Senin, 18 Juni 2012

Arab Saudi Mencari Bakat

Ajang pencarian bakat semacam America Got Talent atau Indonesia Mencari Bakat, ternyata juga ada di Arab Saudi. Negara yang begitu kental dan sangat ketat dengan peraturan keagamaan yang mayoritas adalah Muslim, ternyata juga ikut menyelenggarakan ajang pencari bakat seperti ini.

Namun, ini sangat berbeda dengan yang sudah diadakan di negara-negara lain. Apa ya perbedaannya? Kalau ajang Arab Mencari Bakat, penyaringan kontestannya dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Mereka tidak memperbolehkan wanita ikut serta dalam ajang ini.

Jadi, tidak ada peserta wanita yang boleh ikut dan diterima menjadi peserta dalam ajang mencari bakat ini. Arab Saudi juga tidak menghalalkan adanya musik, nyanyian, dan tarian modern yang sarat akan hal-hal yang vulgar di negara mereka.

Itu dianggap sebagai hal terlarang dalam aturan keagamaan sehingga dalam acara ajang mencari bakat ini juga tidak diperbolehkan menggunakan lagu dan musik, nyanyian dan juga tarian. Lalu apa yang mereka lakukan? Arab Mencari Bakat hanya mencari bakat-bakat dalam membaca puisi, olahraga, dan nyanyian keagamaan. Acara Arab Mencari Bakat ini diadakan di Buraydah, Arab Saudi.

Juri yang diundang untuk menilai kontes ini terdiri dari seorang penyair, produser televisi, dan reporter media masa. itulah keunikan acara Arab Mencari Bakat, lain daripada yang lain.
 
blog--sphere.blogspot.com


Artikel Terkait:

1 komentar:

  1. MUHAMMAD AL-FATEH-- khalifah kerajaan Turki Ustmani ini lahir pada tanggal 20 April 1429 M bertepatan tanggal 28 Rajab 833 H. ayahnya menghadirkan seorang Ulama Kurdi menjadi gurunya :
    Syeikh Ahmad bin Ismail Al-Kurani
    Syeikh Ibnu Al-Tamjid seorang ahli syair yang menguasai bahasa Arab dan Persia,
    Syeikh Khairuddin
    Syeikh Sirajudin Al-Habi
    Belakangan seorang Syeikh lagi, yaitu
    Aag Syamsudin yang bersama-sama Al-Kurani merupakan dua orang Syeikh yang paling berpengaruh dan paling dipercaya oleh Muhammad Al-Fatih.
    Sultan Murad II memerintahkan Sheikhul Islam pada masa itu, Shekh Yegan untuk menjemput Shekh Al-Kuraani dari Al-Azhar ke Edirne untuk menjadi tenaga pengajar utama anaknya, Sultan Muhammad Al-Fatih. (Sumber : Profesor Ekmeleddin ) ---
    Dari mereka, Muhammad Muda belajar ilmu. Ilmu agama, bahasa, keterampilan, fisik, geografi, falak dan sejarah. Dalam pelajaran sejarah, ia juga mempelajari biografi tokoh-tokoh Eropa seperti Kaisar Agustus, Constantine The Great, Theodosius The Great, Timur Lang dan ia terkesan dengan kisah Iskandar Agung dari Macedonia.
    Setelah ayahnya meninggal Muhammad kembali diangkat menjadi sultan pada usia 21 tahun.
    Sejak kecil ia telah mempelajari Al-Qur’an dan Al-Hadist Rosul SAW. Diantara hadist yang disampaikan secara berulang-ulang kepada beliau pada masa kecilnya adalah hadist yang berisi ramalan Rosul tetntang penaklukan kota tersebut sebagai berikut:
    ------ “Konstatinopel akan jatuh ketangan Islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad bin Hanbal musnadnya).---------
    Syeikh Aaq Syamsudin adalah guru yang paling besar pengaruhnya terhadap Muhammad dalam persoalan ini. Bahkan dapat dikatakan Syeikh Syamsudin telah mengisyaratkan pada Muhammad kecil bahwa dirinyalah yang dimaksud hadist tersebut.Dan kenyataan, ramalan Rosul pun terbukti. Sultan muda dari kerajaan Turki Ustmani ini berhasil menuntaskan amanat Rosul sekaligus mimpi umat Islam selama delapan abad.
    -----Beliau pun menyuruh agar pasukkan yang akan masuk tidak melakukan pengerusakkan terhadap warga kota dan bangunan yang ada didalamnya jika berhasil menaklukkan kota.
    ----Malam harinya pasukkan diperintah untuk tahlil, takbir dan doa mengharap ridho Alloh SWT agar diberikan kemenangan dalam penaklukkan kota ini, mendengar suara tahlil dan takbir serta genderang drum pasukkan Utsmani warga kota semakin ketakutan dan mental mereka jatuh ketitik terlemah, bisa dibayangkan bagaimana suara takbir di malam hari menyebut nama Tuhan “Allohu Akbar” dari 250.000 pasukkan tempur sungguh pemandangan yang indah namun di sisi Konstantinopel ini merupakan peristiwa yang menakutkkan, senjata spiritual dari Muslim berhasil menembus hati kecil penduduk hingga tidak berdaya. ------- apakah ini BID'AH Al-Fateh ???-----
    Sebagai orang awwam yang lemah ilmu dan dalil, saya bertanya dalam hati : ----Apakah Faham Tauhid Muhammad Al-Fateh ??? Asy'ariyah..
    ----- Apakah Al-Fateh Bermazhab, Yaa....
    Apakah al-fateh bertasawwuf.???
    Apakah Faham guru@ Al-Fateh ???
    Kemudian kita lihat masa kehidupah Al Fateh, - ( lahir pada tanggal 20 April 1429 M bertepatan tanggal 28 Rajab 833 H. )
    kita bandingkan dengan:
    --- Muhammad ibn Abi Bakr ibn Ayyub az-Zar’i, dikenal dengan nama Ibn Qayyim al-Jawziyyah, lahir tahun 691 hijriyah dan wafat tahun 751 hijriyah.---
    Apakah Mazhab Tauhid Al-Fateh, sama dengan mazhab Tauhid Ibn Qayyim al-Jawziyyah,
    Muhammad Al-Fateh seorang yg lebih dekat ke kita hari ini, namun beliau dijamin oleh Rasulullah..-----
    dan saya belum melihat jaminan itu ada pada khalaf yg lain,
    Permasalahan hari ini adalah : -Ilmu benar kelakuan salah, dan ilmu salah , kelakuan terlihat benar,---Wallahu a'lam...
    Mari sama-sama mencari---
    Semoga Alllah merahmati kita semua Aamiiin
    Wassalam

    BalasHapus