemasangan instalasi lintas proyek di jalan raya jadi seperti terjadi sepanjang hari.Beres proyek instansi yang satu lalu digali oleh proyek yang lain,seperti halnya sering terjadi di kota-kota di tanah air.

Di sini pada umumnya tidak terjadi demikian,cetak biru di awal pembangunan sebuah jalur jalan raya benar-benar dibuat matang,Terkoordinasi dengan baik dari sejak awal,cetak biru matang misalnya mulai dari instalasi listrik,air dan kemungkinan tata ruang masa depan.Koordinasi pemasangan instalasi umum sudah “dihitung” mendekati sempurna sebelumnya,demikianlah kira-kira istilahnya.(maaf saya bukan ahli teknik sipil, gan!).

Disarankan jika di tanah air untuk tidak banyak ngebut di jalan umum selain di sirkuit! Karena kondisi jalan dan lingkungan kita berbeda dengan jalanan di Gurun Saudi misalnya.

Jalan raya di kita Indonesia lain dengan si gurun.Di jalan raya tanah air banyak bercampur dengan aktivitas manusia yang ramai,banyak khewan masuk jalan raya,jalur lintasan Kereta Api,banyak belokan tajam,jalanan rusak atau sedang diperbaiki,jalanan sempit,tanjakan ,turunan tajam,curah hujan yang tinggi serta kepadatan lalu lintas yang padat dan sebagainya.Mengemudi di jalanan tanah air harus ekstra hati-hati.

Setiap kita menyetir mobil ,sangat bijaksana sekali jika selalu mengingat hal ini bahwa : Resiko mengemudi mobil itu adalah bisa membunuh diri kita dan orang lain dalam hitungan detik saja.Sengaja atau tidak sengaja,terlebih jika kita lalai mengemudinya.

***
Ini ada contoh beberapa gambar  jalan raya di gurun Saudi Arabia yang memungkinkan bisa sekali-kali “ngebut’ di atas 150km per jam.

Kondisi jalan raya yang mulus,tidak ada sepeda motor dan jenis transportasi lainnya (jarang),lintasan dan jarak tempuh yang panjang,frekuensi curah hujan yang sangat sedikit,jarang lalu lalang orang dan didukung oleh kondisi mobil yang masih prima dan masih layak jalan.Membuat bisa sesekali tancap gas di angka 150km per jam atau lebih.Wussssh…!

13594607072144946354
13594607711182381630
1359460831488461784
1359460881196423190
13594609721045165977
Kondisi Mobil yang dipacu dalam keadaan baik dan bagus,masih layak jalan,lulus uji layak jalan.

Semua koleksi foto adalah milik pribadi.Aang Suherman-Riyadh,KSA.
diambil dari http://www.kompasiana.com/wierodjampang


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar