
Penasehat agama Raja Abdullah, Syaikh Abdul-Muhsin al-Ubaikan
mengatakan kepada sebuah stasiun radio lokal bahwa para pejabat kerajaan
saat ini telah bekerja untuk membaratkan dan membuat sekularisasi hukum
di negara ini dengan membebaskan perempuan dari posisi alami mereka.
Saudi Press Agency (SPA) Jumat kemarin (11/5) menerbitkan pemecatan Syaikh Al-Ubaikan tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Raja Abdullah sendiri telah membuat marah para ulama "garis keras" di
negara itu dengan mengurangi beberapa pembatasan dan mengizinkan wanita
untuk ikut dan maju dalam pemilu pada pemilu kota tahun 2015
mendatang.(fq/ap)
Semoga reformasi yang dilakukan Arab Saudi tidak kebablasan.
Artikel Terkait:
Ulama
- Kurang Perhatian Terhadap Dakwah Tauhid, Sebab Perpecahan
- Seruan dari Masjid Nabawi untuk Rakyat Mesir: "Kembalilah ke Rumah-rumah Kalian"
- Fatwa Ramadhan: Malam Bermain-Main, Siang Hari Tidur
- Surat Nasihat Ulama Saudi kepada Gubernur Jazan dan Balasan Gubernur
- Hukuman Mati bagi Pengedar Narkoba
- Kisah Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab Menguji Tingkat Pemahaman Murid-Muridnya Terhadap Tauhid
- Ditanya Tentang Maulid Nabi, Syaikh Bin Baz Menangis Tersedu-Sedu
- Ulama Saudi: Gulat Dilarang Dalam Islam
- Syaikh Albany , Ulama Ahli Hadits Masa Kini
- Mufti Saudi: Pemerintah Harus Kendalikan Harga
No comments:
Post a Comment