Senin, 30 Juli 2012

Dipaksa Lepas Jilbab, Atlet Wanita Saudi Ancam Mundur



Atlet judo Arab Saudi, Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani boleh bernapas lega. Dia akhirnya diizinkan berjilbab saat bertanding dalam cabang judo di Olimpiade 2012.

Sebelumnya, Presiden Federasi Judo (IJF), Marius Vizer tidak mengizinkan Shaherkani berjilbab saat bertanding di kelas 78 kilogram putri, Jumat, 3 Agustus 2012. Masalah keamanan menjadi pertimbangan Vizer dalam memutuskan hal ini. Dikhawatirkan, Shaherkani akan tercekik, karena dalam judo ada teknik mencekik dan mencengkeram leher.

Namun, akhirnya Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan IJF mengizinkan Shaherkani berjilbab saat bertanding. Wanita 16 tahun ini akan mengenakan jilbab dengan desain khusus. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Komite Olimpiade Arab Saudi, Razan Baker.

"Mereka setuju dengan desain khusus dan dia akan bertanding dengan desain itu," ujar Razan Baker seperti dilansir Reuters.

Sebelum Olimpiade 2012, Arab beserta Qatar dan Brunei Darussalam tak pernah mengirimkan atlet wanita ke Olimpiade. Arab Saudi mengizinkan atlet wanita bertanding di Olimpiade dengan berharap mereka tetap mematuhi pakaian yang sesuai syariat Islam. Shaherkani menjadi salah satu atlet wanita Arab yang berpartisipasi selain Attar Sarah di cabang lari lintasan 800 meter.

Sebelumnya - Atlet Judo asal Arab Saudi, Wojdan Ali Seraj Abdulrahim Shaherkani, mengancam mundur dari Olimpiade London 2012 jika dipaksa menanggalkan jilbabnya saat berlaga, demikian diungkap ayah dari atlet putri tersebut.


Ali Seraj Shaherkani, si ayah, mengatakan ancaman putrinya itu serius dan tak bisa ditawar. Kepada stasiun berita Saudi Arabia Al Watan, Ali mengungkapkan keputusan putrinya itu juga mendapat dukungan dari Komite Olimpiade Arab Saudi.

Menurut dia, seorang pejabat di Kerajaan Saudi telah meminta kepada seluruh atlet putri yang berlaga dalam ajang olah raga dunia empat tahunan itu tetap mengenakan pakaian penutup aurat.

Diminta Copot Jilbab, Atlet Arab Saudi Ancam Mundur
Namun pada pekan lalu Presiden Federasi Atlet Judo Internasional (IFJ) Marisu Vizer menghimbau dan memaksa putrinya tersebut melepas hijabnya saat bertarung nanti, kata Ali. 

Vizer berdalih instruksi menanggalkan kerudung demi menghormati prinsip dan semangat judo.

Melalui percakapan lewat telepon dari London, Ali menegaskan keputusan putrinya tersebut bulat. "Dia (Wojdan) memutuskan tidak bertanding, kalau panitia berkeras melarang hijabnya," terang Ali, seperti dilansir, Al Arabiya News, Ahad (29/7).

Wojdan, menurut jadwal, akan berlaga di cabang judo kelas 78 kilogram pada 3 Agustus mendatang.

ATJEHCYBER |  Sumber: Al Arabiya VIVAnews



Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar