Selasa, 14 Agustus 2012

Imam Besar Arab Saudi Himbau Dunia Islam Harus Bersatu

Sheikh-Humaid.jpg
Sheikh Saleh bin Abdullah bin Humaid


RIYAHD - Imam dan khatib Masjid Agung Arab Saudi, Sheikh Saleh bin Abdullah bin Humaid, menyerukan kepada seluruh  kepala negara dan pemimpin Muslim di dunia untuk menjadi lebih sadar tentang tanggung jawab mereka yang besar terhadap Allah dan umat mereka, terutama pada saat ummat Islam sedang menghadapi segudang tantangan dan krisis.

Hal itu disampaikan Imam dalam khotbah Jumat (10/8/2012) di masjid suci Makkah. Syekh Saleh menekankan agar bersatu dalam KTT Makkah mendatang untuk mengembalikan kejayaan negara Islam dan menghilangkan segala bentuk hambatan yang membuat gaung Islam mundur atau memudar.

Sheikh Humaid Bin menghimbau lagi agar solidaritas sesama Islam mesti diperkokoh lagi dan harus menjadi prioritas utama sebagai bentuk upaya serius untuk mewujudkan persatuan, dan menjauhkan diri dari fragmentasi dan gangguan dari luar.

"sangat penting bagi kita ummat Islam untuk mengambil posisi tegas terhadap semua bentuk pembusukan Islam lewat issu ekstrimisme dan terorisme dan memaksa umat Islam untuk membayar harga yang besar dengan jiwa mereka, martabat, ekonomi, kebijakan dan hubungan, " katanya.

Sheikh Humaid Bin juga memperingatkan para pemimpin terhadap masalah sektarianisme yang menjijikkan, dan menggambarkannya sebagai subversi dan ular yang mengangkat kepalanya.

Masalah Palestina yang terus mendapat perlakuan keji dari Israel disebut berkali-kali oleh Imam sebagai bentuk peringatan kepada ummat Islam (negara Islam) agar peduli kepada Palestina. Imam menyebut masalah Palestina sebagai hal terpenting yang dihadapi dunia Islam. Ia meminta para pemimpin dunia untuk mengambil langkah konkret mengatasi masalah yang dihadapi ummat Muslim Palestina.

Sheikh juga menyeru pemimpin dunia untuk mengambil tindakan mendesak menghentikan pembantaian yang dilakukan di Suriah dan Myanmar, dimana warga sipil tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi korban.

"Sangat penting untuk mengambil langkah tegas untuk melindungi orang-orang tertindas dan memungkinkan mereka untuk mengembalikan hak-hak mereka untuk menikmati keamanan dan kebebasan dari ketidakadilan," katanya, disitat Arab News.

Bin Humaid, yang juga mantan ketua Dewan Syura dan Dewan Peradilan Agung Arab Saudi itu diakhir khutbahnya menyerukan kepada para pemimpin Muslim didunia untuk mengeksplorasi prospek masa depan dengan meningkatkan skill tenaga kerja potensial dari negara Islam.

"Kita harus punya kemampuan untuk bekerja dan mengalokasikan sumber daya untuk kemajuan ekonomi, industri, militer serta reformasi pendidikan demi kejayaan Islam". tutupnya. (Serambinews.com/H)


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar