Jumat, 21 September 2012

Arab Saudi Tetap Terima Jemaah Asal Suriah

TEMPO.CO, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi membantah rumor yang beredar bahwa kerajaan telah melarang jemaah asal Suriah untuk berhaji. Seperti yang dilansir dari pernyataan resmi pemerintah Arab Saudi pada Rabu, 19 September 2012, jemaah asal Suriah tetap diterima kehadirannya dalam musim haji bulan depan.

Akan tetapi, pemerintah Arab menolak permintaan pemerintah Suriah untuk menambah jumlah kuota jemaah mereka. Penolakan itu juga diberikan pemerintah Saudi bagi 39 negara yang mengajukan permohonan serupa.

"Kerajaan sekarang tengah menyelesaikan semua kebutuhan bagi jemaah Suriah yang siap berhaji," ujar Wakil Menteri Haji Hatem Qadi. Menurut dia, pemerintah Arab memberikan layanan khusus bagi jemaah dari negara yang tengah berperang saudara ini. Sebab, pemerintah Arab menyadari bahwa kedatangan jemaah Suriah ke Arab membutuhkan perjuangan yang berat.

Rumor larangan bagi jemaah Suriah justru keluar dari kantor berita pemerintah Suriah, SANA. Pada Selasa, 18 September 2012, Sana menulis bahwa Komite Tertinggi Haji Suriah mengumumkan akan membatalkan perjalanan haji tahun ini. Sebab, pemerintah Suriah dan pemerintah Arab gagal mencapai konsensus untuk jemaah haji tahun 2012.

Menurut SANA, Komite Haji Suriah telah melakukan semua langkah yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan haji 2012. Tapi Kementerian Haji Arab Saudi ternyata tak mau meneken kesepakatan bilateral tahunan.

Hubungan Suriah dan Arab memang tidak bagus. Penyebabnya adalah tuduhan Suriah terhadap Kerajaan Arab Saudi yang mendukung pemberontakan melawan Presiden Bashar Assad.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar