Selasa, 03 Juli 2012

Wanita Arab Bekerja Untuk Apa ??

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh YouGov dan Bayt.com, sebanyak 65 persen wanita Saudi bekerja karena ingin mandiri secara finansial, lansir Arab News (1/7/2012).

Survei yang dilakukan atas para wanita pekerja di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara itu ditujukan untuk mengetahui persepsi dan sikap para wanita pekerja terkait peran dan pengalaman mereka di tempat kerja.

Alasan kedua terbanyak yang dikemukakan para wanita itu juga masih terkait dengan finansial, yaitu terkait dengan kebutuhan keluarga. Di mana mereka ingin memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan keluarga dan bukan mencari kemandirian ekonomi atau finansial.

Alasan kemandirian finansial paling banyak dikemukakan oleh wanita berusia 25 tahun ke bawah. Sementara di kalangan wanita berusia lebih matang (36-45 tahun), alasan demi masa depan anak-anak dengan memanfaatkan pendidikan yang dimilikinya, menjadi pendorong para wanita itu bekerja.

Sebanyak 60% wanita warga negara anggota Dewan Kerjasasam Teluk (GCC), mengatakan bahwa dengan bekerja mereka ingin memperluas wawasan. Di mana 58 persen wanita Arab dan 57 persen wanita Barat di sana menyatakan, mereka termotivasi untuk bekerja karena menyadari kenyataan bahwa mereka bisa mandiri secara finansial. Sedangkan wanita Asia (63 persen) mengatakan, mereka bekerja demi menunjang kebutuhan keluarga.

Gaji tinggi merupakan hal yang dicari oleh sebagaian wanita pekerja di Timur Tengah (59 persen). Sementara sebanyak 31 persen wanita pekerja di GCC dan Levant (Suriah dan sekitarnya), “karir yang terus menanjak dan bertahan lama” merupakan hal yang penting. Sedangkan wanita pekerja yang berusia di atas 46 tahun kebanyakan mengharapkan jaminan di hari tua atau pensiun.

Saat ditanya tentang alasan terpenting yang memungkinkan terjadi perubahan pekerjaan, kebanyakan wanita menjawab gaji yang lebih tinggi (65 persen), kesempatan karir yang lebih baik (40 persen) dan pencapaian yang lebih tinggi (33 persen).

Sebagian wanita pekerja juga mengaku mendapatkan perlakuan diskriminatif. Di mana dua dari lima responden mengaku pernah diperlakukan diskriminatif saat wawancara kerja.

Wanita GCC yang yakin para pria mendapatkan perlakuan lebih istimewa, persentasenya di Qatar mencapai 24%, Saudi 37%, dan Uni Emirat Arab 31%. Sedangkan di Tunisia, para wanita pekerja yang menilai terdapat kesetaraan dengan pria di berbagai bidang jumlahnya mencapai 44%. Sementara itu, banyak wanita pekerja Saudi, Mesir dan Suriah yang berpendapat bahwa mereka tidak sejajar dengan perekonomian negara Barat.

Terkait lingkungan kerja, sebagian besar wanita mengaku bekerja di lingkungan yang sama dengan para pria (74 persen). Dari jumlah itu, 69 persen mengaku nyaman-nyaman saja dengan lingkungan tersebut. Sementara di Saudi, 37 persen wanita mengkui memiliki tempat bekerja yang sama dengan pria, tetapi mereka ditempatkan di ruangan berbeda.

Sebanyak 28 persen wanita pekerja di Tmur Tengah dan Afrika Utara mengaku lebih menyukai jika manajer mereka adalah laki-laki, hanya 4 persen saja yang mengaku lebih senang jika manajer mereka perempuan.
Anak adalah faktor yang mempengaruhi wanita pekerja dalam membuat keputusan tentang karir mereka, kata 27% responden.

Survei itu dilakukan di kalangan wanita pekerja berusia lebih dari 18 tahun di negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain, Libanon, Suriah, Yordania, Aljazair, Mesir, Maroko dan Tunisa. Survei dilakukan secara online pada 7-30 Mei lalu, dengan mengambil 2.185 responden.*  Hidayatullah.com


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar