Monday, August 8, 2011

Arab Saudi menarik duta besarnya dari Suriah

 
Arab Saudi menarik duta besarnya dari Suriah sebagai bentuk protes atas kekerasan yang terjadi di negara itu. Pada saat yang hampir bersamaan, tentara Suriah kembali menembaki warga sipil, menewaskan puluhan orang.

Menurut stasiun berita BBC, 7 Agustus 2011, pemulangan Dubes Saudi dari Suriah itu berlangsung beberapa jam setelah Liga Arab resmi mengecam aksi kekerasan rezim Presiden Bashar Assad. Dalam pidatonya, Raja Abdullah dari Arab Saudi mengatakan bahwa kekerasan di Suriah sudah "tidak dapat diterima."

"Kerajaan Arab Saudi menuntut diakhirinya mesin kematian dan pertumpahan darah sekaligus mulai bertindak bijaksana sebelum terlambat," kata Raja Abdullah dalam pesannya kepada Pemerintah Suriah dalam siaran yang ditayangkan stasiun televisi Al Arabiya.

"Apa yang terjadi di Suriah tidak dapat diterima bagi Arab Saudi. Lebih baik bertindak bijaksana atau justru akan terjerumus ke gejolak dan jumlah korban yang lebih besar," lanjut Abdullah. Belum ada tanggapan dari Suriah mengenai kebijakan Saudi itu.  

Liga Arab pun menyesalkan kekerasan yang dilakukan pemerintah Suriah kepada rakyat mereka sendiri dan menyerukan segera dihentikan. Seruan serupa juga diutarakan Dewan Kerjasama Negara-negara Teluk.

Namun kekerasan masih saja berlangsung di Suriah. Menurut kantor berita Associated Press, pasukan pemerintah menembaki puluhan orang yang sedang berziarah di tempat pemakaman umum d sebelah timur Suriah. Sedikitnya 59 orang tewas. Mereka dianggap bagian dari para pemrotes anti pemerintah.  (sj)
Sumber : VIVAnews -

Artikel Terkait: