Senin, 13 Agustus 2012

Saudi Bangun Kota Industri Khusus Wanita

Hafuf: Arab Saudi akan membangun kota industri tanpa kaum pria. Kota itu ditujukan untuk wanita modern yang ingin berkarier. Seperti diwartakan Rt News, Sabtu (11/8), kota industri itu dibangun di timur kota Hafuf.

Konsep kota itu adalah menggabungkan keinginan perempuan untuk bekerja di era modern dan menyediakan lingkungan pekerjaan yang akan sesuai dengan syariah Islam. Kota itu nantinya akan memiliki pabrik dan perusahaan yang dimiliki dan dijalankan oleh kaum Hawa.

Selain itu, kota itu akan menciptakan kesempatan kerja lebih bagi wanita muda. Selama ini, kesempatan kerja di Arab Saudi lebih banyak didapatkan oleh kaum pria. Arab Saudi ingin perempuan memainkan peran lebih penting dalam pembangunan negara di segala bidang.

Diharapkan sebanyak 500 juta riyal akan tersedot dalam proyek ini, sekaligus akan menyedot 5.000 tenaga kerja di bidang tekstil, obat-obatan, dan industri pengolahan makanan. Akan banyak perusahaan yang dikelola dan dijalankan oleh perempuan.

Lembaga Industri dan Properti Arab Saudi (Modon) tengah merancang kota tersebut yang akan mulai dibangun tahun depan.

Direktur Jenderal Modon, Saleh Al-Rasheed memastikan ide ini akan menunjukan peranan perempuan dalam berbagai aspek sekaligus memperjelas industri yang sesuai dengan sifat dan kemampuan mereka. 

"Saat ini, Saudi telah memiliki pabrik yang dimiliki perempuan. Tentu kami berencana untuk membangun industri di berbagai wilayah kerajaan yang dikhususkan bagi perempuan," papar dia seperti dikutip dailymail.co.uk, Ahad (12/8). Saleh mengatakan pembangunan kota khusus ini juga meminimalisir ketergantungan terhadap pekerja perempuan dari luar negeri.

Rencana ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada perempuan dalam pembangunan negara. Salah satu tujuan utamanya adalah menyediakan lapangan kerja, terutama bagi perempuan muda.

"Saya yakin bahwa wanita dapat menunjukkan efisiensi mereka dalam berbagai aspek dan membantu pembangunan industri yang sesuai dengan kepentingan, sifat dan kemampuan mereka," kata Direktur Jenderal Wakil Modon, Saleh Al-Rasheed. (Vin)[tjs]


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar