Thursday, September 27, 2012

Pemerintah Arab Saudi Bangun Masjid di UAD

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kerajaan Arab Saudi memberikan dana hibah pembangunan masjid dan Islamic Center pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Hibah sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 4 miliar tersebut diserahkan langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustofa bin Ibrahim bin Ali Al Mubarak kepada Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin dan diteruskan ke Rektor UAD Kasiyarno, Kamis (27/9/2012).
 
Untuk tahap awal, Pemerintah Arab Saudi menyerahkan hibah 150 ribu dolar AS dari 500 ribu dolar AS USD yang akan diberikan. "Kami menganggap Muhammadiyah sebagai salah satu mitra kerjasama yang penting. Kerjasama kami dengan Muhammadiyah ini merupakan salah satu simbol kerjasama antara Arab Saudi dan Indonesia," kata Mustofa saat sambutan penyerahan bantuan tersebut.

Lebih lanjut Mustofa mengatakan, saat ini Pemerintah Arab Saudi tengah sibuk mengatur dan mengurus jemaah haji dari seluruh dunia. Namun karena pentingnya kerjasama tersebut, pihaknya menyempatkan diri untuk hadir di Yogyakarta dan memberikan dana hibah itu.

Dalam kesempatan tersebut Mustofa juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid dan Islamic Center tersebut.

Rektor UAD Kasiyarno mengatakan, pihaknya merasa berbangga dan mendapat kehormatan tinggi atas hibah tersebut. Menurutnya, UAD memiliki 5 kampus,4 kampus sudah memeiliki masjid dan 1 kampus belum. "Satu kampus yang belum ada masjidnya ini akan dibangun masjid dari bantuan Pemerintah Arab, masjid itu nantinya akan diberi nama Masjid Malik Abdullah bin Abdul Azis," kata Kasiyarno.

Saat ini, lanjut Kasiyarno, UAD memiliki 13.500 mahasiswa dan termasuk tiga PTS besar di Yogya. UAD juga masuk urutan 1550 webomatric dunia dan di Indonesia nomor 22.

Sementara dalam kesempatan tersebut Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin mengatakan, UAD adalah kampus Muhammadiyah pertama di DIY dan salah satu kampus terbaik di Indonesia. "Hibah ini merupakan simbol persahabatan antarbangsa Indonesia dan Arab Saudi," kata Din.

Menurut Din Syamsudin, masjid yang dibangun di UAD ini akan menjadi pusat keIslaman. "Jadi bukan hanya untuk ibadah saja tetapi juga sebagai pusat pelatihan dakwah bagi mahasiswa dan kaderisasi," tegasnya. 

Editor :
Farid Assifa
regional.kompas.com


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment