Sabtu, 19 Mei 2012

Dua Imam Masjid Madinah Hadiri Indonesia Menghafal 3

Masjid Agung Jawa Tengah
Ada yang istimewa pada acara Indonesia Menghafal ke-3 (IM3) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Sabtu (19/5). Dua imam masjid di Madinah Arab Saudi Syekh Ali Jabir dan Syekh Muhammad bakal menghadiri acara tersebut.

''Wisuda Akbar Indonesia Menghafal ke-3 ini selain dihadiri Ustadz Yusuf Mansur, juga akan dihadiri Syekh Ali Jabir, Syekh Muhammad dan Gubernur Jawa Tengah,'' ujar Ustadz Anwar Sani, Ketua Yayasan Daarul Qur'an Nusantara kepada Republika di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Jumat (18/5).

Kehadiran dua imam tersebut, sambung Sani, tak lain untuk memotivasi umat Islam Indonesia dalam mencintai, menghafal Alquran. ''Dalam memotivasi masyarakat Indonesia dalam menghafal Quran tersebut panitia menyediakan hadiah berupa 1 unit Mobil, 10 Motor serta 11 Umroh. Hadiah ini sepenuhnya dibiayai oleh sponsor alias tidak diambil dari dana pendaftaran.

Wisuda Akbar Indonesia Menghafal ke-3 yang bakal diikuti sekitar 5.000 peserta dan lebih dari 15 ribu pengunjung  itu menurut rencana disiarkan ANTV pukul 14.00-15.00 ketika Ustadz Yusuf Mansur bersama Syekh Ali Jabir dan Syekh Muhammad menyampaikan taushiyah dan doa.

Direktur Eksekutif PPPA Daqu, Tarmizi, mengatakan, Wisuda Akbar Indonesia Menghafal di Semarang merupakan hajatan nasional yang kali ketiga. Tarmizi menjelaskan, sebelumnya, Wisuda Akbar Indonesia Menghafal kedua berlangsung di  Masjid At Tiin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta 16 Mei 2011, dihadiri 4000 peserta dan lebih 10.000 pengunjung.

''Wisuda Akbar perdana digelar di Masjid Agung At Tin TMII Jakarta Timur pada 8 Mei 2010. Jumlah peserta mencapai 3500 orang dan pengunjung 10.000 orang,’’ jelas Tarmizi seraya menambahkan Wisuda Akbar Pertama dihadiri tokoh internasional Sekjen Badan Tahfidz Al Qur’an Internasional yang berkantor di Jeddah, Dr. Anas Ahmad Karzun. Wisuda pertama itu dicatat dalam museum rekor MURI sebagai Rekor Hafalan Terbanyak di Indonesia.

Wahyu Effendi, manajer PPPA Cabang Semarang mengungkapkan, PPPA Daqu Semarang sendiri sudah mencanangkan Program Semarang Menghafal pada awal 2010. Deklarasi ‘’Semarang Menghafal Qur’an’’ dilakukan di halaman Daqu Kids Semarang, yang diikuti sekitar seribu orang dari berbagai tempat.

Salah satu program gerakan tersebut adalah mendirikan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an di Semarang. ''Pondok ini akan melengkapi lembaga pendidikan Daqu Kids dan Daqu School yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir,'' jelas Wahyu.



Imam Masjid Madinah Uji Peserta Indonesia Menghafal
Kegiatan Indonesia Menghafal Alquran

Imam Masjid Madinah Uji Peserta Indonesia Menghafal

Kehadiran Syeikh Ali Jabir dan Syeikh Muhammad, dua imam masjid Madinah, Arab Saudi di arena Wisuda Akbar Indonesia Menghafal ke-3 (IM3) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang Sabtu (19/5), disambut gembira ribuan peserta. Peserta pun langsung menyalami bahkan berebut foto bersama.

Tak hanya hadir, kedua imam masjid tersebut memperhatikan, mengawasi bahkan menguji hafalan Al Qur'an sejumlah peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bontang Kalimantan Timur, Surabaya, Klaten, Jakarta dan lainnya. Sebagaimana layaknya para penguji lainnya, Syeikh Ali Jabir duduk di kursi penguji menghadapi tiga peserta sekaligus.

Kepada Republika usai menguji peserta, Syeikh Ali Jabir mengatakan hasil hafalan para peserta sudah lumayan bagus, baik dari sisi bacaan makharijul huruf maupun dari sisi tajwidnya. ''Sudah lumayan bagus, tinggal lagi ditambah pengawasan dan pembinaan,'' jelas Syeikh Ali Jabir.

Dia lalu memberikan tips cara mudah untuk menghafal Al Qur'an. Caranya, kata Syeikh Ali, dengan menghafalkan nama-nama surat itu akan melatih diri memudahkan menghafal Al Qur'an. ''Ini salah satu cara untuk membantu Anda menghafal Al Qur'an. Yang lain, perlu lagi ditambah pelajari tajwid dan selalu bersemangat,'' ujarnya.

Muhammad Fajril Falah, Yudistira dan Ahmad Syauqi, ketiga peserta Indonesia Menghafal 3 tak pernah menyangka akan diuji hafalannya di hadapan Imam masjid Madinah, Syaikh Ali Jabir dan Syaikh Muhammad. Ketiga santri asal Rumah Tahfizh Desa Bendo, Temanggung, Jawa Tengah merasa senang dan bangga.

''Terus terang, saya sangat senang bisa langsung diuji hafalan oleh Syaikh Ali Jabir. Walau pun jujur saya sempat deg-degan,'' ungkap Muhammad Fajril kepada Republika di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang Sabtu (19/5).

Hal senada juga diungkapkan Yudistira karena mendapat kesempatan diuji langsung hafalan  Al-Qur'annya oleh imam masjid Madinah. ''Subhanallah, ini pengalaman pertama diuji sama Syeikh Ali,'' ungkap Yudistira bangga.

Ternyata, sambung Yudistira, hafalan dan tajwidnya masih kurang. ''Alhamdulillah, tadi dikasih banyak tips untuk lebih mudah menghafal Al-Qur'an,'' ujarnya menambahkan.

Syeikh Ali Jabir: Menjadi Umat Alquran

Menjadi Umat Alquran

Syeikh Ali Jabir mengajak umat Islam Indonesia untuk menjadi umat Alquran dengan cara setiap hari membaca Alquran. Penegasan tersebut disampaikan salah seorang imam masjid di Madinah, Arab Saudi ini dalam Wisuda Akbar Indonesia Menghafal ketiga di Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/5).

"Setiap hari dirutinkan satu ayat, sedikit-demi sedikit lebih baik. Jangan hanya membaca Alquran ketika ada orang meninggal dunia. Jangan kita membaca Alquran pada saat ada kebutuhan. Tetapi setiap hari kita membaca Alquran," kata Syeikh Ali Jabir.

Syeikh Ali lalu mengisahkan seseorang di Madinah yang mengalami lumpuh selama 19 tahun, tapi dengan kesungguhan remaja tersebut bisa menghafal Alquran 30 juz. Saat remaja itu sudah hafal Alquran, remaja itu memiliki tiga harapan. Pertama, selama 19 tahun lumpuh, buang air besar di tangan ibunya. "Remaja itu tidak bisa makan dan minum seperti kita. Tetapi dia tidak pernah mengeluh dengan ujian dari Allah," kisah Syeikh Ali Jabir.

"Ia bersungguh-sungguh ingin menjadi ahli Alquran. Dengan kesungguhannya, bukan hanya hafal 30 juz tetapi ia menjadi dai terkenal. Ia berdoa kepada Allah SWT ingin disembuhkan karena sudah 19 tahun tidak bisa bersujud."

Harapan kedua, cerita Syeikh Ali, ia ingin sehat wal afiat supaya bisa bersalaman dengan ibunya. Harapan ketiga inilah inti dan pelajaran bagi kita semua. Walaupun hanya satu jam sehat, ia ingin membolak-balik halaman Alquran.

"Karena walaupun dia hafal Alquran, tetapi ia ingin membolak-balik Alquran. Berapa banyak orang yang diberikan kesehatan oleh Allah SWT tetapi tidak pernah menyentuh mushaf Alquran apalagi membolak-balikan Alquran," tegas Syeikh Ali mengingatkan.
 
Redaktur: Karta Raharja Ucu
Reporter: Damanhuri Zuhri
Republika


Ia kemudian menambahkan, pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Jawa Tengah akan dimulai dengan peletakan batu pertama pada Ahad (20/5) oleh Ustadz Yusuf Mansur selaku Pembina Yayasan Daarul Qur'an Indonesia.REP



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar