Minggu, 23 September 2012

Suriah masih perang, Arab Saudi batalkan perayaan kemerdekaan

Suriah masih perang, Arab Saudi batalkan perayaan kemerdekaan  Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz, membatalkan perayaan besar-besaran untuk memperingati kemerdekaan ke-80 negara tersebut. Tindakan ini diambil atas solidaritas yang diderita rakyat Suriah.

"Sebagai rasa solidaritas untuk warga Suriah, Raja Abdullah meminta untuk membatalkan pelaksanaan acara diseluruh negeri," tulis pernyataan dari pemerintah Arab Saudi, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Minggu (23/9).

Negara kaya minyak itu telah meminta Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengundurkan diri sebagai bentuk aspirasi dari warga Suriah sejak meletusnya aksi pemberontakan Maret 2011.

Aksi protes terhadap kekuasaan Bashar telah membuat kubu oposisi berhadap-hadapan dengan pemerintah dalam perang saudara yang tak kunjung usai. Menurut data hak asasi manusia Suriah sekitar 27 ribu warga Suriah tewas sejak meletusnya aksi pemberontakan, dimana warga sipil menjadi korban terbanyak dengan 20 ribu jiwa.

Pekan lalu, Arab Saudi menepis adanya dugaan melarang warga Suriah untuk menunaikan ibadah haji. "Arab Saudi saat ini justru sedang bekerja untuk menyelesaikan semua kebutuhan dan mengkoordinasikan dengan pihak berwenang agar memungkinkan jemaah haji asal Suriah dapat menjalankan ibadah," kata Wakil Menteri Urusan Haji, Hatem Qadi.

Perayaan kemerdekaan Arab Saudi, hari ini dikhususkan untuk kaum muda yang saat ini populasinya terus membesar. "Negara kami telah mencapai prestasi terbaik dalam waktu singkat. Raja Abdulaziz telah menyatukan negara dan membangun perkembangan ekonomi tercepat di dunia," ujar mantan komandan Angkatan Laut Kerajaan Arab Saudi, Abdulateef al-Mulhim.[arr]

merdeka.com


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar