Wednesday, June 20, 2012

Wafatnya Al-Amir Nayif bin Abdul Aziz Amirul Amni Wal Aman

SEMOGA ALLAH TA’ALA MERAHMATI AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ
Putra Mahkota Arab Saudi, Nayef bin Abdulaziz al-Saud meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Jenewa, Swiss, Sabtu (16/6) setelah berjuang dari penyakit yang dideritanya selama beberapa bulan. “Pangeran Nayef, 79 tahun yang baru-baru ini berada di luar negeri untuk perawatan medis, telah meninggal dunia di luar kerajaan,” lapor televisi Al-Ekhbariyah, mengutip pernyataan dari pengadilan kerajaan, Sabtu (16/6) sore waktu setempat.
Kematian beliau menyingkap kedengkian yang ada di dalam dada Ahlul Bid’ah, khususnya dari kalangan Sufiyah, Khawarij dan Syi’ah Bahrain terhadap Ahlus Sunnah.
Tahukah Anda, negeri Bahrain beberapa bulan yang lalu hampir saja jatuh ke tangan pemberontak Syi’ah yang didukung oleh Iran, kalaulah bukan Allah ta’ala yang menolong kaum muslimin, kemudian Al-Amir Nayif bin Abdul Aziz rahimahullah mengirim tentara Ahlus Sunnah dari Saudi, niscaya kaum Syi’ah telah membantai kaum muslimin di Bahrain.
Tidak heran jika kaum Syi’ah Bahrain dan Iran di media-media mereka menyatakan kegembiraan atas kematian beliau rahimahullah.
Jasa beliau yang juga sangat besar terhadap kaum muslimin adalah PEMBERANTASAN KHAWARIJ MU-JAHILIN, MUJAHID DI JALAN SETAN dari Al-Haramain dan seluruh Saudi.
Tidak heran jika website berpaham Khawarij: TidakRahmah.Com juga menyatakan kegembiraannya atas kematian beliau rahimahullah. Kaum Sufi pun ikut senang dengan menyebarkan berita ini di media-media sosial dunia maya.

Pangeran Nayef di Mata Ulama Ahlussunnah!

Sepeninggal pangeran Nayif bin Abdul Aziz Rohimahulloh, muncul berita-berita miring tentang beliau. Bahkan salah satu situs berita Islam Indonesia memberitakan dengan bahasa yang tidak layak diucapkan oleh seorang muslim, bukannya mengucapkan Istirja’, malah mereka berbahagia dengan mengucapkan: “Alhamdulillah wallahu akbar! Putra mahkota Arab Saudi dan tangan kanan AS itu meninggal di RS Jenewa.” Mereka menganggap bahwa Pangeran Nayif adalah seorang yang bengis, kejam, banyak menyakiti hati kaum muslimin dan segala hujatan yang sangat tidak layak dilontarkan kepada beliau rohimahulloh.
Lalu bagaimana tanggapan para ulama Ahlussunnah tentang wafatnya beliau?
- Syaikh Ali Hasan Al-Halabi
Di dalam sebuah Forum, Syaikh Ali Hasan Al-Halabi mengatakan: “Allah berhak mengambil , Allah berhak memberi, Setiap apa yang ada di sisi-Nya telah ditentukan waktunya , Allah juga yang akan memberikan gantinya, Dan hanya Allah-lah tempat berlindung. Sesungguhnya wafatnya Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahullah adalah sebuah kerugian besar akan tetapi kita ridho terhadap ketentuan Allah. Beliau adalah pribadi yang sangat faham terhadap dakwah salafiyyah yang penuh berkah, faham akan manhaj dakwah salafiyyah yang wasath, manhaj yang murni yang haq serta lurus, beliau sangat faham terhadap para ulama’ dakwah salafiyyah yang robbani yang sholih. Beliau juga mewasiatkan agar senantiasa berbuat baik terhadap para ulama dakwah salafiyyah, menjaga mereka serta mengikuti arahan-arahan mereka. Maka atas dasar itu beliau memahami secara rinci masalah takfir (pengkafiran) dan terorisme, beliau juga mengetahui metode yang tepat untuk memberantasnya.” Bisa dilihat disini: http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=39034
- Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i -rahimahullah-
Masih di dalam forum tersebut diberitakan bahwa Syaikh Al ‘Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rohimahulloh mengatakan : “Kami datang ke kota Jeddah dan kami disambut di hotel Hamro’ oleh Al Amir Nayif bin Abdul Aziz selaku mentri dalam negri, semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan, dan beliau sangat memuliakan kami semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan.
Setelah itu aku (Syaikh Muqbil) menginginkan untuk bertemu dengan beliau, alhamdulillah pertemuan yang sangat menyenangkan dengan seorang lelaki yang cerdas. Dan ketika aku berbicara dengannya tentang masalah ilmu syar’i aku mendapati ilmunya lumayan Alhamdulillah.
Setelah itu ia mengatakan kepadaku : Negara mana yang engkau inginkan untuk berobat, kami yang akan mengurus segala sesuatunya, dan aku tidak memiliki wewenang untuk memilih.
Aku (Syaikh Muqbil) mengatakan : Kamu saja yang memilih.
Maka kemudian ia memilih Negara Amerika karena amerika sangat maju di dalam pengobatan penyakit jantung ”
- Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh (Mufti kerajaan Saudi Arabia)
Asy Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh (Mufti kerajaan Saudi Arabia) berkata : Kita memohon kepada Allah untuk Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahulloh agar menganugerahkan kepada beliau rohmat, ampunan serta surga na’im. Dahulunya beliau memiliki jasa baik yang besar yang tidak tersembunyi atas siapapun semenjak beliau menjadi pemimpin di Riyadh sampai menjadi menteri dalam negri dan sampai menjadi putra mahkota kerajaan Saudi Arabia.
Beliau telah mengerahkan segenap daya dan upaya untuk mewujudkan keamanan, ketentraman, membela kewibawaan negara, menjaga keamanan para jama’ah haji serta memutus makar jahat yang dilakukan oleh orang-orang yang berbuat rusak, para pemberontak, dan para pelaku dosa. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan atas jasa yang beliau persembahkan bagi kita, bagi bangsa arab serta kaum muslimin secara umum. Beliau memiliki jasa yang besar yang tidak tersembunyi atas semua orang dan kita tidak akan melupakan jasa-jasa beliau. Beliau telah berupaya keras demi untuk mewujudkan kemanan dan ketentraman, semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan atas jasa baik yang beliau persembahkan bagi umat ini.
- Syaikh DR Shalih bin Humaid (Imam & Khatib di masjidil haram serta anggota Hai’ah Kibarul Ulama’)
Berkata Syaikh DR Shalih bin Humaid (Imam & Khatib di masjidil haram serta anggota Hai’ah Kibarul Ulama’) berkata : “Tidak diragukan lagi bahwa wafatnya Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahullah merupakan musibah besar bagi negara-negara Arab serta negara-negara Islam secara umum. Beliau termasuk punggawa kerajaan yang pernah bertemu dengan semua raja Saudi.
Dan beliau sebagai tangan kanan “Pelayan Dua Kota Suci”, sejak masih muda beliau telah menduduki posisi-posisi penting, maka beliau adalah negarawan papan atas khususnya beliau membawahi kementrian dalam negri serta sebagai putra mahkota kerajaan Saudi. Ketika Negara mengalami masa-masa sulit beliau adalah sebaik-baik tokoh yang dengannya Allah menjaga Negara ini.
Dan sudah ma’lum beliau ini memiliki kedudukan tinggi dalam pemikiran-pemikiran cemerlang beliau, dalam politik beliau, serta sangat bersemangat untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan Negara dan rakyat. Beliau semasa hidupnya juga menjadi ketua panitia pelaksanaan haji (Bisa dibilang seluruh jama’ah haji diseluruh dunia berhutang budi kepada beliau-pent), beliau memiliki jasa-jasa besar di dalam mewujudkan suksesnya pelaksanaan ibadah haji selama beliau menjabat tugas ini.
Beliau juga dikenal memiliki ide-ide yang cemerlang serta penjagaan terhadap kemaslahatan Negara di departemen agama, peradilan, politik dan pendidikan.
Tidak diragukan bahwa beliau adalah pemimpin besar, akan tetapi kita memuji Allah subhanahu wa ta’ala atas qodho’ dan qodarnya, dan kita serta keluarga kerajaan menyampaikan ta’ziyah atas wafatnya seorang tokoh besar serta pribadi yang mulia ini. Kita memohon agar sepeninggal beliau keadaan tetap baik dan kita semoga Allah menganugerahkan kepada kita kesabaran atas wafatnya beliau.”
- Syaikh Abdul Latif Alu Syaikh (Ketua Haiah Amar Ma’ruf Nahi Munkar)
Berkata Syaikh Abdul Latif Alu Syaikh (Ketua Haiah Amar Ma’ruf Nahi Munkar) : “Kita kehilangan seorang pribadi yang agung yang tercermin dalam diri Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rahimahullah, ini adalah musibah yang besar. Umat islam secara umum, bangsa arab serta Negara Saudi secara khusus merasa kehilangan dengan wafatnya beliau.”
Beliau memiliki jasa besar dalam mewujudkan keamanan Negara, beliau juga dikenal gigih dalam memerangi kejahatan, orang-orang yang berbuat kerusakan. Beliau juga dikenal gigih dalam menebarkan dakwah islam keberbagai penjuru dunia, dikenal menjaga keamanan (setelah Allah tentunya) di masa-masa sulit, sampai Negara kita ini dijadikan icon keamanan. Beliau juga dikenal memiliki pandangan yang jauh, hikmah dan kasih saying dan beliau sangat tegas di dalam mewujudkan keadilan.
Beliau juga memiliki andil besar di dalam membangun masjid-masjid, menebarkan ilmu-ilmu syariat, mencetak kitab-kitab serta menyokong bangsa. Beliau mengorbankan kesehatan serta kesungguhan beliau untuk Negara dan bangsa.
Sampai di hari-hari terakhir beliau masih ikut serta menjaga negara ini dan bersemangat menjaga ketentramannya. Beliau dikenal memiliki sifat adil, beliau juga memiliki sifat yang tegas di dalam memerangi kejahatan dan tindak terorisme, menolong orang-orang miskin dan janda-janda tua. Beliau juga dikenal cerdas, punya pandangan politik yang cemerlang serta menyokong intellijen Negara”.
Harapan kami untuk Raja Abdullah bin Abdul Aziz, saudara-saudara serta anak-anaknya untuk melanjutkan perjuangan beliau. Dan saya tutup perkataan saya dengan firman Allah ta’ala, “Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. (QS Al Baqarah :155-156)”.
Demikianlah pujian para ulama besar terhadap Al Amir Nayif bin Abdul Aziz rohimahulloh, serta masih banyak lagi para ulama’ lain yang menyatakan hal serupa, diantaranya Syaikh Abdullah bin Sulaiman Al Mani’ (Anggota Haiah Kibarul Ulama’), Syaikh DR Abbas Al Hakami (Anggota Haiah Kibarul Ulama’), Syaikh Abdul Aziz bin Hamin (Mantan ketua Haiah Amar Ma’ruf Nahi Munkar)., Syaikh DR Muhammad Al Isa, Syaikh Prof. DR Muhammad bin Ali (Rektor Universitas Islam Madinah) dan lain-lain banyak sekali. Bisa dilihat disini: http://www.alsharq.net.sa/2012/06/17/349472
Inilah ungkapan para ulama Ahlussunnah tentang wafatnya Pangeran Nayif. Adapun orang-orang yang menghujat beliau disebabkan beliau rohimahulloh banyak membantah pemikiran Khowarij yang membuat keresahan berupa teror, kekacauan, pengeboman dan penghalalan darah kaum muslimin serta mereka menyimpan dendam yang mendalam kepada Negara pembela tauhid dan sunnah Nabi, Saudi Arabia. (bms)
Media-media massa pun memberikan banyak julukan terhadap beliau dalam hal ini, diantaranya:

قاهر الإرهاب : “Penghancur Terorisme.”

أمير الأمن والأمان :”Pemimpin Keamanan dan Ketertiban.”

بطل الانتصار على الإرهاب والتهريب :”Pahlawan Kemenangan atas Terorisme dan Pengrusakan.”

Semoga Allah ta’ala merahmati dan mengampuni beliau. Dan semoga Allah ta’ala memberikan pahala atas musibah yang menimpa kita dan menggantikan bagi kita pemimpin yang lebih baik dari beliau.
ALLAHU AKBAR, TENTARA PEMBEBASAN SURIAH DARI PEMBANTAIAN SYI’AH TIDAK MELUPAKAN JASA AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ RAHIMAHULLAH
[Bantahan Thd Kedengkian Web Berpaham Khawarij: TidakRahmah.Com dan peringatan bagi kaum muslimin dari web yang sepemikiran dengan mereka diantaranya: EraIkhwani, VoaKhawarij dan TebarMunkar]
Alhamdulillah dengan pertolongan-Nya beberapa pekan terakhir ini Tentara Pembebasan Suriah dalam beberapa pertempuran telah berhasil memukul Pasukan Syi’ah pembela Bashar Asad yang didukung oleh Iran, Hizbullah Libanon dan Komunis Rusia untuk membantai kaum muslimin.
Segala puji bagi Allah ta’ala, kemenangan tersebut juga tidak lepas dari bantuan Saudi Arabia untuk membeli PERSENJATAAN BERAT. Tidak heran jika Tentara Pembebasan Suriah menyampaikan belasungkawa terhadap kematian AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ rahimahullah. Berikut petikannya:

إن القيادة المشتركة للجيش السوري الحر في الداخل – مكتب التنسيق والارتباط وكافة المجالس العسكرية في المدن والمحافظات والكتائب والسرايا والوحدات العسكرية التابعة لها – تتقدم من خادم الحرمين الشريفين الملك عبد الله بن عبد العزيز حفظه الله ومن الأسرة السعودية الكريمة وأنجال الفقيد وللشعب السعودي الشقيق بأحر مشاعر العزاء، داعين الله أن يتغمد الفقيد الكبير بواسع رحمته وأن يلهمكم الصبر والسلوان

“Sesungguhnya Kepemimpinan Gabungan Tentara Pembebasan Suriah di dalam negeri -Kantor Pengaturan, Hubungan dan seluruh Majelis Ketentaraan di Kota-kota, Propinsi-propinsi, Batalyon, Unit dan Satuan-satuan Pasukan Pembebasan Suriah- menyampaikan belasungkawa dengan kesedihan yang sangat mendalam terhadap Khadimul Haramain Al-Malik Abdullah bin Abdul Aziz hafizhahullah, keluarga Saudi yang mulia dan anak keturunan beliau dan seluruh saudara kami masyarakat Saudi Arabia, kami memohon kepada Allah ta’ala untuk mencurahkan keluasan rahmat-Nya terhadap orang besar yang telah meninggalkan kita ini dan menganugerahkan kepada kalian kesabaran dan hiburan (atas kesedihan).”
Adapun tuduhan kalian bahwa beliau menangkapi dan memenjarakan para mujahid tidak lain adalah pemberantasan terhadap Teroris Khawarij, pembunuh kaum muslimin di Al-Haramain, Thaif dan Riyadh.
INILAH DIANTARA UCAPAN AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ RAHIMAHULLAH TIDAK LAMA SEBELUM BELIAU MENINGGAL DUNIA:

فإن هذه الدولة المباركة، قامت على المنهج السلفي السوّي منذ تأسيسها على يد محمد بن سعود وتعاهده مع الإمام محمد بن عبد الوهاب-رحمهما الله-، ولا تزال إلى يومنا هذا بفضل الله وهي تعتز بذلك

“Sesungguhnya negara yang penuh berkah ini tegak di atas manhaj Salaf yang lurus sejak dibangun oleh Muhammad bin Su’ud dan perjanjiannya dengan Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab -semoga Allah ta’ala merahmati keduanya-. Dan dengan keutamaan dari Allah ta’ala sampai hari ini negeri ini mulia dengan manhaj Salaf.” [Dari Sahab]
Asy-Syaikh Al-’Allamah Shalih bin Fauzan hafizhahullah mengomentari ucapan beliau dalam sebuah makalah berjudul:

نعم نحن سلفيون ولن نزال بإذن الله

“Ya, kami pengikut Salaf (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat), dan tetap akan terus seperti itu dengan izin Allah ta’ala.” [http://www.sahab.net/home/?p=622]
Sebagai manusia, tentunya beliau memiliki banyak kesalahan dan kekhilafan, dan kewajiban kita sebagai kaum muslimin mendoakan saudara kita yang telah meninggal dunia agar diampuni dan dirahmati oleh Allah ta’ala.
VIDEO SHALAT JENAZAH AL-AMIR NAYIF BIN ABDUL AZIZ -rahimahullah-
Shalat Jenazah dipimpin oleh Syaikh Su’ud bin Ibrahim Asy-Syuraim
GAMBAR MAKAM AL-AMIR NAYIF
Ini adalah makam Pangeran Nayif bin ‘Abdil ‘Aziz, Putra Mahkota Kerajaan ‘Arab Saudi yang baru saja meninggal dunia…
Ghofarollohu lahu wa rohimah… Seperti inilah pemakaman yang sesuai dengan as sunnah ash shohihah… Tidak ada  kubah, tidak dibangun, tidak dimarmer, tidak dikeramik… Meskipun beliau itu Putra Mahkota… Hanya tanah setinggi sejengkal dan batu (atau semisal) sebagai tanda… Begitu juga makam Raja Fahd sebelum ini..
Kuburan Al-Amir Nayif bin Abdul Aziz
صورة لقبر الفقيد الأمير نايف بن عبدالعزيز رحمه الله
Sumber Tulisan:
http://www.gemaislam.com/index.php/berita/arab-news/261-pangeran-nayif-di-mata-ulama-ahlussunnah
http://www.facebook.com/SofyanRuray/posts/485633368120524
http://www.facebook.com/SofyanRuray/posts/486176274732900
http://www.haramainrecordings.com/2012/06/salatul-mayyit-ameer-naif-rahimahullah.html

Sumber : http://abangdani.wordpress.com

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment