Thursday, March 15, 2012

Beautiful Madinah (7)

Banyak hal menarik yang saya temukan di Madinah :
    1331288983370212165
    Mesjid Nabawi, doc: teman2, Pribadi
  • Tiap kali menumpang mobil untuk bepergian menggunakan taksi gelap, sebagai penumpang wanita harus tetap sigap. Pastikan kita baru masuk mobil setelah muhrim/suami kita masuk terlebih dahulu saat menaiki mobil. Sebaliknya kalau turun dari mobil, pastikan kita turun secepatnya sebelum muhrim/suami kita turun. Jangan sampai turun setelah muhrim/suami kita turun dari mobil. Pendeknya minimalkan saat-saat kita hanya berdua dengan supir/pemilik mobil. Lebih baik berjaga-jaga dari berbagai kemungkinan, bukan?
  • Keamanan di luar mesjid Nabawi tidak dapat dipastikan karena terkadang ada saja pencopet yang akan mencuri kesempatan apabila kita lengah. Biasanya pelakunya bukan warga asli Saudi, melainkan warga pendatang yang mungkin sedang membutuhkan uang. Oleh karena itu, sikap waspada harus tetap diperlihatkan. Akan tetapi di dalam mesjid Nabawi, saya pernah mengalami kejadian sebaliknya. Saat berziarah ke mesjid, dompet saya sempat hilang. Ditelusuri ke tempat yang pernah didatangi sebelumnya ternyata tidak ada. Dalam kepasrahan, saya mencoba datang ke bagian kehilangan barang yang terletak di dalam mesjid Nabawi. Alhamdulillah dompet saya beserta isinya dapat ditemukan dengan utuh, tak kurang satu apapun. Tetapi untuk amannya, jaga sebaik-baiknya barang bawaan Anda.
  • Berkunjung ke tanah suci, Madinah merupakan tempat yang wajib dikunjungi setelah Mekah. Oleh karena itu jamaah umroh /haji pasti menjadikan Madinah sebagai destinasi  kedua setelah Mekah. Banyaknya jamaah ternyata membawa rezeki tersendiri baik bagi para tenaga kerja Indonesia yang bekerja melayani jamaah maupun orang lain yang tidak terkait secara langsung. Contohnya, ketika suatu waktu terjadi perubahan jadwal perjalanan ibadah yang  mendadak dari para jamaah. Perubahan jadwal ini menyebabkan para jamaah harus segera berangkat ke Mekah, sementara makanan sudah terlanjur disediakan.  Maka mau  dikemanakan sisa makanan yang masih banyak tersebut? Dalam hal ini tentunya para mukimin atau warga Indonesia yang berdiam di Madinah yang kebetulan  mendapat cipratan rezeki. Tentunya…. daripada mubazir? Lumayan, saya tidak usah masak selama beberapa hari hehehe….

  • Kualitas pakaian di Indonesia, menurut saya jauh lebih baik daripada di Madinah dan di Saudi umumnya. Terutama untuk bahan, kenyamanan kain serta model. Selama disana, saya tak pernah terbiasa dengan corak dan model meriah yang tersaji di toko-toko di Madinah. Akan lebih baik apabila bisa menemukan bahan pakaian  made in India atau Thailand yang masih lebih baik daripada made in China yang banyak tersedia. Untuk tas wanita pun saya lebih merekomendasikan membeli di tanah air dengan bahan dan model yang jauh lebih bagus dan unik.

  • Anda memiliki kemauan untuk bekerja keras, tahan banting dan berani malu? Jangan salah, hal ini adalah salah satu penentu perjuangan mendapat rezeki di tanah Arab. Madinah dan Mekah, khususnya. Jamaah haji/umroh yang sangat banyak jumlahnya adalah pasar yang sangat potensial. Terutama jamaah dari Indonesia yang sangat mudah terpikat dengan oleh-oleh yang berlabel tanah suci. Saya seringkali melihat para TKI yang jeli melihat peluang, pada akhirnya berhasil mendulang real dalam jumlah besar. Ya, tentunya dengan kerja keras dan tahan banting. Berjualan barang atau menawarkan jasa pada jamaah haji/umroh merupakan salah satu alternatif kegiatan yang sangat berpotensi untuk menambah tabungan sebelum pulang ke tanah air. Bahkan terkadang, hasil yang diperoleh bisa jadi jauh lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh secara teratur setiap bulannya.

  • 13312882921301624286
    Pasar Uhud doc : teman2, pribadi
  • Pada jamaah haji/umroh yang harus diperhatikan adalah agar lebih detil atau lebih teliti lagi dalam membeli oleh-oleh. Tidak lucu kan, apabila Anda sudah jauh-jauh ke tanah suci tetapi kemudian membeli barang made in Indonesia dengan harga berkali lipat dari di tempat asalnya? Karpet /sajadah dan parfum merupakan barang yang direkomendasikan untuk dibeli sebagai oleh-oleh karena kualitas yang baik  dan harga yang sangat bersaing selain tentunya oleh-oleh wajib seperti air zam-zam, korma, minyak zaitun, rumput Fatimah dll
  • Penduduk asli dan mukimin (warga asing yang bertempat tinggal sementara di Saudi) memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji dengan cara “ngoboy” atau mengikuti Syarikah. Masing-masing ada kelebihan maupun kekurangannya. Haji “ngoboy”, seperti namanya memang merupakan haji mandiri ala backpacker, kemana-mana membawa tenda serta mengusahakan akomodasi dan transportasi maupun ketersediaan makanan  sendiri. Sementara apabila mengikuti syarikah biasanya kita mengikuti rombongan resmi jadi sudah ada yang mengatur masalah akomodasi dan transportasinya. Menjalankan haji ala mukimin   ini merupakan suatu perjalanan ibadah yang menyajikan nuansa  dan petualangan tersendiri.
(Tamat)
 http://www.kompasiana.com/weetta


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment