Friday, November 4, 2011

Mufti Saudi: Shalat tak Harus Selalu di Masjidil Haram

JEDDAH - Mufti dan ulama telah memutuskan bahwa jamaah tidak perlu selalu melakukan shalat lima waktu atau berdoa di Masjidil Haram. Mufti mengatakan Makkah adalah kota suci, sehingga berdoa di masjid manapun sama baiknya dengan berdoa di Masjidil Haram. 

Para ulama bertemu setelah diminta oleh Putra Mahkota Pangeran Naif Bin Abdul Aziz, sekaligus Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri, untuk mengurangi kepadatan penduduk dan meringankan beban 2,5 juta jamaah.

Putra Mahkota mencontohkan Nabi Muhammad SAW tinggal dua minggu di Makkah setelah penaklukkan Makkah, terutama di Al-Abtah. "Selama itu, ia hanya memasuki Masjidil Haram sekali saja," ujarnya.

"Semua yang ada di Makkah adalah suci. Shalat di setiap masjid akan dihargai dengan cara yang sama seperti di Masjidil Haram. Tentu saja para ulama dan mufti mengetahui hal ini lebih baik dari pada saya," ujar Putra Mahkota.

Jamaah harus sadar ketika shalat di Masjidil Haram, di luar banyak sekali orang yang menunggu untuk berdoa juga.

Sekelompok ulama termasuk Grand Mufti Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Aal Al-Sheikh, Presiden Asosiasi Internasional untuk Cendekiawan Muslim-Dr Yousif Al-Qradawi dan Anggota Dewan Ulama Senior Sheikh Abdullah Al-Manea bertemu untuk memutuskan bahwa tidak perlu jamaah melakukan shalat lima waktu di Masjidil Haram.

Kaum tradisionalis berpendapat berdasarkan hadis Nabi yang mengatakan "Shalat di Masjidku lebih baik dari seribu shalat di masjid lainnya dengan kecuali Masjidil Haram."

Sebagian bersikeras 'Masjidil Haram' mengacu pada 'Ka'bah', namun sebagaian lagi menyebutkan bahwa 'Haram' adalah generalisasi, maksudnya tanah Haram. Sheikh Aal Al-Sheikh mengatakan bahwa pahala untuk berdoa di semua masjid di tanah Haram adalah sama dengan pahala shalat di semua masjid, termasuk Masjidil Haram sendiri.

"Kami menyimpulkan bahwa 'Haram' mengacu pada semua masjid dan berusaha untuk mendidik para jamaah agar tak memadati Masjidil Haram pada waktu shalat," kata Dr Al-Qradawi. 
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Dwi Murdaningsih
Sumber: www.saudigazette.com.sa
REPUBLIKA.CO.ID,
 


Artikel Terkait:

No comments:

Post a Comment