Sabtu, 11 Agustus 2012

Nilai Zakat Saudi Mencapai SR1 Trilyun

Pengusaha ternama Arab Saudi Saleh Kamel memperkirakan total nilai zakat di negaranya mencapai SR1 trilyun dan uang sebanyak itu dapat dipergunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah ekonomi dan sosial di dalam negeri.

Kamel, yang juga ketua Kamar Dagang Dan Industri Islam, mengatakan bahwa masyarakat harus membayar zakat atas properti yang telah mereka jual.

“Kita Muslim harus paham adanya kebijaksanaan ekonomi dibalik sistem zakat. Jika kita mengumpulkan dan menggunakan zakat sebagaimana mestinya, maka hal itu akan memberikan perbaikan substansial dalam kondisi perekonomian kita,” kata Kamel dalam sebuah pertemuan dengan para pebisnis dan akademisi di Madinah, kutip Arab News (10/8/2012).

“Jika kita mengumpulkan zakat dari properti real estat, kita tidak akan menghadapi masalah perumahan atau tanah,” imbuhnya.

Kamel menekankan pentingnya memperkenalkan produk-produk Islam yang murni guna mempromosikan sistem keuangan dan perbankan syariah.

Menyinggung masalah krisis ekonomi global, Kamel berkata bahwa hal itu tidak akan terjadi jika dunia mengamalkan sebuah hadits sederhana dari Rasulullah yang berbunyi, “Janganlah menjual apa yang tidak kalian miliki.”

Kamel menjelaskan bahwa ia telah mendiskusikan masalah itu dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.
“Saya dapat katakan kepada Anda bahwa eknomi Islam menawarkan solusi untuk masalah yang dihadapi dunia. Kita harus memahami sistem itu dan mengimplementasikannya dengan benar,” kata Kamel.
Pengusaha sukses Saudi itu juga mengatakan bahwa zakat dapat memecahkan masalah pengangguran yang dihadapi banyak negara.

“Jika kita menerapkan metode keuangan moderen, zakat dapat digunakan rakyat miskin untuk berpartisipasi dalam usaha produktif,” kata Kamel.
Dia menekankan perlunya memperkenalkan program-program inovatif berbasis zakat guna memperbaiki keadaan keluarga miskin.

Hidayatullah.com





Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar