Jumat, 28 September 2012

Umrah Bulan Syawal Nikmat Luar Biasa

BANDUNG, (PRLM).-Kebijakan pemerintah Arab Saudi membuka umrah di Bulan Syawal menimbulkan kenikmatan luar biasa. Sepinya Mekah dan nikmatnya Kabah amat dirasakan .dalam perjalanan ibadah umrah plus Istanbul Qiblat Tour dari 12-22 September 2012 lalu.

"Pelaksanaan ibadah umrah di Bulan Syawal merupakan ‘kebijakan baru’ Pemeritah Arab Saudi melalui visa ‘multivel transite’. Umrah tidak menggunakan visa umrah dan visa ziarah. Kontan saja, kebijakan tersebut disambut antusias oleh para calon jamaah umrah, termasuk Qiblat Tour," kata Pembimbing umrah Qiblat Tour, H. Aden Rosadi, di Jln. Taman Cibeunying Selatan 15 Bandung, Jumat (28/9).
.
Rute perjanalannya pun ‘relatif’ menyesuaikan dengan rute penerbangan Saudia Airlines, baik ke Jedah, Madinah, maupun negara ketiga (Turki, Mesir, Yordan, dsbnya). Jumlah jamaah yang ikut serta dalam perjalanan ‘rohani’ tersebut berjumlah 46 orang. "Perjalanan diawali dengan menempuh rute Jakarta-Madinah. Sesampianya di Kota Rasul Madinah, jamaah ‘disuguhi’ dengan pemandangan yang amat sepi dan sunyi," katanya.
.
Ziarah ke raudah tidak perlu berdesakan, bahkan jamaah dengan ‘tuma’ninah’ beribadah di raudhah. Begitupun lokasi ziarah seputar Kota Madinah seperti halnya Masjid Quba, Uhud, Qiblatain, sangat sepi, bahkan Mazro’ah (kebun kurma) tampak tutup. "Begitupun kegiatan transaksi para pedagang kaki lima tidak terlihat. Toko-toko pun hanya 20 % yang buka," katanya. 

Pasar kurma hanya 2 toko yang aktif melakukan transaksi. Hotel-hotel pun tampak sepi. Semua diarahkan untuk persiapan penyambutan calon jamaah haji. "Tidak sedikit orang Madinah dan para petugas hotel yang melakukan konfirmasi dan menyangka bahwa kami adalah calon jamaah haji kloter awal. Kondisi seperti itu, dimanfaatkan betul secara maksimal untuk melakukan ibadah dengan sebaik-baiknya," katanya.(A-71/A-147)***

pikiran-rakyat.com


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar