Jumat, 27 Juli 2012

4 Surga Belanja Top di Arab Saudi

img

Suasana pasar kaget di Jalan Misfalah (Sumber: sahabatbunda.wordpress.com)

Saat umrah, kebanyakan umat Muslim memang fokus pada ibadah. Usai urusan ibadah selesai, tidak ada salahnya bagi traveler untuk memanjakan diri di 4 surga belanja Arab Saudi.

Setiap tahun Arab Saudi selalu ramai dikunjungi peziarah Muslim yang menjalankan umrah, terutama di bulan Ramadan seperti sekarang ini.

Tapi pergi ke Negeri Padang Pasir tidak selalu soal umrah, Anda juga bisa belanja di 4 surga belanja di Arab Saudi berikut yang disusun detikTravel, Kamis (26/7/2012):

1. Superstore Bin Daud

Inilah tempat belanja paling terkenal dan tidak pernah dilewatkan para peziarah saat umrah, Bin Daud namanya. Bin Daud adalah superstore yang ada di Kota Madinah dan Makkah. Sama seperti superstore lain, Bin Daud menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Masukklah ke dalam Bin Daud dan lihat hiruk pikuk sebuah pusat perbelanjaan milik Negeri Padang Pasir ini. Ada banyak wanita bercadar dan pria bersorban lalu lalang di dalamnya atau antre di konter makanan cepat saji seperti Al Tajaz.

Ya, karena Bin Daud adalah superstore, Anda bisa melihat berbagai macam toko seperti tempat makan, tempat penjualan baju, elektronik hingga peralatan rumah tangga. Berbagai barang merk terkenal bisa Anda temui di sini, seperti Casio, Benetton, Delsey, dan Sony.

Nah, urusan harga, Anda harus sedikit merogoh kocek agak dalam. Toko-toko di Bin Daud menjual barang dengan harga yang cukup mahal, ketimbang toko lain di luarnya. Meski begitu, harga barang di Bin Daud masih sedikit lebih murah dibanding yang ada di Indonesia.

2. Pertokoan di sepanjang Jalan Misfalah-Bakhutmah

Masjidil Haram di Kota Makkah, menjadi kota yang paling ramai dikunjungi peziarah. Selain karena adanya Ka'bah, toko ini juga memiliki banyak pertokoan yang menjual aneka oleh-oleh. Sejak tidak ada Pasar Seng, salah satu daerah yang dipenuhi toko adalah Jalan Misfalah hingga Bakhutmah.

Angkat kaki Anda menuju Misfalah, di sepanjang trotoar ada banyak toko yang menjual aneka oleh-oleh khas Arab Saudi. Beberapa di antara barang yang diincar peziarah adalah tasbih, sajadah, karpet, aroma terapi, kurma, dan tentunya pacar kuku.

Eits, jangan terpaku pada satu toko, coba terus langkahkan kaki Anda hingga mendekati Masjidil Haram. Semakin dekat Masjidil Haram, semakin banyak toko yang bisa dijumpai. Bahkan, toko di dekat Masjidil Haram ini menjual barang dengan harga yang lebih murah. Ada banyak jejeran souvenir lucu seperti gantungan kunci dan gelang tasbih yang dijual hanya dengan 2 Riyal atau Rp 5.000.

3. Pasar kurma di Madinah

Madinah punya satu kawasan yang menjual aneka kurma, kacang arab, hingga kismis, Pasar Kurma namanya. Hampir semua orang di Madinah tahu tempat ini. Pasar Kurma menjadi lokasi favorit para peziarah yang ingin membeli kurma sebagai oleh-oleh.

Hampir dipastikan setiap umat Muslim yang bertandang ke Tanah Suci akan singgah di pasar kurma ini. Letaknya yang berada di kawasan Qurban, atau sekitar setengah kilometer dari Masjid Nabawi, membuat pasar ini semakin ramai dikunjungi peziarah.

Sesuai namanya, Pasar Kurma memang didominasi oleh kurma. Aneka jenis kurma, seperti kurma nabi atau Ajwa, kurma Ambhar, hingga kurma sukari, kurma khusus pria ada di sini. Ingin mencari kurma muda yang sulit ditemukan? Pasar Kurmalah tempatnya.

Sayangnya harga setiap barang yang ada di Pasar Kurma telah dipatok, jadi Anda tidak bisa menawar. Tapi meskipun begitu tidak perlu kuatir, karena harga patok untuk setiap jenis kurma sudah lebih murah dibanding di toko lain.

4. Pertokoan di sekitar Masjid Nabawi

Sama seperti Makkah, jalan menuju Masjid Nabawi di Madinah juga selalu dipenuhi aneka toko. Seluruh jalan menuju Masjid Rasulullah ini dipenuhi dengan berbagai macam toko, seperti toko elektronik, toko kelontong, toko obat, hingga toko emas.

Biasanya waktu paling ramai adalah saat malam hari setelah salat isya. Tak hanya toko, aneka pedagang dadakan dengan tikar juga memenuhi jalan ini pada malam hari. Biasanya harga yang ditawarkan pedagang kaki lima ini jauh lebih murah dibanding harga yang ada di toko.

Lihat saja jilbab khas Madinah yang biasa dijual 10 Riyal atau Rp 25.000 di toko, dijual 8 Riyal (Rp 20.000) oleh para pedagang kaki lima ini. Sebuah gamis hitam juga dijual jauh lebih murah dibanding yang ada di toko, yaitu hanya 12 Riyal atau Rp 30.000

Pertokoan di sekitar Masjid Nabawi selalu ramai hingga tengah malam. Maklum saja toko ini buka 24 jam dan selalu dilalui umat Muslim yang akan menuju dan pulang dari Masjid Nabawi. Nah, biasanya toko emas di sekitaran jalan ini juga yang paling dan difavoritkan ibu-ibu asal Indonesia. Emas yang dijual memiliki kualitas yang baik dan harga yang miring. Harga miring tentu didapat kalau Anda jago menawar, ya!

Oleh: Putri Rizqi Hernasari - detikTravel

Artikel Terkait: