Selasa, 14 Agustus 2012

Salam World Juga Diluncurkan di Arab Saudi dan Turki

Jakarta - Jejaring sosial Islami, 'Salam World (SW)' akan diluncurkan pada akhir tahun 2012 ini. Selain di Indonesia, SW juga akan diluncurkan di dua negara muslim lainnya yakni Arab Saudi dan Turki.

"Diluncurkan di Indonesia karena komunitas muslim terbesar di dunia. Selain itu, anak muda di Indonesia juga kreatif, positif, dan jumlahnya banyak. Itulah mengapa kami memilih Indonesia. Selain itu, juga diluncurkan di Arab Saudi dan Turki," ujar Branding Manager Salam World, Zroll Toksoon saat jumpa pers prelaunching 'Salam World' di Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2012).

Menurutnya, terdapat 5 miliar muslim di dunia yang jika juga merupakan potensi pasar yang luar biasa. "Jumlah ini menjadi market yang luar biasa. Misalkan saja kita dapat membuat asuransi, perbankan dan produk muslim. Jika kita dapat memaksimalkan 5 juta saja, sudah terhitung luar biasa," lanjutnya.

Jejaring sosial ini berawal dari beberapa komunitas muslim di berbagai negara seperti Rusia, Kazakstan, dan Turki yang bersepakat untuk membentuk media yakni SW. Toksoon berharap kekuatan komunitas muslim yang dikelola dengan serius dapat merubah dunia.

"SW ini didanai oleh para CEO dari negara-negara penggagas. Jadi mereka yang menyediakan dana. Kemudian kami kelola, para anak muda," ujar Toksoon.

Toksoon menjelaskan perbedaan SW dengan Facebook (FB) dan Twitter. Menurutnya, FB hanya berbicara tentang diri kita sendiri sementara SW berbicara tentang komunitas muslim.

"Kalau Twitter adalah pesan singkat, sementara FB terkadang hanya membuat orang membuang waktu dengan membaca status dan notification. Sedangkan SW, jika Anda bertemu dengan orang yang tepat maka Anda dapat berbisnis dengan berbagai kemampuan dan potensi sehingga mungkin bisa membuat sebuah perusahaan," jelasnya.

Meski begitu, Toksoon menegaskan SW tidak diciptakan untuk bersaing atau melawan FB dan Twitter.

"SW berbeda dari FB dan Twitter. SW untuk komunitas muslim. Kami optimis dan berharap dapat maju seperti perusahaan muslim lainnya yakni Aljazeera dan Emirates. Untuk sosial media, kami berharap dapat maju dan besar. Tahun pertama kami menargetkan 10-15 juta pengguna," pungkas Toksoon.

( sip / rmd ) 
ramadan.detik.com 


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar