Tuesday, November 8, 2011

Lalin Makkah Lumpuh, Ojek Motor dan Kursi Roda Laris Manis

 
MAKKAH - Lumpuhnya lalu lintas di Kota Makkah membawa berkah bagi tukang ojek motor dan ojek kursi roda. Kedua ojek tersebut jadi pilihan jamaah haji untuk pergi ke Masjidil Haram atau ke tempat lempar jumrah di Mina.

Seorang tukang ojek kursi roda mematok harga 50 riyal atau Rp125 ribu untuk setiap jamaah yang ingin diantar mendekati tempat jumarah di Mina, sekira setengah kilometer dari tempat jumrah.

Mereka tidak bisa mendekati tempat jumrah karena dilarang polisi Arab Saudi. Zab Minallah, seorang warga Yaman Selatan, menjadi salah satu tukang ojek kursi roda.

Zad yang baru tiba empat hari lalu ini mengojek kursi roda bersama kakaknya, Muhammad, yang sudah 14 tahun tinggal di Arab Saudi. Pria ini sengaja datang dari Yaman untuk mencari rezeki selama musim haji di Arab Saudi.

Dia dan kakaknya membeli kursi roda bekas seharga 300 riyal atau Rp750 ribu dari sebuah apotek. Setiap hari dari kursi roda itu dia bisa mendapatkan 300-400 riyal. Selama musim haji, dia beroperasi tiga hari bertepatan dengan konsentrasi jamaah di Mina.

Zad mengaku sudah beberapa tahun ini mencari rezeki melalui ojek kursi roda. Usai tiga hari, kursi roda tersebut dikumpulkan di suatu tempat untuk dijual, jika tidak laku maka kursi roda itu dibuangnya.

Jika kursi roda bisa mengantar hingga jamarat dari Jalan King Fahd, Sisyah, Makkah. Motor bisa menjangkau lebih jauh lagi, bisa mengantar jamaah hingga ke jamarat bisa juga mengantar jamaah hingga ke Masjidil Haram.

Untuk setiap orangnya , tukang ojek tersebut mematok harga 200-300 riyal setiap penumpang dari pintu terowongan keluar Mina di Jalan King Fahd hingga ke Masjidil Haram.

Hal serupa juga terjadi untuk taksi. Setiap taksi hanya bersedia menarik penumpang jika berani membayar 100 riyal perorangnya. Biasanya, sopir taksi menarik penumpang lain di tengah jalan sekalipun sudah ada penumpang di dalamnya.http://haji.okezone.com

Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment