Kamis, 06 September 2012

Kurangi Ketergantungan Minyak, Saudi Bangun Industri Kurma

RIYADH -- Sejak 19 Agustus lalu, Festival Kurma terbesar di dunia berlangsung. Kota Buraidah, Provinsi Qassim, Arab Saudi menjadi tuan rumah festival berdurasi 90 hari tersebut.

Direktur Eksekutif Festival, Khalid Al-Nekaidan mengatakan Pemerintah Saudi menargetkan transaksi sebesar 250 juta dolar AS. Tahun lalu, angka transaksi mencapai 213 juta dolar AS.

"Target lain, Pemerintah Saudi mencoba mendorong usaha mengurangi ketergantungan terhadap minyak dengan membangun industri lebih luas. Harapannya, akan tercipta 18 juta lapangan pekerjaan baru bagi warga Saudi," papar dia seperti dikutip alarabiya.net, Kamis (6/9).

Setiap harinya, 1.500 truk pengangkut kecil membawa produksi hasil petani dan pedagang dari seluruh kerajaan dan negara-negara tetangga. Mereka bersaing menjaring pembeli yang berasal dari luar Saudi.

Rasheed Abdul Mohsin mengatakan sengaja mendatangi festival karena percaya produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang sangat baik. Disamping itu, harga jualnya sangat kompetitif. "Saya puas dengan produk yang ditawarkan," kata dia.

Yang menarik, sistem penjualannya menggunakan metode lelang. Jadi, ada peluang bagi produsen dan konsumen mendapatkan harga yang diinginkan. Selain itu, proses transasksi juga terbilang cepat.

Adapun kurma yang menjadi favorit pembeli adalah Sukari. Sekitar 80 persen pembeli memboyong kurma jenis itu. Satu kotak Sukari dibanderol 13 dolar AS. Namun, harganya bisa mencapai 71 dolar AS, tergantung kualitasnya. Jenis lain yang menjadi favorit adalah Barhi, Al-Majdool, Hashishi, Aseela, Rothana dan Al-khalas.

Produksi Kurma Dorong Kemajuan Ekonomi

Pemerintah Arab Saudi terbilang berhasil menggelar Festival Kurma. Selain untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak, festival itu juga digelar sebagai upaya penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.

Tapi harus diakui, keberhasilan Festival Kurma yang digelar Arab Saudi, sangat tergantung dari stok kurma yang tersedia. Tahun ini, produksi kurma mencapai puncaknya. Bandar Al-Saqri, produsen kurma yang sempat meraih penghargaan Faisal bin Bandar di Buraidah pada tahun ini membenarkan hal tersebut.

"Produksi kurma tahun ini telah mencapai puncaknya. Lebih dari 150 ton kurma dengan berbagai jenis berhasil dipanen, "kata al-Saqri.

Di Saudi, tepatnya Provinsi Qassim, lebih dari enam juta pohon kurma ditanam. Sekira setengahnya sedang mencapai masa panen. Pasalnya, Pemerintah Saudi berencana mengembangkan lebih luas lagi perkebunan kurma, sehingga mampu memperluas pasar kurma.

Gubernur Qassim, Gubernur Pangeran Faisal bin Bandar mengaku puas dengan perkembangan produksi kurma di wilayahnya. Ia berjanji akan mengembangkan dan meningkatkan produksi kurma.

"Kami coba fasilitasi petani sehingga di masa depan, produksi kurma menjadi pendorong kemajuan ekonomi," kata dia seperti dinukil alarabiya.net, Kamis (6/9).

REPUBLIKA.CO.ID,




Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar