Penghormatan atas Perjuangan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan sahabatnya dinamakan dengan Masjid Sab’ah (Masjid Tujuh) karena ada tujuh buah masjid yang dibangun atas nama sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Dulunya, tujuh tempat yang dijadikan
Masjid Sab’ah (Masjid Tujuh) ini merupakan pos-pos penjagaan ketika
terjadi perang Khandaq pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriyah atau 5
tahun sejak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam hijrah dari Makkah ke Madinah.
Dahulu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah singgah dan bermalam di pos-pos ini.
Pos-pos ini kemudian berkembang menjadi masjid-masjid kecil yang
berjumlah tujuh bangunan, Masjid-masjid inilah yang kemudian dikenal
sebagai Masjid Sab’ah (Masjid Tujuh).
Peperangan ini terjadi di wilayah Sal’a,
antara kaum Muslimin melawan kaum kafir Quraisy. Ketika itu Abu Sufyan
bin Harb memimpin 10.000 tentara untuk menghancurkan umat Islam di
Madinah yang berjumlah 3.000 orang. Peperangan ini juga disebut dengan
peperangan Ahzab (Golongan). Sebab, kaum Muslimin berperang melawan
golongan kaum kafir Quraisy, Yahudi, dan kabilah Arab lainnya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengirimkan tentara
Malaikat yang tak terlihat dan mengirimkan angin kencang yang
memporak-porandakan orang kafir sampai lari terbirit-birit.

9. Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan ni'mat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya . Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.(QS Al-Ahzab [33] : 9).
Untuk mengenang jasa mereka, dibangunlah
masjid-masjid tersebut sebagai monumen penting dan diberi nama sesuai
lokasi dan nama sahabat yang menempati tempat pertahanan tersebut.
Di Gunung Sila (Sal’a) ini terdapatnya 7
Masjid yang kemudiannya digabungkan menjadi satu masjid yang dikenali
sebagai Masjid Sab’ah (Masjid Tujuh), Masjid ini hanya berjarak hanya
sekitar 700 meter dari Masjid Nabawi Masjid ini menggabungkan
masjid-masjid seperti :
- Masjid Salman al-Farisi,
- Masjid Abu Bakar As-Siddiq ,
- Masjid Umar,
- Masjid Utsman,
- Masjid Ali,
- Masjid Saad bin Muadz, dan
- Masjid Fatah.
by arminarekasurabaya+edit
Artikel Terkait:
Kisah
- Pria berumur 137 tahun di Saudi
- Awal Terjadinya Kedua Jenis Syirik Di Tengah Bangsa Arab Dan Lainnya, Serta Diutusnya Nabi Yang Terakhir, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
- Awal terjadinya syirik pada kaum Nabi Ibrahim ‘alaihi salam dalam bentuk penyembahan terhadap kumpulan tata surya
- Surat Nasihat Ulama Saudi kepada Gubernur Jazan dan Balasan Gubernur
- Hadits Bitoqoh – Kartu “sakti” Bernama Tauhid
- Sudah 45 Tahun Rohingya Hidup Damai di Arab Saudi
- Fenomena Berita “Deportasi Orang Ganteng Di Saudi”
- "Pukulan telak Syekh Nashir Al-'Umar kepada Amerika"
- Deportasi Orang Ganteng Dalam Syariat Islam
- Refleksi kehidupan wanita (domisili) Saudi; terkungkung atau kembali pada fitrah
Unik
- Pria berumur 137 tahun di Saudi
- Sebotol Air Minum di Arab Saudi
- Arab Saudi Perbanyak Alquran Braille
- Peduli Berat Tas Sekolah
- Masjid Bersejarah di Eropa Bantuan KSA
- Buka Bersama di Masjidilharam Capai Rp 1,22 Miliar/Hari
- Deportasi Orang Ganteng Dalam Syariat Islam
- Al Aghwaat, Di Antara Rahasia Dua Tanah Suci
- Barang yang Nggak Bakal Laku di Saudi Arabia
- Betapa Sangat Dihargainya Kaum Wanita di Arab Saudi
Rihlah
- Sebotol Air Minum di Arab Saudi
- Jeddah : Kota Islam yang Kosmopolitan
- Kawah Seputih Mutiara di Tengah Gurun Arab Saudi
- Arab Saudi Dirikan Gerbang Mekkah
- Fenomena Berita “Deportasi Orang Ganteng Di Saudi”
- Deportasi Orang Ganteng Dalam Syariat Islam
- Yang Segar-segar di Arab Saudi, Susu Unta!
- Manggis dan Rambutan Indonesia Dijual Mahal di Arab Saudi
- Meski di Saudi Bisa, Tapi “Ngebut” 15Okm/Jam Sangat Berbahaya!
- Ada Bus Khusus Orang Dewasa Penyandang Cacat di Saudi
No comments:
Post a Comment